
"Ya Allah, langgeng kan lah hubungan ku dengan Boy dan pertemukan lah aku kelak jika engkau mengijinkan aku berjodoh dengan dia" kalimat itulah yang sering aku ucapkan di setiap akhir doaku.
Berharap walaupun hanya seperti mimpi namun aku percaya Allah memberikan jalan yang terbaik walaupun itu tidak mudah. Setelah pertengkaran kemaren hari berikutnya seperti tak terjadi apa apa, kami berkomunikasi sepeti biasa lagi.
"Mbak". sapa dia
" yaa hati hati dijalan" kataku
" aku berangkat kerja dulu yah , nanti aku call". kata dia
" ok aku tunggu sayank". jawabku
terkadang kalau kerjaan santai bisa aku dan dia call atau waan namun jika dia sibuk ya hp bisa diam seharian. namun dia selalu mengusahakan bisa kasih kabar walaupun sebentar.
" Bisa call ngga yank?" wa dia menanyakan aku
" bisa yank."
Hp berdering namun bukan lewat wa namun lewat masenger kalau di telpon.
Alhamdulilah hari ini dia pulang gasik, dia pulang ke rumah ibunya.
Aku paling seneng kalau dia pulang ke rumah ibunya sudah santai bisa telpon lama ta pa kecuali kalau ngga ada yang telpon ada kerjaan yang mendesak.
__ADS_1
" Yank aku mau crita". kata dia
" ya ngomong aja ." kataku
" kemaren ibu nanya keaku ?"
"nanya apa? jawabku
" Kamu dan Ipeh balikan lagi apa Boy ?" tanya ibu ke Boy.
" Boy menjawab ya namanya orang yang punya masa lalu pasti akan ada rasa dan kami merasakan kami Nyaman satu sama lain bu" jawab Boy ke ibunya
" Lah istrimu dan suami ipeh tahu?" tanya ibu
" Kamu berhati hati sendiri,ibu ngga bisa melarang cuma nasehat aja. pintar pintarnya dirimu." kata ibu Boy
Aku terdiam, mendengarkan Boy bercerita. dulu pernah inbok aku dan malang aku ketahuan istrinya namun itu terselesaikan sudah.
Boy mengatakan kalau aku adalah teman main di kampung nya dulu ,sampai istrinya tak percaya akhirnya mengadu ke ibunya Boy. Namun sebelum istrinya mengadu Boy sudah selangkah lebih cepat dengan memberi tahukan kepada ibunya cerita yang sebenarnya agar dia siap dengan jawaban buat istri Boy.
Hidup aku seperti sinetron yang penuh dengan drama.
Boy meminta hari itu aku tak chat memberikan waktu buat menyelesaikan masalah dengan istrinya.
__ADS_1
sempat aku berpikir, kenapa seberat ini masalahku. Aku kadangan iri kepada Safira, setiap langkah dia selalu mulus tak pernah aku lihat ada hambatan di setiap apa.yang dia lakukan bahkan dalam hal percintaan.
Bertemu pun gampang, bahkan chat bisa sebebas itu.
Aku? chat saja dibatasi jamnya . setelah kejadian yang hpku dibanting bila sudah malam di pasti suamiku akan mematikan lampu dan berkata
" Sudah malam mah , waktunya tidur sambung besok lagi." kata suamiku
Aku langsung meletakan hpku daripada akhirnya terjadi hal.hal.yang tidak diinginkan. Namun terkadang aku iklas kan kembali. aku tak boleh iri karena jalan cerita kami berbeda beda, semua tinggal bagaimana kita menyingkapi dan menghadapinya. Dari itu sekarang aku menikmati dengan berusaha iklas.
Aku hargai perhatian dan sayangnya suamiku kepadaku.
Sampai kapan aku harus seperti ini. aku pun kadangan lelah karena aku mencintai dengan hati bukan karena nafsu.
" Yankk, aku pingin menyudahi ini semua." kataku
" Apa dirimu sudah bosan dan sudah siap?" kata dia
" Aku kadangan cape yankk. Biar aku tanggung rasa sayang ku dalam diam ." jawabku lirih
" kita jalani saja seperti air mengalir p LAN namun pasti ". jawabnya .
dari Minggu berubah bulan, tak terasa sudah hampir lebih setengah tahun kita menjalin komunikasi ini. Setiap hari hanya menunggu waktu dari menit jam hari Minggu hingga bulan tanpa tahu kapan kita dipertemukan untuk melepas rindu ini. Kita hidup di bumi yang sama, makan makanan yang sama bahkan menghirup udara yang sama namun hal yang paling menyakitkan adalah rindu yang tak bisa bertemu dengan dirimu, sayang.
__ADS_1