Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 30


__ADS_3

Hari Sabtu dan Minggu ini terasa sibuk buat kami, aku mempunyai acara hajatan keponakan ku yang akan menikah dan dia sibuk dengan latihan dan lomba. Sudah seperti terbiasa bagi kami sekarang dan sudah paham dengan keseharian kami. Mau gimana lagi? sebenarnya kami hanya melalui proses ini mengalir hanya mampu berencana namun tak bisa kami rubah, karena kita berjauhan. Dikatakan lelah ya lelah dan dikatakan cape jelas namun kami sudah terlanjur menjalani ini semua dan bila kami menyudahi sekarang pun kami sakit besok pun sama juga akan sakit. Jadi ini itulah makan buah simalakama.


"Mbak".


" Ya , hati hati dijalan ". jawabanku selalu jika dia memberikan kode seperti itu.


" Hari ini aku latihan ya ?" kata dia


" oh ya, jangan lupa makan biasanya kalau hobi dah asik bakalan lupa makan !" kataku


" iya iya. Dah mulai sibuk yah yankk?"tanya dia


"ya yank hari ini acaranya padat banget." jawab aku


" jangan cape yah yank, jangn sakit, makan yang banyak yah ?"


" Hmm biar tambah gendut yah yankk, trus cari lain?" kataku


" Nah mulai kan biar sehat yankk ,dah lah aku diam aja." kata dia


" iya lah canda lah senyum ya ..." kataku

__ADS_1


" ya udah ya aku berangkat dulu yah maaf yah kalau aku bakalan diam karena hp ada di tas ".


" ya udah hati hati yah ." jawab aku


" Miss you muachhh." selalu


" Miss you to." balas aku


Tenang rasanya walaupun ngobrol sebentar, namun jika tak ada kabar rasanya kepala mau keluar tanduk. Mungkin sederhana namun sudah bisa membawa kebahagian bagiku.


Kadangan malu juga kepada anak karena anak ku sudah dewasa bila ingat apa yang aku lakukan. Apakah itu yang orang katakan puber ke dua? Aku sendiri tak tahu.


Aku salah memang salah besar tak ada yang membenarkan perbuatan ku, namun itu itulah hati manusia yang bisa berubah dalam sekejap.


" Mba sudahi aja hubungan mba Ipeh ma Boy!" kaya anjar


" Entah lha jar." kataku


" Tapi aku ngga mau kalau nanti ada masalah aku kebawa bawa mba!" kata Anjar


"Aku tau jar, aku paham dan juga aku masih berpikir panjang." jawabku agak emosi

__ADS_1


"Bukan gimana mba tapi aku takut suami mba Ipeh menuduh kalau aku ikut ikutan." jelas Anjar


" Ngga mungkin aku akan melimpahkan kesalahan aku ke orang lain, ini masalah aku pribadi dan menjadi urusanku walaupun dirimu teman aku dan dia." kataku


Ya aku paham Anjar bagaimana pun dia berniat baik dan aku paham yang dia takutkan. Namun sepahit hubungan ku aku ngga akan melibatkan orang lain untuk menanggung salahku.


Namun jangan egois jangan menjadi hakim atas perbuatan orang lain yang belum kalian pahami, sejelek teman kalian namun lihat lah segi baik nya juga. Bukan mengungkit namun setidaknya lihat bagaimana kebaikan dia jangan hanya mencari dikala sedang butuh, walaupun Boy jauh namun dia tak pernah lupa akan teman seperjuangan dia.


" Yank, aku mundur aja yah ?" kata ku


" Apalagi ini?" kalau ada masalah pasti ngromed yang ngga jelas banget." kata dia agak marah karena tiba tiba chat yang ngga enak


"Ngga yank, cuma kesel aja kayane koh ngga ada yang dukung hubungan kita yah ?" kata aku


" Dah ngga usah dipikir yank orang kita yang menjalani ko mereka hanya menilai tanpa merasakan. Dah lah yank jangan dipikir nanti malam sakit lagi. "jawab dia


" Yaa, maaf.Jangan marah ya?" aku mulai merayu


"Ngga marah yank dah jangan dipikir yah aku lanjut kerja nanti kalau istirahat aku call." kata dia


Hanya di mulut aku aja ngomong mundur Namaun dalam hati ya aku ngga sanggup. Aku belum siap.

__ADS_1


Rasa sabar yang begitu besar yang dia beri ke aku yang mampu aku bertahan sampai sekarang. Walaupun sebenarnya sesak tiap hari. Bersabarlah semua pasti akan ada jalan keluar. Walaupun mungkin entah diwaktu kapan.


__ADS_2