
Hari yang aku harapkan tiba dimana aku bisa bertemu dengan orang yang lama sudah aku harapkan. Terima kasih ya Allah engkau telah mengabulkan doa doa ku. Walaupun akhir cerita kami hanya Engkau yang tahu namun aku percaya bahwa skenario mu lebih indah dari skenario manusia. Sebenarnya aku takut untuk semua ini, aku bahagia namun aku juga sadar bahwa keadaan ini adalah salah.Kamu bukan milik ku sepenuhnya. Aku lupa bahwa Allah telah mengatur jodoh kita....kita manusia hanya mampu berusaha dan memperjuangkan walaupun hanya lewat doa.Namun setiap berdoa namamu selalu aku sebut namun jika suatu saat kita tidak berjodoh terima kasih sudah pernah singgah di hidup ku.
" Ra ...".
" Ya mba."
" Aku mau minta tolong bisa Ra?" tanya aku
" Ya mba kalau aku bisa."
" Besok Boy ngajak aku jalan aku mau minta tolong aku ikut nitip motor ditempat mu ya?"
" Oh iya mba siap siap tak kira apa, tinggal datang aja mba kaya sama siapa?" jawab Safira
" Ya kan aku ijin dulu takut kamu pergi kan ngga enak ma mamahmu." kata aku
" Aku dirumah mba,.kalau pun aku pergi paling sebentar. Jam berapa mba?"
" Sekitar jam 9 pagi Ra."
" Ok mba siap."
Aku juga sangat berterima kasih ke Safira dia adalah teman yang paling mengerti posisi aku.
" Mbak ...." sapa dia
" Yaa...." jawab aku
" gimana ?"
__ADS_1
" ya aku tunggu ditempat Safira yah, tau kan rumah nya ? nanti kalau di lokasi call aja." kata aku
" Ya udah nanti aku kesan dan call dirimu bisar dirimu luar dulu."
" Ya udah aku otw yah aku tunggu disana.kata aku
" Y udah kita ketemuan disana yah ?"
" ok ." jawab aku
Rasa seneng, gugup, takut campur aduk. Takut jelas aku belum pernah selama menikah atau pacaran melakukan perselingkuhan bahkan janjian dengan laki laki lain. Gugup karena bagiku ini kebohongan besar, senang jelas aku akan bareng dengan dia. Rasanya seperti maling...mempunyai sesuatu bukan milik kita.
"halo yank.."
" iya ..." jawab aku
" ya aku keluar."
Aku keluar bareng safira. Disinilah pertama kali ketemu Boy dan Safira. Namun karena ke rame an mereka walaupun pertama ketemu mereka tetap seperti sudah pernah ketemu .
" Hai Ra ...gimana kabarmu ?" tanya Boy
" Hai mas, alhamdulilah sehat gimana ni kabar pasti sehatlah Sampai ke kampung halaman." jawab Safira
" iya ni akhirnya kita bisa bertemu."
" iya yah mas, tapi kalau aku itu bonus mas soale nya dicari pertama kan mba Ipeh ha..." gurau Safira
" Ya begitulah Ra , tapi aku juga seneng lah ketemu sama temen." kata dia
__ADS_1
" juga sama mantan Ra ?" kata aku Nyamber percakapan mereka
" Aku ngga ngomong yah Ra , nanti cemberut sendiri, cemburu akhirnya ngambek."kata Boy
" Nggalah , males amat cemburu mau cari juga ngga apa mumpung ada dikampung cari semua saja." kata aku agak sewot
" Hm mulai...." kata Boy
" Iya mba Ipeh koh orang cari buat mba Ipeh masih aja ngomong yang ngga ngga nanti beneran nyesel ?" kata Safira
" Kamu temen nya sapa sih Ra malahan mbela Boy." kata aku
" Dah lah ayo kita jalan keburu siang." kata Boy
" Ya ya ya ." kata aku
" Aku pergi dulu ya Ra, makasih ya ." kata Boy
" Iya mas ati ati jaga mba Ipeh ya jangan nakal lho He..." kata Safira meledek
" Tenang Ra ngga nakal palingan usil he...." jawab Boy
" aku pamit ya Ra ." kata aku
" Ya mba ati ati."
Kami pergi berdua. Kami tak tau tujuan kami mau kemana. Entahlah kami hanya mengikuti kata hati kami. Bagiku kemana tak penting asal aku bisa jalan berdua. mengukur jauhnya jalan pun aku mau, tak harus makan sesuatu tempat tak terpikir oleh aku.
Aku jadi teringat sebelum aku berangkat, aku pamit ke suami dan anak ku aku ada kumpulan untuk suatu kegiatan. Aku semalam pun sudah tidur teringat pagi ketemu dia seperti mimpi dan juga menunggu pagi bertemu dia lagi. Jika aku ingat malu ma umur dan anak sebenarnya. Namun aku tidak meminta rasa ini dan rasa ini datang dengan sendirinya. Ini mungkin jawaban kesabaran ku bertahan untuk tetap menyayangi dia. Hanya terkadang kita tidak tahu kapan jawab dari kesabaran kita akan terjawab dan di kabulkan oleh Allah. Ketika ingat kadang ingin marah dan berhenti namun akhirnya ada buah yang aku petik dari kesabaran yang aku tanam. Seperti ibarat rejeki kita tak tau kapan dan bagaimana akan datang buat kita. Semua sudah Allah atur tinggal kita menunggu waktunya.
__ADS_1