
Senin sore setelah kehebohan kampus, Olivia menjadi sorotan di kampus. Bella masih tidak tinggal diam, walaupun tadi dia juga tidak mendapatkan sanksi, tapi tetap saja dia belum puas.
Bella menyuruh para dayangnya, untuk membuat rumor tentang Olivia, judulnya si anak baru yang garang.
"Olivia, loe nggak apa-apa?" Tanya Sherryl setelah memperlihatkan video pernyataan teman-teman Bella itu.
"Gue nggak masalah." Olivia yang masih duduk di bawah pohon, setelah selesai kelas siang tadi.
Beberapa mahasiswa melihat ke arah Olivia, sambil berjalan untuk pulang dan Olivia memang jadi pusat perhatian.
Vasya yang baru selesai melihatnya, lalu dia malah punya ide gila. "Dasar, kalian nggak tahu yang sebenarnya. Kalau kalian tahu siapa Olivia, kalian semua pasti bengek duluan."
Vasya berusaha mencari Zenno, karena
Zenno telah berjanji mengajaknya ke base camp FGFC. Tapi sebelum pergi, Vasya ingin membuat berita heboh agar menutup berita tentang video sampah itu.
"Hai, ketemu lagi." Sapa Vasya yang begitu percaya diri.
"Bentar, gue masih ada tugas." Ucap Zenno yang fokus sama laptopnya.
"Loe tahu ini?" Tanya Vasya yang memperlihatkan video itu.
Di kelas itu, hanya Zenno. Karena, beberapa hari sebelum pertandingan CFF, Zenno jarang ke kampus dan hanya menitip absen kehadiran kepada Vino. Alhasil, dia banyak diberi tugas oleh Dosen.
"Apaan ini? Mereka berani ngelawan calon istri gue." Zenno yang geram.
"Terus, loe mau berbuat apa?"
"Tapi, Olivia nggak mau dibongkar identitasnya."
"Gue ada ide."
"Ide?" Zenno penasaran.
Vasya lalu memberikan ide gilanya. Zenno dan Vasya pergi meninggalkan ruang kelas itu.
"Eh, asisten. Ini bawain tugas gue." Ucap Zenno dengan senyuman dan berjalan lebih cepat.
Ada map berisi tugas dan laptop. "Tenang Master. Saya akan menjalankan tugas saya dengan baik."
Entah kenapa, Vasya merasa dirinya bangga. Walaupun hanya sebagai asisten Zenno dan FGFC, tapi ini sebuah kebanggaan tersendiri.
"Vasya, loe disini?" Olivia yang bingung, karena Vasya sudah berada di mobil Zenno.
"Gue udah kayak sopir." Desis Zenno. Karena Vasya duduk dibelakang seperti Nyonya.
"Gue harus ikutin Master ke base camp." Jawab Vasya kepada Olivia.
"Emh, jadi udah resmi jadi asisten Zenno?" Tanya Olivia dengan suara manis.
"Belumlah, kita belum ke base camp. Lihat dulu nanti, gimana respon yang lain." Ucap Zenno dan tampak santai.
Zenno dan Olivia sudah membuat janji untuk bertemu setelah selesai kuliah.
"Ya udah, ayo jalan." Ucap Olivia dan Zenno mulai mengendarai mobilnya.
Setibanya di sebuah cafe dan Zenno sudah memesan ruangan pribadi.
"Kita ngapain kesini?" Tanya Olivia.
"Loe ikut gue, ganti baju loe. Udah gue bawain." Ajak Vasya yang mencoba merayu.
"Buat apa?" Olivia masih belum mengerti.
Vasya menariknya untuk ke toilet dan berganti baju. Tidak lama, Olivia keluar dan Vasya tampak tersenyum.
"Emz, cocok juga." Ucapnya dan Olivia begitu bingung.
Zenno yang sudah di ruangan dan memesan minuman.
"Emh, kalian berdua rada aneh." Olivia yang penasaran.
"Loe duduk sebelah Master gih. Nanti gue fotoin kalian."
"Loe? Loe mau kasih tahu teman-teman kampus?" Olivia dengan mata melotot.
Zenno menarik tangan Olivia dan berkata "Sini, duduk aja dulu."
Vasya tampak tersenyum.
"Nah itu minumannya udah datang."
__ADS_1
"Apa rencana kalian berdua?" Olivia menoleh ke Zenno dan kembali menatap Vasya.
"Kalian adegan uwu. Olivia rambut loe diurai aja deh, biar nggak kelihatan. Terus gue foto. Pasti ini bisa menutup video sampah itu."
"Maksud loe apa? Gue masih bingung."
"Olivia, ini akan jadi berita besar, pasti video tentang anak baru itu bisa jadi terlupakan. Pasti, mahasiswa lain dan Bella akan terpaku sama keuwuan kalian berdua. Loe nggak harus lihatin wajah loe. Biar mereka semua penasaran."
"Tetap aja bisa ngenalin gue."
"Pose loe gini deh. Terus nanti ada video pendek, loe bisa tutup wajah loe, pakai tangan. Aksesoris yang sering loe pakai, mending disimpan dulu, biar nggak dikenali."
Zenno, lalu berkata "Nggak ada salahnya dicoba, lagian kita udah tunangan."
"Zenno,..." Olivia masih malas.
"Dari pada aku dikejar terus sama Bella. Aku juga risih. Kalau mereka tahu aku punya calon istri, mereka akan menjauh."
"Kamu yakin?!"
Zenno mengangguk, dan mengelus rambut Olivia.
"Nah, pelukan gitu. Tahan ya. Gue fotoin." Ucap Vasya yang bersemangat.
Cekrek!
Cekrek!
Vasya bahkan sempat membuat video pendek yang tampak alami, tanpa di buat-buat, tapi wajah Olivia masih aman dan itu sudah membuat heboh.
Berita terpopuler, bisa bertemu Master dan calon istrinya. Judul itu menjadi gempar, dan semua telah menontonnya.
"Ahh... Vasya, apaan ini? Gue jadi malu."
"Itu uwu, gue juga ingin begituan. Sayangnya, gue nggak ada pacar."
Zenno tersenyum, setelah melihat forum kampus dan berita media kampus. Zenno dan calon istrinya menjadi pencarian utama. Bahkan, ada yang mengaku-ngaku menjadi sosok calon istrinya Zenno.
Di base camp FGFC, semua sedang bermain game baru, lalu Ken heboh.
Loudy dan lain meletakan headset, lalu melihat ponsel Ken. Mereka semua langsung mengambil ponsel masing-masing dan melihat berita fenomenal sore itu. Berita kampus yang bikin heboh.
"Iya, Zenno emang keterlaluan. Kita nggak dikasih tahu siapa ceweknya."
"Nona X, siapa?"
"Tapi nggak ada info tentang Nona X kuliah dimana?"
Malah ada berita tambahan di cari Nona X dan itu juga jadi topik utama. Karena sebagian besar mengaku itu mereka dan ada juga yang sangat penasaran.
Lalu Vasya, membuat berita lagi kalau Nona X ada sosok Tuan Putri tersembunyi.
"Ini berita jadi tranding." Ucap Joy.
"Kalau Master datang, kita harus tahu siapa cewek itu."
"Kalian benar, sungguh kejam Master kita. Dia bersenang-senang sendirian."
Loudy berfikir kalau tadi di kantin, Zenno buru-buru karena video anak baru. Lalu, setelah selesai kelas ada video sampah yang menjatuhkan anak baru itu. Tapi Loudy tidak ingin menebak-nebak.
"Udah, biar itu jadi urusan Zenno." Ucap Loudy dan kembali ke depan layar komputernya.
Di tempat syuting iklan, Bella menjadi resah karena info dari temannya. Sudah beberapa kali pengambilan gambar, hasilnya tidak bisa bagus. Sutradara sampai memarahi dia.
"Kalian,... Gue harus tahu siapa loe. Gue harus bisa ngalahin dia. Zenno cuma milik gue." Ucap Bella dengan wajah yang tidak senang dan rasanya begitu emosi.
Baru satu jam berita itu dibuat dan ternyata menjadi berita teratas di forum kampus.
Ken berlari ke lantai atas, setelah melihat Zenno yang membawa perempuan. "Master datang sama cewek."
"Loe serius?" Tanya Joy.
"Serius, itu di bawah." Jawabnya.
Yang lain bersiap, dan pura-pura bermain game.
"Vasya, ini base camp FGFC." Ucap Zenno dan yang lain melirik ke arah Vasya.
"Bukannya dia si gadis culun." Batin Joy.
__ADS_1
Lalu semua masih bermain game dan Vino kembali melirik ke arah Vasya.
"Kalian semua, berhenti. Ada yang mau gue kenalin sama kalian." Ucap Zenno.
Mereka tampak melepas headsetnya dan berdiri.
"Kalian masih mau berdiri disitu, ayo kesini."
Semuanya dengan cepat duduk di sofa yang tidak jauh dari ruang komputer.
"Master selamat." Ucap Vino.
"Hems, selamat?"
"Iya, selamat menempuh hidup baru." Vino menatapnya datar dan yang lain menoleh ke Vino yang duduk di ujung kiri.
"Vino, gue belum menikah. Ya udah, terserah loe." Ucap Zenno yang berubah tersenyum manis.
Semua menatap ke Vasya dan Vasya tampak membenarkan posisi kacamatanya.
"Master, dia siapa?" Tanya Ken.
"Calon istri Master?" Joy menggoda.
"Iya, tadi bilangnya mau dikenalin." Ujar Vino.
Zenno tersenyum "Vasya, perkenalkan diri kamu sama mereka semua."
Semua menjadi bingung dan saling menatap.
"Tunggu bentar Master, memangnya dia siapa? Bukannya calon istri? Nona X." Vino yang memang tidak basa-basi.
Zenno menggeleng "Vino, loe udah kebanyakan baca gosip. Tapi nggak paham. Rambut Vasya kriting, calon istri Master rambutnya lurus. Makanya kalau baca berita dan lihat gambar yang fokus. Jangan cuma dibaca judulnya."
Semua tersenyum dan Vino menggaruk kepalanya. Padahal jelas, difoto jauh berbeda, dan bukan hanya Vino, Joy dan Ken juga begitu.
Vasya
"Hallo semua, gue Vasya. Gue akan jadi asisten Master dan anggota FGFC. Gue akan kerja disini, dan akan mengikuti jadwal kalian. Gue akan jadi asisten kalian semua."
"Owh, jadi loe asisten kita. Ya ngomong dong dari tadi." Ucap Vino yang blak-blakan.
"Iya, gue juga junior di kampus. Kita juga satu jurusan. Gue baru semester 5. FGFC, mohon terima gue."
"Tapi loe cewek, apa loe nggak risih? Kita disini cowok semua." Ucap Ken dan Loudy hanya diam saja.
"Gue nggak masalah. Gue terbiasa berteman sama cowok. Di kelas gue, gue cewek sendiri."
"Gue, setuju." Ucap Loudy.
"Gue juga setuju, tapi loe harus bisa masakin gue mie instan." Ucap Joy.
"Siap, gue bisa." Balasnya yang masih berdiri sambil mendekap map putih di kedua tangannya.
"Loe harus bisa bersihin base camp juga." Ucap Vino.
"Pasti."
"Ya intinya, loe harus bisa kerja keras untuk kita selama di base camp dan jadwal tanding."
"Baik, gue akan berusaha maksimal."
"Perkenalan cukup, sekarang loe ikut gue di ruang bawah. Loe harus jaga privasi kita semua dan loe wajib tanda tangan. Kalau loe sampai bocorin ke orang, tentang base camp ini, loe bisa gue tuntut."
"Siap Master." Vasya mengikuti Zenno.
Yang lain masih penasaran.
"Ya, gue kirain Nona X." Desis Joy.
"Loudy, apa loe nggak penasaran?" Tanya Vino.
"Emh, itu urusan Zenno, bukan gue." Loudy lalu kembali bermain game.
Di lantai atas di khususkan untuk ruang komputer dan itu tempat mereka berlatih, bukan hanya soal game, tapi mereka juga membuat aplikasi game online.
Di lantai bawah, ada 2 kamar tidur dan satu ruangan khusus Zenno bekerja, lalu dapur dan kamar mandi, tampak rumah biasa. Hanya Vino dan Ken yang tinggal di base camp FGFC.
__ADS_1