COUPLE UNIK

COUPLE UNIK
Mereka Semua Membuat Gila


__ADS_3

"Kak Benz!"


"Huh!"


Wajah dengan suara galak itu, "Kak Benz mau bakar rumah kita!!"


Setibanya malam ini di rumah, Manda melihat api yang membakar sebuah panci.


Benz yang hendak memasak mie instan, dia tampak melamun dan air dalam panci sampai susut dan akhirnya panci itu terbakar.


"Kak Benz!!" Teriak Manda


Seketika, tidak tega setelah melihat raut wajah polos itu.


Benz yang duduk di kursi meja makan, lantas Manda mendekatinya. Manda yang baru tiba di rumah, sudah mencium bau gosong, lantas dirinya menuju dapur, dan langsung mematikan kompor gasnya.


Manda mendekat dan duduk menatap Benz. Bertanya "Kak Benz, kenapa tadi melamun?"


Benz berkata "Aku di usir dari team Anna. Dia tidak mau melihat aku."


"Owh, soal tadi."


"Iya, aku sudah melakukan yang di sarankan Tuan Shaun. Tapi, aku sudah salah."


"Salah?"


"Iya, ini sangat fatal."


"Memangnya?"


"Aku bilang, Nona Anna sangat cantik. Perempuan tercantik di dunia. Saya juga ngefans sama Nona. Saya memotret Nona karena saya fans berat Nona Anna. Saya minta maaf telah membuat Nona kesal."


"Terus?"


"Waktu aku bilang itu, Anna lagi ganti baju. Aku tidak tahu kalau make-up sesi kedua seperti kutilanak, aku sudah terlanjut bilang begitu."


Terus Benz menirukan gaya bicara Anna "Kalau aku seperti ini, apa aku masih jadi perempuan tercantik di dunia?"


"Aku langsung lemes." Pungkas Benz.


Manda menatapnya, hampir sama yang dia alami barusan. Selama di mobil, Manda juga di semprot Shaun. Meski tadi menikmati makanan itu, Shaun tidak terima.


"Lain kali, kamu harus tanya sama aku. Mulai besok, kamu harus cari tahu apa saja kesukaanku dan yang tidak aku sukai. Bla.. bla.. blaa." Yaps, seperti itulah saat Shaun mendumel dan Manda seolah menutup kedua telinganya.


"Manda, aku harus gimana?"


Manda hanya menatapnya saja.


"Manda. Aku nggak mau nilai magangku jelek. Kamu tahu sendiri gimana kedua orang tuaku. Pendidikan itu nomor satu. Harus tekun belajar dan harus bisa jadi harapan orang tua." Ucap Benz yang begitu adanya. Meski tampan dan menawan, Benz termasuk cowok baperan.


"Aku juga nggak ngerti. Aku sendiri juga lagi ngurusin calon penerus. Susah sekali. Lebih baik menghitung nilai dan duduk di depan komputer."


"Manda, aku juga sempat jadi model. Anna memeluk aku, sampai aku berdebar."


"Anna berbisik, jangan harap kamu bisa jadi model, ini semua karena aku. Ini hanya demi pemotretan." Aku sampai merinding dipeluk kuntilanak.


"Hah? Seriusan?!"


"Iya, sutradara tadi datang. Aktornya nggak bisa ikut pemotretan. Rambut dan postur badanku mirip pemerannya, jadinya aku yang dipeluk Anna tapi wajahku nggak terlihat, cuma rambut sama badan belakangku yang terlihat di kamera."


Manda mendengar itu tersenyum geli, ia bertanya "Gimana rasanya?"


"Manda, tadi aku bilang merinding."


"Owh, merinding?"


"Ya awalnya aku nervous. Gimanapun Anna artis terkenal. Aku juga ngefans sama dia. Ternyata galaknya minta ampun. Aku jadi takut sama dia."


"Hah? Kak Benz takut sama Anna?" Cara memandang Manda kepada Benz telah berbeda. Padahal, Benz juga sama ngeselinnya dengan Shaun.


"Baguslah, kalau Kak Benz punya rasa takut sama perempuan. Jadi, nggak akan lagi seenaknya sendiri kalau nyuruh-nyuruh aku."

__ADS_1


Benz memegang tangan Manda, ia berkata "Manda, kamu sudah lama bekerja di S. O. Aku mohon sama kamu. Carikan aku posisi nyaman buat magang. Please!"


Baru saja, Manda merasa lega. Eh, Kakak sepupu tampan ini kembali meminta bantuan.


Manda menggeser tangan Benz, lantas berkata "Aku nggak mau."


"Ayolah. Aku mohon."


"Nggak."


"Manda, aku mohon. Nanti kamu tidak perlu lagi mencukupi kebutuhan harianku. Aku akan berbelanja sendiri ke supermarket. Manda, bantulah aku."


Manda yang hendak berjalan pergi, ia mendengar hal tentang uang. Ia bertanya "Kak Benz serius?"


"Iya. Aku serius. Aku akan membeli makananku sendiri. Semua kebutuhanku, aku akan membelinya sendiri."


Manda mengangguk, lalu berkata "Oke, akan aku coba. Tapi."


"Tapi apa?"


"Lihat tasku ini. Kemarin kena gesekan aspal. Aku butuh tas baru."


"Oke, setelah kamu bisa mencarikan aku pekerjaan untuk magangku. Aku akan membelikan kamu tas baru."


"Janji?"


"Iya. Aku janji."


Manda tersenyum dan keduanya sepakat, mereka tampak berjabat tangan.


Mendengar suara mobil terparkir di depan rumah. Mereka berdua tampak keluar dan hendak melihatnya.


Tampak pemandangan mencengangkan Manda dan Benz saat ini. Si Abang ganteng yang berdiri dan membelai rambut seorang gadis yang bernama Nadia. Belaian manja nan manis, Ariel lakukan padanya.


Manda dan Benz yang melihatnya jadi terpana. Saliva ia teguk kembali saat melihat romansa bagaikan drama cinta yang pernah mereka tonton.


"Itu Nadia?" Tanya Benz.


"Jadi, Ariel serius menikah?"


"Entahlah, aku sendiri juga tidak tahu." Manda yang bersandar kusen pintu dan Benz juga masih menatap ke arah dua insan yang dimabuk cinta.


Manda berkata "Ternyata mereka berdua bermain cinta dibelakangku."


"Maksud kamu?"


"Kak Benz tidak akan mengerti." Manda lantas pergi ke arah sofa dan ia kesal kepada Nadia. Ternyata, cowok yang akhir-akhir ini diceritakan kepadanya, adalah si Abang ganteng. Yang tidak lain, adalah Kakak kandungnya.


"Sepertinya, dunia ini akan berhenti berputar." Manda yang merebahkan tubuhnya di sofa lantas menyalakan televisi.


Benz bertanya "Cinta segitiga?"


"Hemms?"


"Kamu suka Nadia?"


Manda melemparkan bantal sofa sekencang mungkin, dan mengenai wajah Benz.


"Kak Benz semakin gila karena Anna." Desisnya dan Benz pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua.


"Bang Ariel, gimana ekspresi adikmu setelah melihat kita berdua?"


"Manda pasti akan terkejut."


Nadia Herlinda, adalah sahabat Amanda Naomi semasa di SMA. Lantas, mereka juga kuliah di kampus yang sama.


Nadia bekerja di MC Global dan ia juga seperti Mariska. Penampilan dan gaya dia hampir mirip dengan Mariska.


"Gimana Bang Ariel akan mengikuti gaya hidup Nadia?" Gumamnya dan kedua orang yang jatuh cinta itu berjalan memasuki rumah.


"Manda sayang. Surprise."

__ADS_1


"Iya, aku terkejut. Sangat terkejut." Ucapnya dengan wajah kesal.


Nadia dengan senyuman manis, ia berkata "Sayangku, jangan marah."


"Siapa juga yang marah?" Manda yang duduk dan memeluk bantal sofa. Raut wajah cemberut dan hanya menatap layar televisi. Memegang remot dan mengganti-ganti chanel televisi.


Abang Ariel berkata "Manda, kita akan segera menikah. Nadia akan menjadi Kakak iparmu. Kamu jangan marah sama Nadia. Kalian sebagai ipar harus akur seperti biasanya."


Dengan mudahnya sang Abang ganteng berkata begitu, dan tidak mengerti perasaan adiknya.


Manda berkata "Iya Abangku sayang."


Nadia memegang tangan Manda "Maaf, aku tidak berniat begitu."


"Kenapa nggak langsung bilang saja. Bang Ariel itu luar biasa." Gaya bicara yang ketus dan Nadia semakin gemas.


"Ya sorry, kalau aku langsung cerita begitu. Nantinya kamu akan ceramah."


Nadia dengan senyuman dan Manda berkata "Aku tidak marah. Tapi, kalian sudah bermain cinta dibelakangku."


"Kamu harusnya tanya aku. Kapan kalian jadian? Kapan Bang Ariel mulai menyukai Nadia? Kapan lamarannya? Kapan kalian menikah? Harusnya kamu tanya begitu." Wajah gemas Nadia yang telah membujuk sang sahabat.


"Untuk apa aku bertanya ini itu, lagian kalian berdua sudah merencanakannya."


Bang Ariel lantas duduk di sebelahnya, lalu merangkul bahunya, ia berkata "Adiku sudah cemburu"


"Siapa juga yang cemburu."


"Maafin kita, yang tidak mengubar perasaan di depan kamu."


Nadia berkata "Sahabatku belum pernah jatuh cinta. Mana bisa aku bermesraan di depannya." Bibir Nadia berubah imut.


Manda berkata "Siapa bilang aku belum pernah jatuh cinta."


Nadia bertanya "Kamu jatuh cinta sama siapa?"


"Kamu nggak perlu tahu. Lagian, aku." Manda malas menjelaskannya.


Bang Ariel berkata "Nadia, adikku ini lagi tertimpa musibah. Makanya, suasana hatinya jadi kacau begini."


"Musibah?"


"Iya, dia menabrak mobil orang dan harus mengganti biaya perbaikan mobilnya."


"Manda, kamu baik-baik saja?"


Manda terdiam dan Nadia memeluknya, mengelus rambut Manda, Nadia berkata "Aku akan membantumu. Sebagai calon Kakak iparmu. Aku akan memberikan tabunganku."


"Beneran?"


"Iya sayangku. Sahabatku. Calon adik iparku."


"Masih kurang 30 juta."


"30 juta??" Wajah syok Nadia.


"He'em, totalnya 36 juta. Aku sudah mencicilnya. Masih kurang 30 juta." Manda yang berubah imut dengan bibir cemberut.


"Baiklah, aku akan memberimu 10 juta. Soalnya, aku juga sudah terlanjur menyewa gedung. Untuk resepsi nanti." Nadia menyengir.


Manda bertanya "Secepat itukah kalian menikah?"


Bang Ariel memegang tangan Manda, ia berkata "Minggu besok, Abang akan melamar Nadia. Keluarga Nadia sudah menyiapkan semuanya."


"Minggu besok?"


"Iya."


"Aku bisa gila. Ada agenda penting di minggu besok."


"Manda, kamu ada acara lain?"

__ADS_1


"Iya." Batin Manda lelah.


__ADS_2