COUPLE UNIK

COUPLE UNIK
Pernikahan Kilat Dinda Dan Erick


__ADS_3

Lima hari berlalu, setelah melamar Dinda kepada Papanya, Erick dan Dinda resmi menikah di catatan sipil. Mereka sah secara keyakinan dan hukum. Meskipun hanya tiga hari persiapannya. Tapi, bukan masalah, karena ini permintaan Dinda. Sebelum Gery lebih dulu menikahi Marcella. Dinda ingin menikah lebih dulu.


Dugaan Dinda ternyata benar, Marcella hamil dan tanggal pernikahan yang ditetapkan Dinda waktu itu, malah akan menjadi tanggal pernikahan Marcella. Awalnya keluarga Gery menolak keras, tapi Monica telah memohon kepada keluarga Gery. Itu juga berkat Dion. Akhirnya, mereka setuju. Dengan syarat, kalau Gery serta Marcella harus tinggal bersama mereka. Agar kedua orang tua Gery bisa mengontrol tindakan Marcella.


"Terima kasih sudah menerima saya." Ucap Erick yang masih kaku.


"Erick, siapa aku?" Dinda yang masih mengenakan dress putih dengan gaya classic mendekati Erick dengan tatapan yang begitu nakal.


"Anda istri saya." Jawabnya.


"Ya sudah. Kalau gitu, kita pergi dari sini." Ucap Dinda, yang mengerti suaminya masih kaku.


Mereka hanya berdua, setelah asisten Erick ke mobil. Keluarga tidak ada yang datang ke pernikahan mereka.


4 hari lalu, Olivia yang mengusulkan kepada Erick, agar melamar Dinda dengan romantis di sebuah Hotel mewah dan apapun jawaban serta permintaan Dinda. Erick harus menuruti Dinda. Akhirnya, pernikahan ini terjadi begitu kilat.


"Erick, bagaimana aku harus memanggil kamu?" Tanya Dinda, dan sang asisten yang mengendarai mobil itu, tampak tersenyum dalam hati. Asisten itu juga yang mengurus semuanya dan dia juga sebagai saksi untuk pernikahan mereka.


"Apa maksud anda?"


"Erick. Kita suami istri. Jangan buat aku malu." Dinda yang merasa tidak senang.


"Bos, maksudnya Nyonya Bos itu panggilan sayang." Sahut asistennya.


Erick merasa masih canggung, karena dia masih belum mengerti.


"Emz. Iya. Sayang." Ucap Erick dan Dinda tersenyum manis.


Dinda menunjukan ponselnya dan menjadikan nomor Erick di posisi pertama, lalu menulisnya dengan nama Suamiku Sayang.


Erick tampak berdebar dan tersenyum. Lalu Dinda berkata "Aku tidak masalah, karena kita baru kenal. Aku juga akan berusaha untuk mengenal kamu lebih dekat."


Duduknya bergeser lebih mendekat ke Erick, lalu berkata "Seperti ini." Ucap Dinda, dan merangkul lengan tangan Erick, bahkan Dinda menyandarkan kepalanya.


Erick berkata "Aku juga akan berusaha, untuk membahagiakan kamu."


Erick sudah lebih rileks dan asistennya ikut bahagia melihat Erick yang sudah memiliki istri. Bahkan, ada sosok yang bisa diajak berbagi cerita.


"Asyiik, gue jadi bisa malam mingguan." Batin asistennya dengan senang. Nantinya, tidak ada lagi malam minggu terhalang Bos single.


"Bos, kita ada persiapan event. Nyonya Bos mau ikut?"


Dinda lalu berkata "Jony, saya pulang ke apartemen aja. Mau packing."


"Jon, antar kita pulang ke apartemen dulu. Kita harus kasih kejutan sama Chilla." Ucap Erick dan asistennya mengerti.


Walaupun baru kenal beberapa hari, Dinda tampak dekat dengan Chilla. Erick juga sudah menceritakan semuanya, dan Dinda cukup mempertimbangkan alasan Erick saat berniat menikahinya.

__ADS_1


"Sayang, ayo masuk." Dinda yang tidak canggung saat memanggil itu, bahkan dia lebih dulu memegang lengan tangan Erick. Lalu, Erick mulai berusaha untuk lebih membuka diri dan perasaannya.


Setidaknya, pacaran setelah menikah dan dia mulai merasa kalau dirinya memang harus berpacaran dengan Dinda. Kencan, makan malam, nonton, dan lain sebagianya, layaknya pasangan muda yang sedang berpacaran.


"Kenapa gelap begini?" Tanya Erick.


Tiba-tiba lampu menyala.


"Kejutan!!!" Teriak Olivia berserta Oma dan Julia.


Dinda tersenyum dan tampak menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ruang tamu apartemen itu ternyata sudah dihias tim dekorasi ternama, dan itu atas pilihan oleh Olivia dan Julia.


"Oma." Dinda yang menerima pelukan sang Oma. Air mata Oma menetes lembut, kabar pernikahan Dinda yang tiba-tiba membuat Oma begitu takjub. Rasanya tidak percaya, tapi berkat Olivia, akhirnya Oma merestui pernikahan ini.


"Udah dong, Oma jangan nangis." Ucap Dinda dan sang Oma juga mengusap air mata yang menetes di wajah Dinda.


Bagaimanapun, hari ini Dinda resmi menjadi istri. Ternyata keluarganya juga turut bahagia atas pernikahannya, bahkan Adik dan Tantenya juga sudah menyiapkan dekorasi, kue dan serba bunga mawar kesukaannya.


Berganti Olivia memberikan buket bunga mawar putih, dan berkata "Kakak Happy Wedding. Semoga Kakak selalu bahagia bersama Kak Erick. Oliv, turut bahagia."


"Terima kasih Adikku sayang." Balasnya dan saling memeluk. Erick tersenyum dan Oma mendekatinya.


"Oma, saya Erick. Mohon restunya." Erick mencium tangan sang Oma.


"Pemuda yang tampan. Semoga kalian berdua berlimpah kebahagiaannya."


"Terima kasih Oma." Ucap Erick dan Oma begitu bahagia saat memandangi Erick.


"Emh, Tante Julia. Terima kasih banyak." Dinda cukup terharu dan memeluk Julia.


Disisi lain, Olivia mendekati Erick. Lalu dia berkata "Kak Erick. Selamat atas pernikahan Kakak."


"Terima kasih." Balas Erick.


"Kak Erick, tolong jaga Kak Dinda. Buat dia bahagia dan jangan biarkan Kak Dinda menderita."


"Pasti Olivia. Kakak akan berusaha untuk membuat Kakak kamu bahagia."


Olivia memberikan sebuah kotak hadiah, dan berkata "Ini khusus buat Kak Erick dari Olivia."


"Apa ini?"


"Emh, jangan dibuka disini."


"Owh, oke. Terima kasih untuk ini."


Suasana jadi haru, asisten Erick yang memberitahu Olivia soal pernikahan ini.

__ADS_1


"Kak Dinda." Suara Chilla yang manis dan semua menoleh ke arah Chilla.


"Sayang,... Kamu sudah pulang sekolah." Ucap Dinda seraya memandanginya.


"Memangnya benar, Kak Dinda sudah menikah dengan Om Erick?"


"Iya sayang." Dinda memeluknya dan Chilla bertanya "Beneran? Jadi Kak Dinda tinggal sama Chilla?"


"Iya, Kak Dinda akan tinggal sama Chilla."


Chilla lalu berkata "Chilla mau sama Kak Dinda. Mau main sama Kak Dinda."


Dinda tersenyum, lalu berkata "Ayo, sini. Kak Dinda kenalin sama Kak Olivia."


Chilla selalu mendengar tentang Sang Tuan Putri Olivia.


"Jadi ini, Tuan Putri Olivia?" Tanya Chilla dan Olivia bingung. Dinda tampak tersenyum dan begitu nakal terhadap Olivia


"Hai, Chilla. Nama Kakak Olivia. Tapi Kakak bukan Tuan Putri."


"Tuan Putri Olivia sangat cantik. Chilla juga mau seperti Tuan Putri Olivia, yang dijodohkan sama pangeran."


Olivia melirik ke Dinda dan matanya berkedip-kedip.


"Apa Kak Dinda yang bercerita begitu?"


Chilla mengangguk, lalu berkata "Iya, Kak Dinda juga cerita. Kalau Tuan Putri Olivia, masih menutupi identitasnya selama di kampus."


"Aduh, Kak Dinda ngapain juga cerita begitu." Batinnya yang bergoyang.


"Chilla sayang, itu cuma dongeng. Jadi itu bukan Kakak. Ini Kak Olivia Adiknya Kak Dinda."


"Owh, begitu. Yang punya boneka Hellokitty?"


"Iya, benar. Yang punya boneka Hellokitty."


Semua yang mendengar itu, dan Oma mendekati Dinda, lalu bertanya "Apa maksudnya, Olivia menutupi identitasnya?"


"Oma, Olivia di kampus nggak mau dikenal anaknya Direktur Dion. Jadi, Olivia kalau ke kampus naik taxi dan bergaul juga menutupi dirinya." Bisik Dinda.


Oma tampak menggeleng dan Julia mengerti apa yang dilakukan Olivia bukan semata-mata hanya itu. Tapi, Olivia memang ingin belajar melihat dunia luar. Tidak seperti, dikala Olivia bersama keluarga Amarta.


Setelah perkenalan antara Erick, Chilla dan keluarga Amarta. Mereka semua tampak berfoto bersama. Ternyata ada photografer ternama dan itu sudah dipersiapkan oleh Jony, asisten Erick.


Jony yang merencanakan semua ini bersama Olivia. Setelah berfoto dan mereka semua tampak bahagia, dihari bahagia ini.


Happy Wedding Dinda & Erick.

__ADS_1


Selamat berbahagia 😍



__ADS_2