Cinta Sebatas Udara

Cinta Sebatas Udara
episode 100


__ADS_3

Aku ambil air wudu .....berserah berpasrah berusaha iklas dan kuserahkan semua kepada yang kuasa. Serasa beban aku begitu berat, namun aku percaya aku mampu dan bisa melewati ini semua.


" yank.."


"yaaa...."


" aku pingin jalan jalan keluar bareng dirimu."


" ayo, kapan?"


" terserah dirimu yank tapi jangan menganggu jam kerja dirimu ."


" Nanti aku pulang lebih awal yank, jadi disini siap siap aja."


" ok yank makasih atas waktunya."


Hari ini aku ingin menghilangkan penat yang ada dipikiran aku dan juga aku ingin melatih seharian ini tanpa junior. Aku bersiap memompa ASI aku untuk persiapan saat aku pergi bersama Boy.


" Ibu...."


" ya ada apa Peh?"


" Aku mau minta ijin pergi dengan Boy dan aku nitip Junior kepada ibu. Boleh kah Bu?"


" Pergilah Peh .....biar ibu jaga junior buat kamu ."jawab ibu

__ADS_1


" terima kasih Bu atas perhatian ibu."


Aku bersiap siap agar tak terlalu lama Boy menunggu aku bersiap ganti namun siap jika dia menjemput aku.


Jujur sedih sekali baru pertama kali ini aku pergi dari Junior setelah beberapa bulan umur Junior. Sebenarnya Boy mengajak agar junior dibawa namun tujuan aku beda Karen ingin bersiap saat aku jauh dari anak aku.


Bunyi mobil sudah terdengar didepan rumah aku langsung berpamitan kepada ibu. Aku kecup cium junior.


" ibu aku pamit dulu ...aku nitip Junior Bu."


" ya pergilah dan hati hati dijalan."


Aku berlalu dibalik pintu. Memang ini masih awal dan Boy hari ini tidak berkerja namun ijin hanya mengontrol anak buah saja.


" Kita mau kemana yank?" tanya Boy


" Ok siap."


kami melaju dengan kecepatan sedang. kami mengobrol masalah pekerjaan dan kami sesekali bercanda. Menghilangkan penat aku sesaat.


Sesampai di danau aku berjalan jalan dipinggiran dan aku duduk di sebuah gasebo. Terdiam aku memandang jauh gedung gedung bertingkat didepan aku. Tak terasa air mata aku jatuh.


" Yank ada apa ?katakan yank dan tiba tiba kamu pingin jalan jalan tanpa ajak junior?"


Aku memeluk boy dan menangis sejadinya Tanpa berkata apa apa hanya cegukan yang keluar dari mulut aku.

__ADS_1


Dia memeluk aku dengan eratnya agar tangisnya hanya dia yang merasakannya. Belaian tangan dia sebagai tanda bahwa dia ada buat aku dan menyayangi aku. Setelah tangis aku reda aku mulai mengusap dengan tisu dan tersenyum.


" udah yank... bagi beban kamu dengan aku jangan kamu beban kan semua dipuncak kamu karena aku ingin berjalan bersama kamu."kata Boy


" iya yank terima kasih atas semua nya ...terima kasih untuk sayang dan perhatian kamu untuk aku dan untuk si kecil."


" Yankk...kamu itu juga bagian aku juga dengan junior anak aku ngga mungkin aku abaikan! Sebisa mungkin aku akan selalu jaga kalian berdua."


" Aku ingin merasakan jauh dari junior sebelum aku pulang ke kampung. Ternyata berat aku harus meniggalkan orang orang tersayang dan juga jika aku disini pun aku meniggalkan orang orang yang aku sayangi juga. Aku dilema yank!


Aku kehilangan arah dan entah aku harus mengikuti arus yang mana aku bingung. Andaikan aku bisa belah dua pasti itu akan adil. Dan tenyata aku melukai orang orang yang sayang pada aku."


" Ya aku paham, aku tau posisi kamu yank, tidak akan ada orang yang bener benar sanggup dan kuat jika bukan karena ketulusan dan keiklasan.pada dasarnya. Aku beruntung memiliki kamu yank, kamu kuat kamu bisa walaupun aku tau dalam batin mu menjerit."kata Boy


" jika nanti aku kembali apakah kamu masih menerima aku sebagai seorang yang kamu sayangi dan sebagai ibu dari junior?"


" yank jangan ngomong yang ngga ngga yank.


Aku tetap.ada dan membuka kedua tangan aku buat kamu. karena sebelum kamu disini pun aku akan selalu ada buat kamu." jawab Boy


"Terima kasih yank, beruntungnya aku bertemu kamu lagi dan tak akan ada kata menyesal karena semua adalah takdir dari kuasa dan aku bisa melaluinya karena Allah menunjuk aku untuk menjalani ini semua."


" Ingat yank...Boy yang kamu kenal dulu bukan lah Boy yang sekarang. Insayllah aku akan tetap sayang kekamu karena kamu adalh cinta sejati aku."


" terima kasih yank ...."

__ADS_1


Senja sudah mulai datang dan kami sudah lumayan lama berada di taman, dan Boy mengajak aku makan dan belanja sebelum kami pulang kerumah. Pikiran aku sudah tak tenang walaupun mungkin tak ada telpon atau wa dari ibu yang memberi tahu bahwa junior rewel.Kami pulang setelah begitu banyak aktifitas yang kami jalani hari ini. Kami pulang disambut oleh ibu dengan mengendong junior yang tengah tidur.


__ADS_2