
Setelah berita tersebar dan beberapa fans Zenno juga terpancing atas artikel miring itu.
Di Brecce University dan media sosial menjadi ramai opini negatif soal Olivia. Lalu ada juga yang memposting video saat kejadian di kantin. Semua jadi melihat hal lain, dan para fans FGFC meminta Zenno memberikan klarifikasi yang jelas, agar tidak menggiring para fansnya ke berita yang negatif.
Zenno lebih memilih untuk menindak pembuat artikel itu dan sudah melapor pada pihak kampus.
Jam 2 siang, ruangan persidangan kampus Brecce. Ada Zenno pihak pelapor, dan para dayangnya Bella adalah tersangka kasus penindasan. Serta Tim FGFC yang membawa Kevin dan Sherryl sebagai saksi.
Pimpinan kampus Brecce yang di dampingi Mrs. Angel serta wakil pimpinan kampus. Mereka tampak sudah hadir dalam persidangan itu.
"Tapi Mrs. Angel, kita ada buktinya." Ucap salah satu dayangnya Bella.
"Bukti apa?" Tanya Mrs. Angel, yang telah menginterogasi semua yang terlibat dalam masalah ini.
"Bukti kalau Olivia memang tinggal di kontrakan. Terus ada foto Zenno dan Olivia di rumah sakit. Sepertinya mereka periksa kandungan."
Mrs. Angel tampak menulis hasil interogasinya. Lalu Mrs. Angel menatap keempat mahasiswi itu dengan tegas.
"Kalian berempat, yang membuat berita miring itu?"
Mereka tampak diam dan masih bingung.
"Bukan kita Mrs. Angel. Tapi Bella." Ucap salah satu yang ketakutan, dan teman lainnya menoleh ke arahnya dengan tajam.
"Maksudnya bukan begitu Mrs. Angel, kita memang berbuat ini demi Bella."
"Iya, Mrs. Angel karena gara-gara Olivia, Bella jadi sakit."
Mrs. Angel lalu berbicara kepada pimpinan kampus. Kalau hal ini hanya masalah perasaan anak muda yang susah untuk dikontrol.
"Tapi Mrs. Anggel. Mereka tiba-tiba yang menyerang Olivia dengan perkataan tidak baik. Kevin juga melihatnya, bahkan semua yang ada di kantin saksinya." Ucap Sherryl yang berada dikubu kanan, duduk di belakang Zenno. Dia terlihat berani saat di samping Loudy dan Tim FGFC
"Kevin? Apa yang akan kamu jelaskan?" Mrs. Angel menatapnya.
"Saya juga tidak mengerti. Kita sedang makan, lalu muncul berita itu di forum, dan sosial media. Lalu, tiba-tiba mereka datang dan tampak menekan Olivia dengan perkataan yang tidak baik."
Mereka menatap ke Kevin dengan keji, terutama yang pernah di tolak oleh Kevin. Ada diantara mereka yang pernah mendekati Kevin.
Tidak lama Dinda datang ke ruangan itu dengan wajah yang begitu geram.
"Selamat siang semua." Ucapnya dan semua menoleh ke arah Dinda.
"Kak Dinda." Batin Zenno.
Mrs. Angel lalu berkata "Nona Dinda, silakan masuk."
Para dayangnya Bella menatap Dinda.
"Ada perlu apa Nona Dinda datang kemari?" Tanya Mrs. Angel dan Dinda hanya menyapa pimpinan dan wakilnya.
"Saya, ingin tahu apa yang terjadi dengan berita mengenai Adik saya, Olivia Sada Amarta. Karena berita itu, sudah mencemarkan nama baik Adik saya. Keluarga saya merasa dilecehkan oleh orang yang tidak bermoral."
Mrs. Angel dan semuanya tampak mendengarkan perkataan Dinda.
"Saya datang kemari sebagai wakil dari keluarga Amarta untuk melaporkan hal ini ke pihak berwenang. Kita sebagai keluarga Amarta, tidak terima atas perkataan negatif itu." Ucap Dinda dengan tegas dan masih berdiri di depan pimpinan serta Mrs. Angel.
__ADS_1
Mrs. Angel lalu berkata "Mari silakan duduk dulu Nona Dinda." Rasanya juga begitu tidak nyaman, kalau sampai mahasiswanya terseret ke pengadilan, apalagi sampai di penjara.
Kevin mulai mengerti, kalau Olivia adalah Adiknya Dinda.
Semua menatap Dinda dan Sherryl juga tampak terkejut. Ternyata Olivia adalah putri Direktur Dion Jody Amarta sang pemilik MC Global.
Dayangnya Bella semua menjadi cemas dan tampak berkeringat. Ada juga yang mulai gelisah dan ada yang tampak mengepalkan tangannya.
Dinda mulai membalikan badannya dan menatap para dayangnya Bella. Lalu dia duduk di sebelah Zenno.
Zenno berkata "Kak Dinda, Zenno bisa mengurusnya."
"Adik ipar, ini bukan urusan kamu. Ini masalah keluarga Amarta."
Zenno lalu diam dan menghembuskan nafasnya. Kedua tuan putri memang saling membela dan saling menyayangi.
Erick yang begitu takut dengan Olivia dan Zenno juga takut dengan Dinda.
"Mrs. Angel, apa kita akan dilaporkan ke polisi?" Dia tampak berkeringat setelah mendengar ucapan Dinda.
"Saya tidak akan memihak siapapun. Siapa yang bersalah, dialah yang mendapat hukuman." Jawabnya.
"Kita memang salah, tapi buat apa hukuman luar."
Dinda berkata "Karena kalian berempat sudah mencemarkan nama baik Adik saya. Olivia adalah Tuan Putri dari keluarga Amarta. Kalian yang sudah menyebarkan artikel sampah itu. Semua ada hukumnya dan kita sudah punya buktinya."
Mereka tampak bergemetar, kalau sampai di penjara, bagaimana kuliah mereka nantinya. Lalu, orang tua mereka akan terbawa-bawa.
Pimpinan kampus berkata "Nona Dinda, untuk kasus yang di kampus. Kami yang akan mengusutnya. Karena Madam Virda waktu itu juga sudah menjelaskan kepada para pimpinan kampus dan rektor. Madam Virda juga membawa kuasa hukumnya."
Lanjutnya "Kita memang kurang bijak dalam mengontrol forum media yang selalu aktif setiap saat. Kami akan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan. Tapi untuk kasus secara hukum luar, kami serahkan kepada keluarga Amarta. Kami tidak akan ikut campur. Bila mahasiswa kami harus di tahan, berarti mereka harus dikeluarkan dari kampus ini."
Dinda lalu berkata "Baik Bapak Pimpinan, kami akan menyesaikan kasus ini di luar kampus dan saya tetap akan menuju jalur hukum."
"Kak Dinda, sebaiknya kita tanya Olivia dulu." Zenno yang masih mengingat perkataan Olivia, agar tidak memperpanjang kasusnya.
"Zenno, Kakak akan tetap melaporkan mereka semua, bahkan yang ada di sosial media. Siapapun itu, Kakak tidak bisa memaafkan."
Zenno tidak akan bisa meredam Dinda, dan membuat Dinda agar mengurungkan niatnya itu.
Dinda lalu berdiri "Mrs. Angel saya permisi dulu."
Dinda berjalan mendekati Pimpinan dan wakilnya. Entah apa yang dia katakan kepada pimpinan, tapi pimpinan memahami hal itu.
Semua yang ada disitu tampak bergetar dan semua merasa tidak nyaman. Apalagi para dayangnya Bella, tampak sudah lemas dan hanya satu yang masih tegar akan apa yang dia lakukan.
Dinda berjalan dan kembali memakai kacamata hitamnya, gaya berjalan yang begitu menawan dan tidak goyah sedikitpun. Tatapannya begitu sadis dan tidak pandang bulu.
"Kak Dinda benar-benar menawan." Bisik Vino ke yang lainnya.
"Benar, dia memang seperti ratu." Balas Ken yang berbisik. Loudy, Joy dan Kevin hanya memandangi Dinda.
Sherryl berbisik ke Loudy "Kakaknya Olivia menakutkan. Dia benar-benar wanita berkuasa."
__ADS_1
Loudy berbisik "Olivia juga begitu, kamu saja yang tidak tahu."
Sherryl menyenggolnya dan cemberut. Lalu Loudy merangkulnya, dan berbisik "Nanti aku kasih tahu soal Olivia."
Sherryl jadi tersenyum kembali dan Zenno juga bingung, semuanya karena dirinya. Kalau sampai dibawa ke jalur hukum. Bukan hanya nama Olivia saja, tapi namanya akan terseret lebih jauh. Zenno hanya bisa menggeleng.
Mrs. Angel sudah memberikan hukuman kepada dayangnya Bella. Karena sudah membuat onar di forum media dan mereka juga menindas Olivia dengan perkataan yang tidak pantas. Jadi, laporan Zenno terkait penindasan kepada Olivia, sudah ditangani pihak kampus.
Mrs. Angel dan Pimpinan kampus sudah keluar dari ruangan itu, para dayangnya Bella masih terduduk lemas di ruangan itu dan mereka masih memikirkan tentang perkataan Dinda kepada mereka.
"Nah, apa gue kata. Kalian lemes kan? Semoga tidak pingsan ya, atau pura-pura pingsan kalau polisi datang." Ken dengan ucapan tampak tertawa.
"Makanya jangan buat onar terus." Vino yang melewati mereka dan Zenno hanya diam saja.
Joy berkata "Selamat bertemu lagi di kantor pengadilan. Gue akan ingat moment ini." Joy juga suka menggoda.
Lalu Kevin hanya menggeleng saja, saat melewati mereka.
Sherryl dan Loudy juga tampak bergandengan, lalu Sherryl berkata "Semoga kalian jera. Gue turut prihatin."
Mereka dengan gelisah dan mulai berdiri, bahkan sudah ada yang lemas tidak bisa berjalan seperti biasanya yang tegap dan begitu garang.
"Kita pulang aja yuk." Ucapnya dan tampak pucat.
"Ternyata dia anaknya Direktur Dion. Gue pasti akan kena omelan Papa." Ucapnya ketakutan, karena papanya juga bekerja di MC Global.
"Kita harus menemui Bella."
"Apa Bella tahu siapa Olivia?"
"Terus gue harus bilang gimana sama Papa gue. Pasti gue bisa dimarahin habis-habisan."
"Apalagi Mama gue, kemarin udah kesel sama nilai gue yang anjlok."
Mereka tampak lunglai saat berjalan dan hanya satu yang masih sanggup berjalan dengan percaya diri. Setelah mereka keluar ruangan dan menjadi pusat perhatian para mahasiswa.
"Apa mereka yang dihukum?"
"Sepertinya begitu."
"Wah, Queen kampus bakalan turun tahta."
"Iya, karena patah hati. Apapun mereka lakukan."
"Ciaah, ratu kampus patah hati, para dayang beraksi."
Perkataan beberapa mahasiswa terdengar oleh mereka berempat.
Vasya membawa dokumen menuju ruang dosen. "Makanya jangan sok eksis."
Vasya tampak tersenyum girang, saat berpapasan dengan mereka.
"Guys, ayo kita pulang aja."
Suasana kampus itu jadi berubah tidak menyenangkan untuk para dayangnya Bella. Apalagi setelah ada yang bergosip kalau Olivia adalah putri Direktur Dion, para mahasiswa menjadi heboh, dan mahasiswa begitu penasaran.
__ADS_1