
Perkuliahan pagi ini cukup menjenuhkan bagi Olivia dan Sherryl. Sherryl menulis pada note Olivia.
"Selesai kuliah, kita pergi yuk."
Olivia membalasnya "Kemana?" Tatapan Olivia kembali tertuju pada layar proyektor.
"Gue mau ada kencan. Temani gue ke salon."
Olivia membaca itu, lalu membalasnya "Tapi kita masih ada kuliah siang."
"Selesai kelas siang nanti."
"Oke."
Sherryl melihat ke layar ponselnya dan ini pertama kalinya, dia akan berkencan.
Rasanya jam kuliah pagi ini begitu lama, Sherryl sudah tidak sabar. Ini pertama kalinya, dia akan bertemu cowok yang hanya kenal dalam chat lover.
Semacam aplikasi pertemanan dan game. Banyak remaja yang bergabung dalam aplikasi itu dan akhirnya mereka bisa menjalin kasih.
Setelah kelas siang selesai dan mereka keluar dari kelas, ternyata hujan lebat.
"Yaah... Hujan." Keluh Sherryl.
Olivia menoleh ke wajah Sherryl yang tampak risau. "Kita bisa naik taxi."
"Emh, tapi dia barusan bilang, kita nggak jadi ketemuan."
"Siapa?"
"Teman kencan."
Olivia tampak menggeleng.
Beberapa saat kemudian, Olivia membuka ponselnya dan beberapa berita menyudutkan tentang Nona X.
Semua mahasiswa membaca sebuah headline yang tertulis di forum khusus. Artikel itu mengatakan kalau Nona X hanya memanfaatkan Master dan merebut Master dari para fans.
"Apa-apaan ini, berita ngaco." Batin Olivia yang merasa aneh.
Beberala mahasiswa sudah melihat artikelnya. Sherryl juga membaca itu.
Di tempat lain, Vasya juga membaca artikel itu, kemudian dia mengirim ke Tim FGFC.
"Olivia, gue penasaran sama Nona X."
"Kenapa?"
"Bukannya gitu sih, ya gue senang lihat keuwuan mereka. Tapi, menurut gue, kenapa mereka menikah diam-diam. Ada hal aneh. Jadinya, berita simpang siur begini."
"Biarin aja. Lagian cuma berita. Buat apa kita peduli. Mungkin berita itu, buat mancing Nona X, biar muncul dihadapan kita semua." Olivia dengan wajah biasa saja.
"Bener juga kata loe, bisa aja begitu."
"Emh, loe kan penggemar FGFC. Pasti loe tahu gimana mereka. Apalagi privasi mereka."
"Iya juga. Gue memang fans garis keras mereka. Tapi gue kurang perhatiin Master. Gue fokus sama Loudy."
"Kalau fokus sama Loudy. Kenapa loe mau kencan?" Olivia menatap Sherryl dengan wajah nakalnya.
Sherryl merasa kalah, lalu berkata "Gue kencannya sama Loudy."
"Emh, bener filling gue."
"Sstthh, gue juga takut sama fansnya dia. Makanya, loe diem."
"Owh... Ketahuan ya. Sherryl nakal." Olivia yang usil, jarinya menggelitik Sherryl.
"Olivia juga, diem-diem punya Daddy-daddy."
"Apa loe kata barusan? Daddy-daddy."
"Daddy-daddy,..."
"Awas loe Sherryl...."
Sherryl berlari dan Olivia terus saja ingin menggelitik Sherryl.
Kevin tersenyum melihat mereka berdua yang bercanda begitu asyik. Lalu dia mendekati mereka.
"Hai Kevin." Suara Sherryl saat masih berlari.
Olivia lalu berhenti mengejarnya, saat melihat Kevin datang.
"Kalian berdua sepertinya lagi bahagia." Ucap Kevin yang tampak berdiri di depan mereka, sambil memegang ujung tali ransel yang di punggungnya.
"Harus dong, kita harus bahagia." Balas Sherryl.
"Hujannya udah reda, kalian nggak pulang?" Kevin yang masih berbincang dengan mereka berdua.
"Emh, iya. Kita mau pulang." Jawab Olivia yang merangkul bahu Sherryl.
"Kita mau ke Mall." Jawab Sherryl.
"Ya udah, bareng gue aja."
__ADS_1
"Kevin terima kasih. Tapi kita cewek, banyak yang diobrolin."
"Nggak masalah."
Sherryl berbisik ke Olivia "Ya udah, kita bareng dia aja."
Olivia balas berbisik "Suami gue cemburuan."
Sherryl mengerti, lalu berkata "Kevin, kita mau berduaan aja. Soalnya kita masih mampir dulu ke salon."
"Owh gitu, ya udah. Gue duluan kalau gitu."
"Oke, bye bye." Sherryl yang melambaikan tangannya dan Olivia jadi merasa lega.
Walaupun Kevin pemuda yang baik, tapi suaminya sudah mengatakan kalau dia bisa cemburu. Lebih baik, Olivia menjauh dari masalah.
Sherryl dan Olivia menuju ke Mall City, mereka berdua tampak berbelanja baju. Rintik hujan kembali datang, dan Sherryl juga terlanjur batal bertemu teman kencannya.
"Olivia, berarti suami loe possesif juga ya." Sherryl yang berjalan, sambil melihat ke barisan kaos cewek.
"Ya gitulah, intinya dia nggak suka gue dekat-dekat sama cowok lain."
Olivia yang bercermin dan mencocokan kaos pinky ke badannya.
"Pantes aja, kulit loe semakin terawat. Loe juga mulai dandan."
Olivia tersenyum, lalu berkata "Iya, kalau sudah menikah, semuanya jadi berubah."
"Emh, gue jadi ingin nikah muda. Dari pada pacaran nggak jelas ujungnya."
"Ya tergantung. Gue dulu maunya, ya menikmati masa muda gue, bergaul dengan banyak teman, terus kuliah dan punya karier yang bagus. Eh, nggak tahunya gue nikah muda."
Sherryl merangkul Olivia, lalu bertanya "Berarti loe udah ciuman dong? Gimana rasanya? Apa jangan-jangan udah MP?"
"Iih, loe kepo."
"Pengen tahu rasanya ciuman, please ajarin gue."
"Ya mana bisa dijelasin. Loe cari dulu pasangan loe dan rasain sendiri."
"Aaah... Jadi ingin buru-buru merried. Apalagi, sama Loudy."
Olivia berjalan lagi dan mencari baju lain, lalu bertanya "Loe seserius itu, suka sama Loudy?"
Sherryl tersenyum, dan berkata "Andai, dia suami gue. Gua akan jadi istri yang penurut dan akan selalu mendampingi dia, kemanapun dia pergi. Biar nggak ada lalat yang menplok tiba-tiba."
Olivia berkata "Ember, banyak lalat berterbangan pastinya. Teman Bella juga ngejar Loudy."
Mendengar hal itu, Sherryl merasa ada saingan baru. Dia sudah banyak saingan waktu nonton FGFC, apalagi ini teman Bella yang garangnya minta ampun.
"Olivia jawab dong."
Olivia masih tampak diam.
"Kalau nggak jawab, gue bakalan masuk."
"Emh, sabar dong."
"Aa.. Jangan buat gue gelisah."
"Waktu pertandingan basket. Gue ke toilet. Gue dengar ya begitu, ada yang suka sama Loudy. Tapi gue nggak tahu yang mana."
"Maksud loe yang mana?"
"Ya, gue nggak tahu, gue lagi di dalam toilet. Gue cuma dengar obrolan mereka aja. Jadi, gue nggak lihat wajahnya."
Selesai membeli baju, mereka berdua ke salon khusus wanita. Yang ada di Mall itu, setelah dia masuk ke tempat itu. Tidak disangka, ada Bella bersama teman-temanya.
Bella yang bersedih, lalu diajak para temannya itu, untuk memanjakan diri di salon. Mereka semua tampak sedang creambath.
"Olivia, apa kita pergi aja dari sini?" Bisik Sherryl.
"Kenapa harus pergi?"
"Gue takut diserang mereka."
"Mereka nggak tahu soal Loudy."
"Iya. Tapi, gue cemas. Ingat waktu di kantin."
Olivia sudah memesankan tempat untuk Sherryl, karena Sherryl yang ingin merapikan rambut dan creambath.
Olivia hanya duduk dan membaca sebuah majalah. Sedangkan Bella belum melihat kalau ada Olivia. Bella juga tidak bercerita kepada temannya, soal Olivia yang ternyata putri Direktur Dion.
"Bell, artikelnya udah dihapus sama admin."
"Terus, kalian udah tahu siapa Nona X?"
"Belum."
"Sama. Gue belum dapat infonya."
Sherryl mendengar obrolan mereka dan Olivia tidak ingin mendengar apapun tentang Nona X. Walaupun Bella dan teman-temannya, yang berbuat itu. Untuk sementara waktu, Olivia hanya ingin tetap diam.
__ADS_1
Selesai mereka creambath dan Olivia masih duduk santai di salon itu. Bella tampak menatapnya dengan kesal. Lalu dia berbisik kepada temannya. Entah, apa yang dia rencanakan.
Mereka pergi melewati Olivia, dan Olivia masih tampak santai membaca majalah.
Ternyata Zenno dan Loudy juga ada di Mall itu, Zenno menemani Loudy untuk membeli sepatu dan mereka juga ingin merapikan rambut di barber shop.
Bella melihat Zenno dari kejauhan, dan dia tampak senang. Tapi, mengingat Zenno yang sudah menolaknya, dia hanya mengamati Zenno dari kejauhan.
Zenno yang berjalan bersama Loudy, dia melihat Olivia yang duduk di salon. Dari balik kaca bening, dia bisa menatap sang istri.
"Loudy, gue mau nyamperin bini gue dulu."
Loudy lalu melihat Olivia dan dia juga mengikuti Zenno. Zenno yang berjalan dan sambil memegang ponsel yang tertempel di telinga kiri.
Olivia yang mendapatkan telfon dari suaminya, lalu dia keluar dan bertemu.
"Bee..." Olivia memeluk Zenno, dan Bella menyaksikan hal itu.
Loudy juga tampak tersenyum dan melambaikan tangannya ke Olivia.
"Jadi dia..." Hancur sudah perasaanya, dan Bella tidak menceritakan kepada teman-temanya, apa yang dia lihat barusan.
Temannya menepuk bahu Bella "Bell, loe kenapa?"
Bella hanya menggeleng dan dia langsung beranjak pergi. Baru kali ini, dia merasa dikalahkan orang seorang gadis, yang dianggapnya gadis biasa.
"Baby, kita pulang bareng aja."
"Terus Sherryl gimana?"
Zenno menoleh ke Loudy, "Biar dia yang jagain teman kamu."
Olivia juga berfikir kalau Sherryl sangat menyukai Loudy, tidak ada salahnya kalau meninggalkannya bersama Loudy.
Olivia mendekati Loudy dan berkata "Loudy, tolong temani Sherryl ya. Dia masih lama, terus nanti anterin dia pulang."
Loudy yang tadinya sudah membatalkan teman kencannya, tapi di tempat ini malah bertemu.
"Iya, gue temani dia."
"Thank you Loudy. Gue ke dalam dulu buat kasih tahu dia."
Olivia kembali ke dalam salon, dan mendekati Sherryl.
"Seriusan?"
"Iya, loe lihat itu mereka. Gue udah ngomong sama Loudy."
"Gue deg-degan."
"Udah nggak apa-apa."
"Terus loe gimana?"
"Gue balik duluan. Ini kesempatan loe. Zenno juga pulang duluan."
"Aaa... Olivia loe baik banget sama gue."
Olivia belum mengatakan tentang suaminya.
"Udah ya, gue balik dulu. Selamat kencan romantis."
"Thank you. Mmuuach."
"Bye bye.."
Olivia lantas pergi dan kembali mendekat ke Loudy.
"Loudy, tapi loe jangan bilang tentang gue sama Zenno."
"Iya, gue nggak akan ember."
"Siip.. Gue duluan ya."
Zenno lalu menarik tangan Olivia, "Baby,... Ayo jalan."
Olivia masih melambaikan tangan ke Loudy dan Sherryl dag dig dug. Dia tidak berani menatap ke Loudy. Loudy lalu masuk ke salon itu dan Olivia pulang bersama Zenno.
Zenno mulai merangkul bahu Olivia dan mereka tampak asyik. Begitu santai dan menikmati waktu berdua.
"Bee... Tadi aku ketemu Bella. Mereka yang buat artikel soal Nona X."
"Aku tahu, tadi pagi di parkiran juga ketemu. Makanya dia buat artikel itu.
"Emang kamu apaain dia?"
"Aku cuma bilang, kalau sudah menikah."
"Pantes aja, artikelnya begitu."
"Itu langsung dihapus sama Vasya."
"Iya, tadi Vasya juga chat aku."
Mereka begitu mesra saat berjalan. Dan ternyata ada penggemar Zenno yang melihat itu. Penggemar itu memotret mereka, yang sedang bermesraan di depan taman Mall City.
__ADS_1
Nah, ketahuan sosok istrinya Master 😂