COUPLE UNIK

COUPLE UNIK
Pertandingan CFF Yang Mendebarkan


__ADS_3

Sabtu siang di Tech Media, event telah di mulai. Suasana arena Esport Tech Media begitu ramai dengan suara sorakan dari kedua kubu pendukung, begitu pula dengan para fans dari kedua Tim itu, dan yang paling banyak fans tetaplah Master Zen-zen.


Tampak para gadis yang begitu riuh dengan membawa nama dan tulisan yang membuat para Tim FGFC begitu bersemangat. Tapi tidak untuk Zenno, beberapa hari tidak pulang ke rumah dan dia ternyata juga salah paham dengan Olivia.


Beberapa hari lalu, Olivia yang telah dijemput asisten Erick di kampus, itu membuat Zenno kesal dan akhirnya pergi ke base camp dan hanya meninggalkan tulisan, kalau dia akan tinggal di base camp selama beberapa hari sebelum hari pertandingan CFF.


Olivia mulai tampak kesepian, bahkan Olivia tidak bisa berbuat sesuatu. Rumah sudah tampak kotor, dia diam saja, karena Zenno pernah melarangnya agar tidak membersihkan apapun. Bukannya rumah jadi bersih, tapi selalu ada hal lain. Vas kaca pecah karena tersenggol, waktu ngepel lantai jadi licin bukannya kesat, dan apalagi di dapur. Bisa-bisa dapurnya jadi berantakan, dan tidak karuan.


"Kapan dia pulang? Apa aku harus ke Tech Media?"


Walaupun arena Esport sudah riuh, acara belum di mulai dan Olivia masih tampak ragu.


Zenno masih ruangan Tim FGFC dan tampak diam. Vino serta yang lain, begitu berdebar memikirkan pertandingan nanti.


Inilah yang sudah di tunggu-tunggu. Ternyata jadwal yang seharusnya minggu depan, jadi dimajukan lebih cepat, tapi tidak masalah untuk Tim FGFC.


Setelah beberapa saat diberi arahan oleh panitia acara Event itu, mereka semua bersiap. Sudah 30 menit di ruangan itu, dan waktunya mereka masuk ke arena pertandingan.


"FGFC menyerang!!" Suara kompak dari Tim FGFC, lalu mereka berjalan menuju arena pertandingan.


Zenno yang tersenyum, tapi dia begitu risau. Setelah berjalan dan mulai masuk arena itu, dia sangat bersemangat atas sorakan para pendukungnya.


"Zen-zen, semangat! Aku disini, aku akan mendukungmu." Batin Olivia yang sudah tampak di kursi penonton. Olivia yang memakai hoodie milik Zenno dan topinya, dia tetap memakai masker. Agar para teman kampusnya, tidak tahu kalau dia juga ikut menonton. Terutama kalau Sherryl sampai tahu, bisa-bisa dia tidak bisa diem menggoda Olivia.


MC acara yang begitu bersemangat dan mulai memperkenalkan kedua Tim yang akan bertanding. Kedua Tim yang hebat dan mereka sama-sama memiliki strategi yang luar biasa.



"FGFC!!" Suara riuh, sorakan dari para pendukung.


"TXF!!" Suara dari para pendukungnya.


Kedua tim sudah siap bertanding, Erick dan para petinggi Tech Media sudah tiba. Mereka duduk di kursi VIP. Erick memberi tepuk tangan, saat mereka sudah masuk ke ruang gamer. Zenno telah mengatur anggotanya dan Loudy bertindak sebagai penyerang depan.


"Semua, siap!" Ucap Zenno.


"Siap!" Suara yang begitu kompak.


Pertandingan CFF, cukup memacu adrenalin, bukan hanya pemain yang berdetak lebih cepat. Tetapi, para penonton juga merasakan hal yang sama. Terutama Olivia, baru kali ini dirinya merasakan hal seperti ini.


"Zen-zen, kamu harus menang!" Batin Olivia yang mendekap kedua tangannya dan rasanya benar-benar gugup. Telapak tangannya mulai berkeringat, seolah dia ingin berteriak menyemangati Zenno.


Zenno masih memimpin, tapi Joy sudah terkena tembakan dan sudah keluar. Tinggal 4 anggota Tim yang masih bertahan dan Zenno mengarahkan Ken untuk menembak lawan dari sisi atas.


Ken menggiring char untuk ke atas dan Loudy bersiap menyerang lawan. Dengan gesitnya, karakter Loudy menembak lawan.


Shoot!


Zenno tersenyum akan hal itu, dan dia begitu cermat menghalau lawan. Zenno terkenal penyerang akhir yang mematikan.


"Vino masuklah ke gudang, aku yang akan menembak Bat-Night." Suara Zenno yang percaya diri.


Waktu tinggal beberapa menit lagi dan Vino menghalau lawan sampai dia tertembak. Loudy menggiring charnya dan lawannya tinggal 2 anggota yang tersisa. Tapi kedua anggota itu begitu handal. Tim FGFC masih tersisa 3 anggota.


Setelah bersitegang antara kedua kubu, Ken juga tertembak. Akhirnya tinggal Zenno dan Loudy. Mereka sama kuatnya dan Loudy mulai menembak.


"Shoot!!!"


Desingan peluru Loudy begitu epik, tapi ternyata keduanya tertembak.

__ADS_1


Hanya tersisa Zenno sendirian dan dia melawan ketua Tim TXF.


"Aku tidak akan menyerah!!!" Zenno dengan gerakan sama lincahnya dan detik-detik pertandingan.


"Dassh!!!!"


Suara desingan peluru begitu dahsyat, akhirnya mematikan lawannya dan FGFC menjadi pemenangnya.


"FGFC!!!"


"Master Zen-zen!!!!"


Suara gemuruh dari penonton begitu menggelegar. Zenno yang berdiri dengan spontan dan anggotanya memeluknya.


"Zen-zen, aku terharu." Olivia dengan suara lembutnya dan dia menangis.


Baru kali ini menonton CFF dengan serius. Olivia baru mengerti, begitu pentingnya pertandingan itu bagi FGFC.


"Selamat untuk kalian, FGFC." Ucap Olivia dan mengusap air matanya.


Olivia yang tadinya tidak suka dengan permainan aplikasi online, tapi setelah menonton ini, dia jadi paham.


Bukan hanya sebuah permainan, tapi ini sebuah kerja keras dari anggota, mereka harus kompak, harus bisa menahan ego, harus bisa bekerja sama dan itu semua tidak mudah. Apalagi Zenno, yang harus bisa mengarahkan para anggotanya.


Suasana arena Esport Tech Media masih begitu riuh.


"FGFC, kalian keren!!" Sorakan pendukungnya.


Erick dan para petinggi lain mulai naik ke atas arena itu, dan dia yang memberikan piala untuk sang juara dan hadiah dengan nominal yang tinggi, serta mendapat kontrak resmi dari Tech Media.


"Selamat FGFC."


Erick dan Zenno tampak berjabat tangan. Senyuman manis terpancar dari keduanya.


"Kita menang." Suara Joy menangis.


Anggota Tim FGFC yang masih menangis haru, terutama Vino yang begitu berharap untuk kesembuhan sang Ibu.


"Zenno,..." Teriak Timnya yang mendekat dan memegang papan hadiah. Loudy yang memegang piala begitu bangga.


Suasana pecah, tidak hentinya para pendukung bersorak mengucapkan selamat dan banyak juga yang memotret, berselfie, dan merekamnya.


Event ini, juga disiarkan secara langsung di media aplikasi online. Olivia yang tampak berdiri, juga sempat memotret FGFC.


"Aku harus pergi." Olivia diantara kerumanan pendukung, ada juga yang sudah pergi meninggalkan kursi penonton.


Tidak lama, Tim TXF mendekat dan mengucapkan selamat kepada FGFC.


Setelah dua jam berlalu, FGFC yang telah merayakan kemenangannya, dan Zenno merasa senang saat melihat Vino yang sangat bahagia.


"Olivia, sedang apa? Apa aku harus pulang?" Batin Zenno, dan mulai aktifkan ponselnya.


Baru saja aktif, beberapa panggilan dan pesan ternyata itu paling banyak dari Olivia.


"Dia memang nggak bisa apa-apa. Berarti aku harus segera pulang."


Loudy menoleh ke arah Zenno, lalu menyenggolnya "Oe, senyum-senyum sendiri."


"Emh, gue harus pulang."

__ADS_1


"Gue belum pernah ke rumah loe." Ken yang ingin tahu.


"Ngapain kesana. Jauh juga."


"Ya seenggaknya, kita tahu rumah loe yang sekarang." Ucap Joy dan Vino tampak menatap Zenno.


Zenno menyambar jaket dan tasnya, lalu berkata "Lain kali aja. Gue harus ketemu seseorang."


Zenno langsung berjalan ke luar dari base camp dan semuanya tampak penasaran.


"Dia pasti nyembunyiin sesuatu."


"Benar, ada yang aneh dari dia."


"Loudy, loe tahu tentang calon bininya, emang dia serius?"


"Entah, gue nggak tahu."


"Eh, kalian percaya dia punya calon bini? Apa buat ngindarin si Bella aja, dia ngomong gitu?"


"Gue percaya." Jawab Loudy, lalu beranjak pergi dari ruangan itu.


Ketiga pemuda itu masih penasaran, dan mereka saling berbisik. Entah, apa rencana mereka bertiga, yang memang kepo akan calon istri Zenno.


Setelah setengah jam perjalanan dan tiba di rumah, Zenno melihat Olivia yang duduk sendirian sambil menonton acara televisi.


"Kamu nggak kangen sama aku?" Tanya Zenno, saat melihat Olivia yang tidak meresponnya.


"Nggak. Buat apa kangen." Jawabnya terdengar ketus.


Zenno meletakan tasnya dan duduk di sebelah Olivia, tangan kanan merangkul bahu Olivia, lalu berkata "Maafin aku, aku lama ninggalin kamu."


"Iya, aku maafin." Ucap Olivia dan masih fokus ke layar LCD itu, dia begitu sibuk menikmati cemilannya.


Zenno menatap Olivia, lalu berkata "Ayo kita pergi."


"Kemana?" Olivia yang mulai menoleh ke wajah Zenno.


"Nonton, shopping."


"Kamu mau bongkar siapa aku??"


"Ya kan kamu bisa pakai kacamata, pakai masker atau apalah."


Olivia mulai tersenyum, dan tampak senang "Shopping, emz. Oke."


Olivia berlari ke kamarnya dan akan bersiap. Zenno tersenyum merasa gemas, lalu dia beranjak ke kamar dan akan bersiap-siap.


"Apa yang dia makan sampai berubah manis begitu?" Batin Olivia yang tampak penasaran.


"Ah, sudahlah. Yang penting bisa jalan berdua." Gumamnya.



Ken, Vino, Joy


Ini hanya haluan dari penulis, jadi harap maklum bila ada kesamaan cerita atau nama tokohnya.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2