Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 4


__ADS_3

Aku dan Boy saat itu masih duduk dikelas bangku SMP dan kami adalah tetangga RT. sebelumnya walaupun kami tetangga namun kami tak saling kenal.


" yuk kita main voli" ajak aku ke Sinta


Sinta adalah teman yang rumahnya didepan rumahku. Saat sawah sudah panen oleh anak anak dijadikan tempat bermain seperti lapangan dan itu menjadi lapangan bola voli.


" Yuk" jawab Sinta serambi kita jalan menuju sawah


Disana banyak anak anak sedang bermain. Aku sebenar nya tidak bisa bermain bola voli hanya ikut ikutan saja dan hanya tim hore.


" Sin, aku ngga bisa main aku lihat aja yah ."


" Halah ngga apa kan jadi nanti sambil latihan akhirnya bisa." aja Sinta


Aku turun ke sawah dan menempatkan diri ikut latihan voli. Banyak anak yang iseng nonton dan tim sorak namun banyak juga yang main main dilahan sawah yang kosong.Maklum kami anak kampung yang belum mengenal gadget seperti anak sekarang. bermain masih bareng dengan teman laki laki dan itu masih tak berpikir untuk malu atau di anggap pacaran.


Diantara anak laki laki yang melihat adalah Boy dan saat itu dia tenyata memperhatikan aku yang main voli memakai rok.Dari situ kami mulai kenal dan dia sering main ke daerah kami.


Bulan romadhon sudah tiba, dan tradisi kami kalau selesai sholat subuh pasti jalan jalan dan tak kecuali dengan aku.


" Peh, jalan jalan pagi yuhh ?" aja Boy


" Ayuh". jawabku ke Boy


" Tapi kemana yah ?"

__ADS_1


" ikut teman teman yang lain aja ." jawab aku


" Ok. "


Aku bersama sama teman sebayaku yang juga teman sekolah ku berjalan pagi.Tak ada tujuan hanya mencari kesibukan di pagi awa bulan puasa saja.


Dari situ aku dan Boy mulai akrab. Tawa canda Senda gurau sudah terasa seakan nyaman. Aku dan dia beda umur Satu tahun dan aku lebih tua darinya namun dia bersekolah terlebih dahulu dari aku. Setiap malam dia main ke rumah dengan alasan meminjami aku buku. Hingga suatu hari dia memanggil ku. Diujung gang setapak rumahku dia mengajak ku duduk dan aku mengikuti apa yang dia katakan.


" Peh". panggil Boy


" Ya." jawabku tanpa ada pikiran ini itu


" Boleh ngga aku tanya ?"


" Tanya apa? jawabku sambil menoleh kemuka dia


tanya Boy


Dengan kaget dan dengan mata agak melotot aku menoleh menjawab dengan balik bertanya.


" Aku ?" jawab aku sambil menuding ke dadaku


sebenernya aku memang ada rasa namun gengsi aku untuk mengakuinya, jujur saja dia anak pintar putih ganteng dan baik.


" Ya kalau kamu naksir ma cinta sama aku ya ayuh kita jadian!" kata Boyy

__ADS_1


Dengan bodoh dan lugunya aku aku pun menjawab


" Ya aku mau pacaran dengan kamu!" jawabku dengan rada malu namun senang


Sejak saat itu aku dan Boy jadian. Aku anak tunggal yang terlahir dari keluarga petani biasa dan orang tuaku mendidik aku keras jadi walaupun aku dan Boy pacaran namun hanya sekedar seperti teman main namun ada rasa sayank lebih dari seorang teman.


Sore itu Boy membawa sepeda ontel milik kakek nya. Dia mengajak aku mbonceng sepeda tersebut.Indah saat itu bersepeda ditepi sawah daerah tempat tinggal kami. Diperjalanan Boy bercerita serambi mengayuh pedal sepeda.


" Peh," tanya Boy


" Ya "jawabku


" Tau ngga pertama kali aku tuh seneng sama kamu kenapa ?"tanya Boy


sambil menggeleng kepala aku menjawab


" Ngga, emang kenapa ?"


" Kamu ingat ngga saat dirimu main bola voli bersama Sinta?"


" Iya aku ingat pas pertama aku lihat dirimu."jawab aku


" Pas aku lihat kamu main voli aku tak sengaja melihat paha kamu yang putih bngt saat rok kamu tertiup angin" jawab Boy sambil tertawa


" Oh jadi kamu suka ma aku cuma karena lihat paha aku yang putih ?" jawabku sambil nahan malu.

__ADS_1


" Tapi kan kamu pakai celana pendek sayangnya ....ha" canda Boy lagi keaku


Bahagia sekali kala walaupun hanya berkeliling dengan sepeda ontel yang menjadikan sebuah kenangan buat kita .


__ADS_2