COUPLE UNIK

COUPLE UNIK
Ada Yang Bikin Onar Di Kampus


__ADS_3

Suasana siang yang tidak biasa, Olivia sudah pasrah tentang keputusannya untuk mempercepat pernikahan.


Hanya sebuah buku nikah, tapi itu akan membuat status dirinya akan berbeda.


Mama Virda yang akan mengatur semuanya, karena Olivia tidak ingin ada acara besar. Mama Virda hanya akan menikahkan mereka di catatan sipil. Mengingat akan Olivia yang masih harus berkuliah, Mama Virda juga harus mengurus itu. Karena Olivia dipihak perempuan, walaupun nantinya tidak tinggal dalam satu kamar. Tetapi tetap saja, Mama Virda harus lebih dulu membuat pengaturan, dari pada ada rumor yang tidak baik.


Olivia yang berada di kampus, dan melihat Mama Virda yang berjalan dengan kuasa hukumnya. Padahal pernikahan belum terjadi, tapi Mama Virda ingin tahu, apa saja ketentuan kampus ini untuk mahasiswa yang sudah menikah. Jadi, tidak ada salahnya mencari tahu lebih dulu.


"Ternyata memang aku harus menikah." Batin Olivia yang tampak pasrah.


"Door!" Sherryl telah mengejutkan Olivia.


"Sherryl, gue jadi deg-degan."


"Loe kenapa? Dari tadi gue lihat, loe banyak melamun."


"Emh, nggak apa-apa." Jawabnya dan mulai tersenyum.


"Eh, loe tahu nggak?"


"Apaan?"


"Gue dengar dari obrolan kampus, Zenno udah punya pacar."


"Emh, terus?"


"Loe nggak kepo?"


"Nggak, buat apa kepo. Dia bukan aktor." Olivia yang memegang tali tas selempangnya.


Hari ini di kampus, Olivia tampak lebih feminine dengan memakai dress ungu muda dan memakai tas selempang putih. Serta sepatu wedges warna putih soft.


"Ini, fotonya." Sherryl memperlihatkan ke arah Olivia. Ternyata bukan hanya Bella, tapi ada teman kampus yang melihat Zenno di Bioskop waktu itu.


"Owh, itu dari siapa?"


"Anak IT juga, tapi juniornya Zenno."


Olivia berjalan dan Sherryl masih menatap foto itu. "Olivia, kenapa dia sepertinya familiar ya?"


"Emh, ya kan banyak yang mirip gadis itu. Misal gue. Rambut gue juga mirip."


"Idih, loe kepedaan."


"Biarin... Habisnya loe nggak ada kerjaan, buat apa kepoin mereka."


"Ya gue penasaran aja. Soalnya, gue pernah nguping obrolan Loudy sama temannya, kalau Zenno punya calon istri."


"Terus, apa masalahnya?"


"Ya itu berita besar. Olivia loe nggak bakal mengerti, kalau Master itu berbeda. Pokoknya levelnya udah tinggi."


"Cuma gitu doang. Gue mau ke kantin." Olivia berjalan dan Sherryl kembali melihat ke foto itu. Sherryl rasanya seperti mengenal gadis itu. Tapi dia pakai masker susah juga dikenali.


Begitu masuk ke kantin kampus.


Braak!!


Bella tampak menghantam meja kantin, ada perempuan berkacamata dan itu yang menyebarkan foto Zenno saat keluar dari Bioskop. Itu, terlihat jelas wajah Zenno yang merangkul seorang gadis.


"Loe, kalau loe mau ngurusin hidup orang. Loe harus tahu dulu, siapa diri loe."


Dia berdiri "Terserah gue. Memangnya apa salah gue? Gue lihat Zenno, gue fotoin. Yang lain, fine-fine aja. Malahan mereka bangga dan itu pasangan uwu."


"Loe berani sama gue?"


"Gue nggak takut sama loe."


Bella mengambil gelasnya dan hendak menyiramkan ke arah mahasiswi itu. Belum sampai melempar itu, sudah dihalau oleh tangan Olivia, dan mengenai dirinya sendiri.


"Loe nggak apa-apa?" Tanya Olivia ke mahasiswi berkacamata.


"Gue nggak apa-apa."


"Bella, baju loe kotor banget. Ini susah dibersihin." Bella yang tampak melotot ke arah Olivia dan mahasiswi tadi, lalu para dayangnya membersihkan noda di bajunya.


"Gue juga akan buat perhitungan sama loe."


"Em, Nona Bella. Ini kantin, buat makan. Bukan untuk ribut, kalau mau ribut di luar aja." Ucap Olivia dengan tersenyum.


"Loe!!"


"Bella, jangan emosi. Ayo kita ganti baju loe." Bisik temannya, lalu Bella pergi meninggalkan kantin itu.


Sherryl mendekati Olivia, dan berkata "Loe cari mati."


"Tenang aja. Lagian siapa yang salah. Dia."

__ADS_1


Sherryl menggeleng dan Olivia mencari tempat duduk.


Setelah meletakan tasnya, Olivia membaca pesan dari Dinda dan Olivia merasa senang, melihat Dinda yang bahagia bersama Erick.


"Ini minuman buat loe." Sherryl masih merasa takut dengan sikap Olivia barusan.


"Terima kasih Sherryl cantik."


"Loe chat siapa sih?"


"Kakak gue. Dia pengantin baru."


"Kakak loe yang kuliah disini?"


"Iya, Kakak gue cuma satu, ya dia."


"Emh, minggu depan wisuda dong."


"Iya gitulah, tapi dia mau bulan madu ke Bali."


Olivia, meletakan ponselnya ke dalam tas dan masih tersenyum.


"Olivia, loe nggak takut sama Bella?"


"Gue nggak takut, kalau emang gue nggak bersalah."


"Di kampus dia punya nama, bahkan orang tua dia kaya raya. Pasti, loe bisa diaduin ke pihak kampus."


"Emh, biarin aja."


Olivia tersenyum, dan di kelas Zenno menjadi heboh.


"Serius, ini videonya. Itu cewek berani banget."


Ken mendekat "Ada apaan?"


"Si Ratu kampus kesiram capuccino."


"Emh, dia anak baru."


"Iya, tadi di kantin seru banget."


"Kirim ke gue videonya." Pinta Ken dan dia langsung mengirimkan ke nomor Ken.


Zenno masih mengerjakan tugas yang ketinggalan, jadi dia hanya fokus sama tugasnya.


"Yes, gue Bella. Nggak ada yang akan berani sama gue. Mereka berdua anak biasa, beda level sama gue."


Semua dayang-dayangnya memberikan jempol mereka ke arah Bella.


"Ayo kita ganti baju." Ajaknya dan mereka tampak mengikuti Bella.


Setelah jam kuliah, Olivia dan mahasiswi tadi di panggil ke rektorat kampus. Di ruang pendisplinan mereka berdua duduk. Sherryl tidak bisa menemani Olivia, karena ada jam kuliah.


"Duh, Olivia. Apa gue bilang Kevin aja ya?"


Sherryl mencoba membuka ponselnya, tapi Dosen yang satu ini begitu disiplin. Dia tidak berani, mengingat apa yang terjadi sama Olivia barusan.


"Saya tidak bersalah Mrs. Angel." Ucap Olivia dan menatapnya dengan tegas.


"Mrs. Angel saya baru makan, tiba-tiba Bella dan temannya datang, lalu dia memaki saya."


Mrs. Angel menatap keduanya dan keduanya tampak berani.


"Sepertinya, saya harus memberi hukuman untuk kalian berdua."


"Saya keberatan, karena saya tidak bersalah." Ucap Olivia.


"Oh, sepertinya kamu cukup berani." Mrs. Angel memang tidak pandang bulu.


"Mrs. Angel, saya hanya ingin mengambil gelas itu agar tidak tersiram ke wajah Vasya. Tapi, malah kena ke badan Bella sendiri. Jadi itu bukan salah saya, tangan Bella sendiri yang menariknya. Akhirnya, tumpah ke badannya."


"Kamu begitu pandai bicara, saya akan kasih kamu hukuman."


Vasya disebelahnya menoleh. "Olivia,..."


"Apa kamu juga ingin hukuman?"


"Mrs. Angel, kita memang tidak bersalah. Mereka duluan, yang membuat onar di kantin."


"Permisi Mrs. Angel."


Zenno yang mengetahui hal itu, lalu menuju ke rektorat dan membawa bukti video dari Ken. Setelah tadi dia selesai mengerjakan tugas lalu ke kantin, disitu Ken menceritakan kejadian Bella dan mempelihatkan video itu.


"Zenno." Batin Olivia.


"Ada apa kesini? Mau mengadu juga?"

__ADS_1


"Ini saya bawa bukti, tentang kejadian di kantin." Ucap Zenno.


Mrs. Angel lalu memperhatikan video itu, walaupun Bella yang mendahui tapi sepertinya Mrs. Angel berpihak pada Bella.


"Iya, memang Bella yang memulai. Nanti, saya akan memanggil Bella juga. Tapi hukuman tetap dilaksanakan."


Zenno lalu berkata "Mrs. Angel, kalau kasus ini diperpanjang. Bella dan Mrs. Angel yang akan kalah."


"Apa maksud kamu?"


Zenno masih berdiri di depan Mrs. Angel dan berkata "Kalau Mrs. Angel masih tegap menghukum Olivia, pasti akan diperkarakan ke pengadilan dan kasus ini akan meluas. Dari rekaman ini, sudah terbukti siapa yang bersalah."


"Zenno." Olivia mencubit tangannya.


Vasya melihat kalau Olivia tampak dekat dengan Zenno.


Mama Virda setelah dari ruang rektor, tampak tidak sengaja mendengar suara Olivia, lalu masuk ke ruangan itu.


"Olivia."


"Mama."


Zenno menatap Mamanya yang tiba-tiba datang.


Mama Virda mendekati Olivia, dan bertanya "Sayang, kamu kenapa disini? Tadi bilang Mama ada jadwal kuliah."


"Iya Mama, tapi ini ada masalah."


Mrs. Angel mendekati Mama Virda, "Selamat siang Madam Virda."


"Selamat siang Mrs. Angel, ada dengan putri saya?"


"Begini, Madam Virda, ada kesalahan dari Olivia. Yang menyiramkan kopi ke baju mahasiswi kampus ini."


"Mama bukan begitu kejadiannya, ini Zenno punya buktinya." Ucap Zenno yang memperlihatkan rekaman itu.


Vasya merasa aneh, dan berfikir "Zenno dan Olivia memanggilnya Mama, apa mereka saudara?"


"Mrs. Angel bisa kita bicara berdua? Saya kesini tadi, juga membicarakan tentang Olivia dan Zenno kepada Rektor. Bahkan saya juga membawa kuasa hukum saya. Lebih baik, biarkan mereka belajar. Biar saya yang mengurusnya."


Mrs. Anggel lalu berkata "Baik Madam Virda, silakan duduk."


"Kalian bertiga, kembali ke kelas kalian."


Mereka bertiga keluar dari ruangan itu, lalu Vasya bertanya "Kalian Kakak Adik?"


Zenno merangkul Olivia, lalu berkata "Olivia calon istri gue."


"Zenno, diam." Olivia mencubitnya.


"Owh, berarti waktu itu kalian berdua."


"Vasya, gue mohon sama loe. Loe pura-pura aja nggak tahu." Olivia dengan ekspresi cemberut manis.


"Emh, gimana ya. Gue suka bikin rumor di kampus." Balasnya dengan wajah tersenyum.


Zenno menghadang Vasya "Loe licik juga ya."


"Asal gue bisa gabung di FGFC, gue akan diam."


"Loe malak gue?"


"Zenno, udah dong. Dia perempuan, jangan begitu."


"Gue cuma ingin seperti kalian, gue juga mau jadi asisten kalian."


"Zenno, demi calon istri kamu." Olivia yang merengek dan menarik-narik jaket Zenno.


"Oke, sebagai asisten. Nggak lebih."


"Deal, gue akan patuh sama Master."


"Ya udah sana ke kelas. Nanti sore ikut gue ke base camp, tapi loe harus tanda tangan kontrak kerja dan patuh sama aturan FGFC."


"Siap, gue akan berusaha maksimal."


Lalu Vasya pergi dengan senang, Olivia berkata "Zenno, kenapa loe harus kesini? Bikin runyam aja."


Olivia berjalan dengan kesal, Zenno menggeleng lalu berkata "Hems, udah dibantuin, nggak tahu terima kasih."


"Kenapa Mama datang ke kampus?" Zenno yang belum mengetahui rencana Mama Virda.


Setelah pertemuan Mama Virda dan Mrs. Angel. Bella dipanggil dan Mrs. Angel memberikan video itu, lalu Bella tampak terdiam.


"Lain kali, kamu yang harus berhati-hati, kalau ingin membuat pengaduan."


"Baik Mrs. Angel."

__ADS_1


__ADS_2