
Pesta malam perkenalan mahasiswa baru dimulai. Aula utama di Clarisse Hotel sudah tampak ramai tamu undangan, yakni mahasiswa baru tentunya. Beberapa ada senior yang sudah tiba, itupun hanya dari kalangan senior teladan dan pengisi acara. Ada club musik, dancer, penyanyi dan pengisi acara lain, itu semua dari berbagai komunitas yang ada di kampus tentunya.
Ada juga penyanyi terkenal ibukota yang mengisi acara malam ini, serta boyband dan girlband yang baru digemari oleh kalangan muda.
"Olivia..."
Olivia menoleh ke arah suara yang sudah cukup dikenalnya, siapa lagi kalau bukan Sherryl.
"Olivia, loe cantik banget." Ucapnya dan memegang tangan Olivia.
"Sherryl, loe juga sangat cantik. Perfect!" Senyuman Olivia yang memang tampak memuji Sherryl.
"Kenapa loe baru datang? Acara udah dimulai setengah jam yang lalu."
"Gue tadi masih ada urusan, tapi yang penting, sekarang gue udah datang." Balasnya.
"Ayo ikut gue, kita gabung sama lainnya. Ada teman satu jurusan, ayo gue kenalin sama mereka." Tangan Sherryl yang sudah memegang lengan Olivia, jadinya cukup terpaksa mengikuti ajakan Sherryl.
Acara begitu meriah, tak terasa sudah 2 jam berlalu dan acara hampir selesai. Si manis Sherryl lebih banyak mengobrol dengan yang lain, sedangkan Olivia hanya fokus pada pengisi acara pesta malam ini.
"Kalian semua pasti sudah tidak sabar lagi, dan menantikan Boyband selanjutnya. Kali ini yang akan tampil sangat berbeda dari Boyband lainnya." Suara Gabrielle begitu nyaman di telinga dan MC Pria juga menyambung perkataan Gabrielle, bahwa akan ada Boyband dari kampus yang membuat kejutan.
"Pasti kalian sudah tidak sabar kan?!" Gabrielle masih memandu dan MC Pria memberi sedikit bocoran, seperti apa Boyband kampus yang akan mengguncang acara malam ini.
"Kalau dibilang Boyband katanya bukan, tapi mereka seperti Boyband terkenal."
"Benar Gabrielle, mereka sebenarnya bukan Boyband. Tapi kali ini, mereka akan tampil layaknya Boyband K-pop."
"Wah, pasti seru ya."
"Tadi aku udah lihat style mereka. Keren banget!" Ucap MC Pria, yang penuh memuji.
"Emz, aku jadi penasaran." Sambung Gabrielle sambil memandang ke MC Pria.
"Baiklah, dari pada kita semua penasaran. Ini dia, FGFC."
Suara riuh dan memecah aula utama Clarisse Hotel malam ini.
"Emz, Zen-zen." Olivia menjadi tersenyum dan ikut mendekat, saat para mahasiswa baru lebih mendekati panggung acara dan suara tepuk tangan serta sorakan yang begitu gemuruh.
"Olivia, Loudy sama Master keren banget." Ucap Sherryl yang tak berkedip saat melihat Loudy.
Olivia hanya tersenyum saat melihat calon suaminya itu bernyanyi dan menari, layaknya Boyband K-pop.
"Tadi bilangnya mau pulang,.. Emms malah naik ke panggung." Batin Olivia, tapi dia masih tersenyum saat melihat Zenno ternyata serba bisa. Tidak seperti dirinya, yang kurang aktif dalam segala bidang.
"Dasar kucing nakal, bikin riuh aja." Olivia tidak masalah hampir semua gadis meneriaki dia, apalagi Bella dan dayang-dayangnya.
"Olivia, gue seneng banget." Ungkap Sherryl, saat selesai merekam Loudy. Dia hanya fokus ke arah Loudy.
"Loudy emang keren." Ucap Olivia, dan kembali menjauh dari panggung acara.
Bella dan dayang-dayang pergi dari aula, mereka mengejar Zenno ke ruang tata rias.
"Loe nggak video mereka tadi?" Tanya Sherryl yang seolah Olivia begitu cuek dan hanya tersenyum saat melihat penampilan FGFC.
"Buat apa, mereka bukan aktor terkenal." Jawabnya dan berjalan untuk mengambil minuman.
__ADS_1
Sherryl masih berjalan mengikuti Olivia, tapi dia tidak henti mengelus foto Loudy dalam layar ponselnya.
Olivia yang sudah memegang gelas berisi minuman soda, lalu berkata "Gue ngerti loe suka sama Loudy, tapi nggak usah segitunya. Ini minum dulu."
"Kita ke ruang ganti yuk, gue mau minta tanda tangan FGFC."
Olivia menggeleng dan tidak suka dengan ajakan Sherryl itu. Apalagi harus bertemu Zenno, apa kata Zenno nantinya.
"Loe pergi sendiri gieh."
"Ayolah, temenin gue."
"Nggak mau."
"Ayo...." Sherryl tetap menarik paksa Olivia, dan akhirnya dia dengan cepat meletakan gelas minuman di sebuah meja yang dia lewati.
Setibanya di ruang ganti, disana sudah ada Bella dan dayang-dayangnya. Ada juga beberapa gadis lain, yang mencoba untuk meminta foto bersama. Teman Zenno sangat senang, tapi tidak bagi Zenno dan Loudy yang terkesan angkuh.
"Zenno, gue mau ngomong penting sama loe." Bella memegang lengan Zenno dan Olivia melihat dari kejauhan. Tapi, Zenno belum tahu kalau dari tadi Olivia sudah mengamati dia.
"Olivia, ayo!" Sherryl tetap menarik lengan Olivia, agar ikut masuk ke ruangan itu.
Zenno masih belum sadar kalau Olivia sudah ada di dekat dia. Dari tadi dia hanya menunduk dan menggeleng atas ajakan Bella.
"Haii Kak..." Suara Sherryl yang nyaring, cukup membuat Loudy dan Zenno menatapnya.
Beberapa gadis lain sudah pergi, dan rekan Zenno juga sudah mendekatinya, tinggal Bella dan dayang-dayangnya.
Olivia pura-pura tidak menatap Zenno dan mengalihkan pandangannya. Zenno berdiri dan menatap Bella, lalu berkata "Sorry, gue mau ke toilet dulu."
Akhirnya Bella melepaskan lengan Zenno begitu saja, dan wajah Bella begitu masam.
Loudy juga masih diam, dan tampak cuek, tapi dia mau tanda tangan. Berbeda dengan Vino, Joy dan Ken, mereka sangat senang bila bertemu dengan gadis-gadis dan para fansnya.
"Ini, udah." Ucap Loudy dan memberikan kaos Sherryl.
"Terima kasih Kak Loudy." Ucapnya dan Olivia hanya diam saja.
Sherryl menyenggol Olivia dan berkata "Loe nggak minta foto?"
Olivia hanya menggeleng saja dan ada rekan Zenno yang menatap dia.
"Terima kasih Kak." Ucap Olivia dan menarik tangan Sherryl untuk pergi.
Sherryl masih saja menoleh ke arah Loudy.
"Itu cewek kayak pernah lihat." Ucap Vino.
"Siapa?" Ken bingung
"Yang barusan tadi, yang diam aja. Kayak pernah lihat dimana gitu."
"Hems, yang pasti di kampus kemarin."
"Iya, bener juga loe."
Mereka lalu berganti baju dan Zenno keluar dari toilet berpapasan dengan Olivia.
"Hai Kak Zenno. Aku mau minta tanda tangan." Ucap Sherryl dan Olivia hanya bersedekap di sebelahnya.
Zenno tampak cepat menandatangani kaos itu, karena tinggal Zenno yang belum ada tanda tangannya. Sherryl sudah menyiapkan kaos itu, dan sudah mendapat banyak tanda tangan dari para artis pengisi acara itu.
__ADS_1
"Sudah." Ucap Zenno dan Sherryl berkata "Terima kasih Kak."
"Kamu nggak minta tanda tangan?" Tanya Zenno dengan senyuman dan Olivia bingung, kenapa bisa Zenno bilang kamu.
Tapi Sherryl tidak memperhatikan itu, Olivia juga hanya menggeleng dan matanya tampak melotot. Zenno mulai tersenyum.
"Sherryl, ayo balik ke aula." Olivia menarik tangan Sherryl begitu saja.
Zenno tampak menggeleng dan menghembuskan nafasnya.
"Olivia, Olivia." Gumamnya dan kembali ke ruangan untuk berganti baju.
Setelah semua berganti baju, Zenno menunggu Olivia yang tak kunjung menghubungi dia.
"Zen, kita bareng loe."
Zenno menggeleng, dan Loudy mulai tersenyum.
"Kita bertiga masak harus naik taxi lagi."
Zenno hanya mengangguk, Loudy lalu merangkul Vino "Loe mau nebeng gue?"
Vino mengangguk dan kedua teman yang lain mulai bingung.
"Tapi gue nggak bawa helm. Terus, kita beda arah." Ucapnya yang mengesalkan.
Vino menjadi melotot dan dia menganggap tidak setia kawan.
"Kalian keterlalun."
Tidak lama ponsel Zenno bergetar, dan Zenno berkata "Gue balik duluan. Bye bye."
"Sialan to anak, kita beneran di tinggal." Ucap Joy dengan kesal.
"Loud, emang beneran Master kita punya calon bini?" Tanya Ken yang penasaran.
Loudy hanya menjawab dengan ekspresi wajah seolah tidak tahu dan mulai berjalan pergi.
"Ayo kita naik taxi aja." Ajak Vino dan Ken merangkulnya, mulai berjalan ke arah lobby hotel itu.
Olivia sudah punya tempat janjian dengan Zenno, jadi teman-teman kampus tidak akan tahu. Tapi, disisi lain ternyata ada yang membututi mobil Zenno.
Olivia yang sudah berganti baju di toilet Hotel, jadi dia tidak mengenakan gaun lagi. Dia lebih terlihat tomboy, saat memakai kaos di lapisi jaket kulit, bahkan dia memakai topi.
"Zen-zen, kamu lama."
"Aku nungguin kamu telfon dulu. Tahu sendiri gimana teman-temanku."
Olivia mulai memasang sabuk pengawan dan Zenno seperti melihat ada mobil yang dari tadi mengikuti mobilnya.
"Olivia, kamu percaya sama aku?"
"Hemms, emang ada apaan?" Sedikit penasaran.
"Udah, kamu tenang aja. Kamu lebih baik tidur. Nanti kalau sudah sampai, aku bangunin kamu." Jawabnya.
"Ada apa?" Tapi Olivia masih tampak santai.
"Udah, kamu tidur aja." Ucap Zenno dengan santai, dan dia melajukan mobilnya begitu cepat.
🤗 Terima kasih untuk jempolnya 🥰😘
__ADS_1