
Akhirnya yang ditunggu tunggu memberikan kabar. Aku paham walaupun sebenarnya aku sebagai mana umumnya kadangan ada rasa lelah dan lelah. Entahlah rasa ini yang membuat aku menjadi menjadi hilang akal. Penantian yang begitu panjang yang tidak akan tau ujungnya kapan.
" yank."
" ya." jawab aku
" aku dah diluar lokasi gimana bisa ketemu ngga ?"
" ya tunggu bentar yank, aku ada temen."
" ok."
Aku yang sedang ngobrol asik dengan Sri akhirnya harus menyudahi obrolan kami.
" Sri aku minta maaf yah aku ada saudara yang pingin ketemu aku."
" oh ya mba ngga apa besok kita kan bisa nyambung lagi." kata Sri
" Ok kalau begitu aku keluar dulu yah."
" ya mba santai aja."
Akhirnya Sri kembali ke mes dan aku keluar untuk bertemu dengan Boy. Aku mencari dimana mobil Boy parkir dan dia membunyikan klakson mobil memberikan isyarat keberadaan dia. Aku menghampiri dia dan kami mengobrol didalam mobil. Disaat kami mengobrol hp dia berbunyi ternyata dari istrinya.
Rasa cemburu tiba tiba membuat hati aku gelisah. Aku diam seketika itu namun Boy tahu dari wajah aku yang langsung diam. Sebenarnya aku diam karena aku menghormati dia ketika dia sedang ngobrol bersama istrinya. Namun tak aku pungkiri mungkin tak bisa aku bohongi rasa cemburu begitu nyata. Istrinya bertanya dia ada dimana, wajarlah sebagai istri mempertanyakan keberadaan sang suami.
" Yank." panggil dia
" ya." jawab aku
Dia memegang tangan aku serasa dia tahu yang aku rasakan. Aku hanya menoleh
" Maaf yank tadi istri bertanya aku dimana?"
" ya ngga apa, sekarang pulanglah dirimu daripada istri khawatir."kata aku
__ADS_1
" bentar yank, aku masih pingin ngobrol sama kamu yank. Kamu marah yank?"
" nggalah yank, aku ngga punya hak buat marah kalau istrimu yang call." kata aku lirih
" jangan kaya gitu yank, senyum lah."
Aku senyum tipis namun tak menutupi bahwa aku masih cemburu.
" Maaf sayank, aku merepotkan dirimu." kata aku
" yank, nggalah ko ngomong gitu? aku seneng sayang ma dirimu jadi kalau aku bisa ya aku pasti ada buat dirimu." kata dia
Aku tersenyum sambil menoleh dia dan dia mulai bercanda dengan mengelus pipi aku.
Kami mengobrol ringan sambil bercanda menghilangkan ketegangan kami. Dan disaat tak disangka saat kami berhadapan dia menarik tangan aku dan akhirnya dia mencium bibirku. Aku melotot sambil terdiam kaget. Ya Allah mimpi kah aku ?
Aku hanya terdiam sambil mengikuti alur yang sedang berjalan ini. Kalau pun bisa hentikan lah waktu ini ya Allah.
Setelah dia melepaskan ciuman itu dia melihat aku dan berkata
" Ya yank." kata aku sambil masih pikiran kemana dan mulut jawab apa
" Aku spontan yank, aku kangen banget yank setelah sekian lama ini baru waktu kita bisa punya waktu yang free."
" Ya yank aku juga seneng yank namun maaf aku juga kaget dan seperti mimpi bahwa aku saat ini bersama dirimu duduk berdua dan di negara mu.
" ya aku ternyata kalah yank, setelah aku bertemu dirimu aku juga ngga bisa melawan perasaan bahwa aku juga sayang banget kedirimu." kata dia
" ya sudahlah yank mungkin wajarlah karena kita juga manusia biasa yang punya rasa dan nafsu asal kita tak berlanjut ke yang lebih dalam." kata aku
" ya yank makasih ya dirimu selalu mengerti aku."
" sama sama yank, kita sama sama mengingatkan aja jangan bosen. Ya sudah
yank pulanglah sudah agak malam nanti ditunggu istri mu lagi, aku ngga enak."
__ADS_1
" tapi aku masih kangen dan pingin ngobrol ma dirimu."
" Besok besok kan masih ada waktu buat kita ngobrol yank. Juga kan dirimu kerja besok kalaupun kita kangen kan kita sudah dekat!" kata aku
" ok ok aku pulang. Dirimu jaga kesehtan kalau dirimu kurang apa kabari aku yah? kalau aku bisa pasti aku akan langsung datang atupun tunggu aku pulang kerja. Jangan keluar sendiri yah kalau belum paham daerah sini." kata dia
" iya iya aku inget nasehat dirimu. Ya udah sana pulang lah."
" hm dah bosen yah? ya ya aku pulang.
" siapa juga yang bilang Bosen. kalau bole mlahan aku tahan ngga boleh pulang, apa disini bisa?"
" Masa yank, beneran? besok besok kita obrolin yah. aku pulang dulu. kata dia
" ya hati hati yah yank. langsung istirahat makan jangan telat."
" Lho kok aku ngga tanya kamu dah makan apa belum?" maaf aku lupa yank
" Ngga apa lah nanti aku cari sendiri itu kan banyak warung makan." kata aku sambil senyum
" ngga aku beliin dulu makan dibungkus aja apa mau makan bareng ma aku?"
" nggalah bungkus aja kasihan ma istri mu nunggu lama yank gampang besok besok kita makan bareng." kata aku
" ok janji yah?" kata dia
" iya iya aku janji, apa mau aku masakin he...." aku meledek
" iya yank aku pingin besok besok masak ditempat ibu yah."
"hm yah dirimu bilang dulu kalau aku dah disini dan main dulu aja pas aku libur yah."
" ok yank siap."
Aku pamit turun dari mobil, serasa berat banget kaki bergerak. Namun itu harus aku lakukan. Sebelum aku turun dari mobil dia membelikan aku makanan dan cemilan.
__ADS_1
Ya Allah lindungilah laki laki yang ada didepan ku ini aku menyayangi dia dengan ketulusan aku.