
Olivia yang penasaran, hanya melihat dari lantai atas dan memang benar, dia pernah bertemu dengannya.
"Bukannya itu Bella, masih nekat aja itu cewek." Olivia tampak santai, hanya merasa kenapa Bella tidak lelah mengejar Zenno.
"Emz, cewek jaman now memang nekat. Hii, serem!!" Batin Olivia dan segera bergegas mandi.
Bella tampak tersenyum manis dan begitu lemah lembut di hadapan Mama Virda.
"Jadi kamu teman kampus Zenno?"
"Iya Tante."
Bella begitu menjaga sikap perempuan, dan tampak begitu manis. Mama Virda melihat dari ujung bawah ke atas, dan Bella memang cantik, seperti barbie.
"Kamu satu jurusan sama Zenno?" Tanya Mama Virda dan ingin tahu tentang Zenno selama di kampus.
"Tidak Tante, saya ambil jurusan Management Bisnis. Saya juga baru semester 5." Jawabnya yang begitu manis.
"Owh, Tante kira, kamu teman satu jurusan Zenno." Ucap Mama Virda dengan tersenyum.
"Tante, apa Zenno ada di rumah?" Tanya yang segera ingin bertemu Zenno.
"Iya Zenno ada, tapi Zennonya masih tidur." Jawab Mama Virda
"Jam segini masih tidur?" Batin Bella. Tapi dia merasa begitu senang.
"Kamu sudah lama kenal sama Zenno?"
"Belum Tante, baru beberapa bulan ini Tante." Jawabnya dan begitu manis.
Tidak lama seorang pembantu, sudah menyiapkan minuman untuk sang tamu. Mama Virda tampak ramah saat menerima teman-teman putranya. Apalagi seorang gadis, dia tidak pernah menentang pertemanan para putranya.
"Nak Bella, ayo silakan diminum."
"Iya Tante." Bella juga sangat begitu anggun saat menampilkan dirinya, yang terlihat begitu berkelas.
"Nak Bella, saya akan bangunkan Zenno dulu. Tunggu sebentar ya."
"Iya Tante."
Mama Virda beranjak pergi ke kamar tamu, yang tidak jauh dari ruang tamu. Bella tampak memperhatikannya, dan merasa lebih dekat dengan Zenno.
"Jadi itu kamar Zenno?" Gumamnya dan merasa senang.
Tidak sia-sia semalam dirinya sudah mengikuti mobil Zenno. Tapi Bella tidak sendiri, ada asisten yang menemani dia.
Di dalam kamar tamu, Mama Virda cukup susah membangunkan Zenno, ini sudah hampir jam 10, tetapi jam 5 pagi Zenno baru mulai tidur.
"Ah... Mama. Zenno masih ngantuk ini." Keluhnya dan semakin erat memeluk guling.
"Itu ada teman kampus kamu. Kasian jauh-jauh kesini, kamunya nggak mau ketemu."
"Siapa sih Ma? Udah suruh pulang aja."
"Namanya Bella. Katanya teman dekat kamu."
Mendengar nama itu, Zenno langsung terbangun dan bertanya "Siapa? Bella?"
"Iya Bella." Jawab Mama Virda.
"Ah.. Males Ma."
"Kenapa?"
"Ya males aja ketemu dia." Zenno kembali memeluk guling dan menutup wajahnya dengan bantal.
"Memangnya kenapa? Apa yang salah dari dia?" Tanya Mama Virda yang tampak penasaran.
"Mama, disini ada Olivia. Terus Mama pilih mana?" Zenno merasa jengkel dan Mama Virda tersenyum.
__ADS_1
"Bella pacar kamu?"
"Bukan, tapi dia ya gitulah. Suka nyari-nyari Zenno. Risih aja jadinya."
"Emz, Bella suka sama kamu."
"Entahlah Ma, yang jelas Zenno malas ketemu dia. Udah, suruh dia pulang aja."
"Ya nggak sopan kalau gitu."
"Ah, Mama bisa pura-pura aja. Zenno ngantuk berat." Zenno menarik selimutnya dan tampak enggan untuk bangun. Bahkan ingin kembali tidur.
Mama Virda akhirnya mengerti dan dia keluar dari kamar tamu, lalu kembali ke ruang tamu untuk menemui Bella.
"Nak Bella, maaf sekali. Zenno tidak bisa bangun. Dia mungkin masih capek. Apalagi semalam pulangnya sudah larut."
"Iya Tante, Bella mengerti."
"Ayo di minum lagi, tidak perlu sungkan."
"Iya Tante."
Mama Virda tidak terlalu ingin ikut campur dalam urusan anak muda, jadi tidak ingin memberi tahu tentang Zenno yang sudah memiliki calon istri. Biarkan Zenno yang mengurusnya sendiri, itulah yang ada dalam pikiran Mama Virda.
"Kalau begitu, Bella pamit dulu Tante."
"Kenapa buru-buru?"
"Bella masih ada pekerjaan, kapan-kapan Bella akan berkunjung lagi."
"Ya sudah kalau begitu."
Bella akhirnya pamit dan pergi, Mama Virda cukup mengerti tentang anak jaman sekarang, yang berbeda dengan dirinya dulu, yang malu mengenal teman pria, sekarang malah gadis suka meraih hati pria.
"Dia memang cantik, tapi Zenno sudah ada calon istri." Gumamnya dan mulai kembali ke lantai atas untuk melihat Olivia.
Mama Virda mengetuk pintu kamar Zenno dan tidak lama Olivia membuka pintu itu.
"Kamu sudah mandi?"
"Iya Tante."
Mama Virda memegang badan Olivia, lalu berkata "Ukuran baju ini cocok."
"Iya Tante. Pilihan Tante, emang oke."
Tadi pagi-pagi Mama Virda sudah membeli pakaian untuk Olivia dari aplikasi online, tidak lama baju itu sudah sampai di rumahnya.
Olivia lalu keluar dari kamar itu, dan berjalan bersama Mama Virda.
"Tante, tadi ada tamu?"
"Iya, teman kampus Zenno. Apa kamu kenal dia?"
"Namanya siapa Tante?" Olivia memang pernah bertemu Bella, tapi belum pernah berkelanan.
"Namanya Bella. Kamu kenal dia?"
"Nggak Tante. Olivia juga baru masuk kuliah, jadi belum banyak yang dikenal."
"Iya, katanya dia jurusan Management Bisnis. Berarti sama seperti kamu."
"Iya, bisa jadi dia senior Olivia."
Mama Virda memegang kedua tangan Olivia, menatapnya lebih lekat. Lalu berkata "Olivia, kamu tahu dia kesini nyariin siapa? Zenno. Tante berfikir kalau dia ada niatan untuk mengenal dekat Zenno. Tapi kamu jangan salah sangka sama Zenno."
"Tante, Olivia mengerti. Olivia juga tidak akan membatasi pertemanan Zenno. Entah itu cowok atau cewek." Olivia yang memang dari perasaannya, tidak berfikiran aneh-aneh tentang Zenno.
"Tetap saja Tante kepikiran, nantinya kamu salah mengerti Zenno. Yang jelas, kalau kalian ada masalah. Apapun itu, kamu harus cerita sama Tante." Mama Virda yang tersenyum manis.
__ADS_1
"Iya Tante. Tante tidak perlu cemas. Memang awalnya Olivia sama Zenno, sama-sama cuek. Tapi Olivia akan berusaha untuk lebih mengenal Zenno, jadi Tante tidak perlu khawatir soal kita berdua." Olivia yang merasa memang begitu keadaannya.
"Bagus kalau begitu, kamu memang anak yang baik. Semoga kalian bisa lebih dekat dan saling memahami."
Olivia merasa bahagia, ternyata Mama Virda memang perhatian. Olivia begitu bersyukur atas keadaan saat ini.
"Tante Virda memang Mama yang baik." Batinnya dan mulai berjalan ke lantai bawah. Karena tadi Mama Virda mau mengajak Olivia untuk berbelanja ke supermarket.
"Olivia, kamu tunggu di mobil ya. Tante mau ambil tas dulu."
"Siap Tante."
Olivia malah menunggu di ruang tengah dan melihat beberapa foto yang tergantung di dinding.
"Zenno imut juga." Ucapnya dan memang masa kecil Zenno begitu menggemaskan.
Mungkin saat ini, Olivia belum membuka perasaannya. Tapi, Olivia juga sudah berusaha untuk mengenal lebih dekat sosok Zenno Brata Perwira.
"Olivia, kamu masih disini. Ayo kita berangkat."
"Iya Tante."
Mama Virda dan Olivia tampak begitu dekat. Mereka sudah seperti ibu dan putrinya.
"Olivia, kamu bisa nyetir mobil kan?!"
"Bisa Tante."
"Kamu yang nyetir ya. Kita nggak usah ajak sopir."
"Oke Tante."
Olivia jadi merasa dia seperti berjalan dengan Julia, sang Tante. Semenjak kepergian Mamanya, Olivia lebih cenderung dekat dengan Julia.
Berbelanja bersama Mama Virda, ternyata mengasyikan dan Olivia begitu senang. Rasanya tidak seperti bersama calon mertu, tapi seperti teman biasa.
"Hai, Olivia." Sapanya dengan senyuman.
"Hai,... loe?" Olivia berusaha untuk mengingat namanya.
"Kevin."
"Owh iya, Kevin. Loe lagi belanja." Olivia yang melihat Kevin yang sedang membawa troly belajaan dan tampak penuh belanjaannya.
"Iya, belanjaan Mami."
"Owh, loe nemenin Mami belanja."
"Iya, terus loe sendiri, sedang apa?" Tanyanya dengan penasaran.
Olivia tidak terlihat mendorong troly atau menenteng belajaan, jadi Kevin penasaran.
"Belanja, sama Tante." Ucapnya dan tidak lama Mama Virda datang lalu memanggilnya "Olivia, kamu mau ini?"
"Ya udah, aku ke Tante dulu."
"Iya." Balasnya dengan tersenyum.
Kevin masih memperhatikan Olivia dari kejauhan "Jadi, itu Tantenya." Gumamnya dan Kevin kembali ke sang Mami untuk membawakan belanjaan Mami.
"Kamu tadi ngobrol sama siapa?" Tanya Mama Virda yang melihat dari jauh kalau Olivia sedang mengobrol dengan pemuda tampan.
"Em, Kevin. Teman di kampus."
"Kamu katanya belum banyak kenalan?"
"Iya, waktu nggak sengaja ketemu di rumah sakit. Waktu Olivia nemenin Kak Dinda."
Mama Virda tersenyum dan mengelus rambut Olivia, lalu berkata "Kamu memang anak yang manis. Tante sayang kamu."
__ADS_1