COUPLE UNIK

COUPLE UNIK
Pesta Pernikahan Gery Dan Marcella


__ADS_3

Sabtu malam di Hotel Baverlly, suasana ballroom yang begitu mewah dengan nuansa putih.


Dekorasi pengantin bak di negeri dongeng dan itu semua pilihan Dinda. Dion tidak mengerti kalau itu akan menyakiti putrinya, karena waktu itu dia telah membookingnya dan tidak berniat untuk merubahnya. Tadi sebelum pesta dimulai, Olivia lebih dulu ke ruangan itu.


Dia melihat altar pernikahan yang mewah dengan lantai karpet putih, serta disisi kanan dan kiri terdapat berbagai bunga warna putih. Untungnya, bukan bunga mawar kesukaan Dinda.


Olivia lalu kembali ke kamarnya dan merasa tidak suka dengan hal itu. Papanya sendiri, memberikan pesta yang mewah untuk wanita yang menyakiti Kakaknya. Dia kembali mengingat bagaimana dulu, Mamanya telah tersakiti.


Sudah jam 7 malam, para tamu sudah tampak berdatangan. Olivia masih tampak berhias, MUA ternama telah mempercantik dirinya, tapi dia tidak ingin make-up berlebihan. Dia tetap ingin menampilkan wajah aslinya.


Desainer baru tiba "Nona Olivia, maafkan saya."


"Ada apa?" Tanya yang masih duduk di depan cermin.


"Saya sudah menyelesaikan pakaian itu tepat waktu. Tapi, tadi ada kesalahan." Ucapnya dan desainer itu tampak gelisah.


"Tidak masalah. Lalu apa ada gantinya?"


"Ada Nona. Namun,..." Desainer itu masih belum bisa menjelaskannya.


"Emh, apa? Aku sudah terlambat." Ucapnya dan Pak Roni masuk ke ruang ganti itu.


"Apa ada masalah?" Tanya Pak Roni.


Desainer kemudian menjelaskan kalau ada kesalahan dalam membuatkan gaun Olivia.


"Gaunnya tidak masalah, kamu perbaiki saja. Aku ingin segera memakai blazer." Setelah mendengar penjelasan desainer kepada Pak Roni.


"Baik Nona Olivia."


Asisten desainer itu lantas menyiapkan pakaian ala CEO. Warna merah yang menggoda dan begitu menawan. Hal itu membuat Olivia tersenyum.


"Aku suka ini." Olivia lalu berganti pakaian.


Desainer itu tampak berdebar, takut akan ada kesalahan lagi. Kalau blazer itu memang untuk Olivia, tapi gaun dewasanya belum bisa dia selesaikan. Dia membawakan gantinya, tapi Olivia tidak suka dan malah meminta desainer itu, untuk memperbaiki gaun yang dikhususkan untuknya.


Pak Roni melihat Olivia yang tampil beda "Nona Olivia sudah dewasa, sangat cocok menjadi CEO."


"Benarkah?" Olivia masih memandang ke arah cermin.


"Benar, seperti Bu Amelia."


"Pak Roni bisa saja."


Di tempat pesta pernikahan, Mama Virda tidak melihat Olivia. Deffo bersama Papa Benny berbincang dengan beberapa kenalan sesama pengusaha. Lalu Vicco asyik sendiri dengan ponselnya, dan belum melihat Kakak iparnya.


"Tante..." Ucap Bella yang lebih dulu, saat melihat Mama Virda sendirian.


"Owh, Nak Bella. Kita bertemu lagi." Mama Virda tampak tersenyum.


"Iya Tante. Apa Tante sendirian?"


"Tidak, Tante bersama keluarga."


"Apa Zenno juga ikut Tante?"


"Zenno tidak ikut, dia ada kesibukan di luar." Jawab Mama Virda dan Bella berfikir tentang FGFC.


"Em, iya. Pasti sibuk di FGFC.".


Mama Virda tersenyum, lalu bertanya "Nak Bella tamu dari pihak siapa?"


"Saya tamu undangan dari Madam Monica dan Kak Marcella. Kita rekan di dunia model."


"Owh begitu, Tante kira dari pihak pengantin pria."


"Kalau Tante tamu undangan siapa?"


"Tante tamu dari Direktur Dion, dia besan saya."


Tidak lama asisten Bella memanggilnya, untuk bergabung bersama teman-teman model dan artis.


"Tante saya tinggal dulu, disana ada teman-teman saya."


"Iya silakan." Mama Virda tampak menghebuskan nafasnya, lalu pergi mengambil minuman.


Dion juga tampak gelisah, dari tadi belum melihat Olivia yang datang ke pesta itu. Acara sakral sudah selesai, tinggal acara pesta. Tapi Dion belum melihat Olivia yang datang ke tempat itu. Dia berusaha mengubungi Pak Roni, tapi tidak ada jawaban.


Monica mendekat "Darling, ada apa?"


"Olivia belum datang."


"Biarkan saja, anak muda punya acara sendiri."


"Tidak, tadi dia sudah di Hotel ini. Tapi kenapa belum kelihatan."


"Owh begitu, mungkin masih di ruang make-up. Biarkan saja. Ayo kita sapa para tamu kita."


Dion lalu pergi menyapa para tamu yang datang. Para keluarga Gery juga tampak biasa saja, tidak ada aura bahagia sama sekali. Bahkan, Madam Laura juga hanya mengajak keluarga inti saja.


"Madam Monica,.." Ucap Bella dan yang lainnya.


"Kalian semua datang. Malam ini kalian semua cantik. Silakan nikmati pestanya, kalian harus bahagia."


"Baik Madam." Balas mereka, yang tampak bergerombol.


"Eh, dengar-dengar ini pesta harusnya untuk putri Direktur Dion." Ucap gadis bergaun ungu.


"Iya, gue dengar juga begitu." Sambung gadis lainnya.


Bella lalu bertanya "Memangnya, siapa putrinya Direktur Dion?"

__ADS_1


"Gue juga nggak tahu, cuma dengar begitu."


"Kalau nggak salah, dia juga mahasiswa di kampus loe Bell." Ucap gadis itu dan memegang minuman.


"Kampus gue?" Lalu dia ingat akan sosok Dinda yang pernah menggantikan Dion untuk memberikan beasiswa saat acara penyambutan mahasiswa baru, dan saat itu Bella baru masuk kuliah.


"Emh, jadi dia. Pandai juga Kak Marcella bisa merebut posisi dia." Batinnya yang menatap ke arah pelaminan.


Setelah satu jam pesta itu di mulai, pintu ballroom itu terbuka lebar. Olivia yang berjalan dengan beberapa pengawalan sudah tiba. Baru dia melangkah ke depan pintu, semua mata tertuju pada Olivia.


Tatapan mata yang bersinar bak permata, dan terlihat begitu menawan saat berjalan ke arah pelaminan.


"Olivia." Gumam Dion yang melihat putrinya tampil berbeda.


Mama Virda, Deffo dan Papa Benny juga menatap Olivia dengan bahagia. Vicco tampak merekamnya, dan Pak Roni berjalan tepat di belakang Olivia.



"Dia lagi." Bella dengan tatapan kaget.


"Dia siapa?"


"Banyak yang mengawalnya."


"Apa dia putri Direktur Dion?"


"Apa dia yang dikalahkan Kak Marcella?"


Berbagai pertanyaan itu dan tampak penasaran.


"Kak Gery, selamat menempuh hidup baru." Ucapnya dengan senyuman.


"Iya terima kasih." Ucap Gery dan tampak gelisah.


"Kak Gery harus senyum, kan sudah punya istri."


"Iya." Gery lalu tersenyum tipis.


"Kak Gery santai saja, lagian Kak Dinda udah lupa. Dia lebih bahagia dari Kak Gery." Ucapnya.


"Apa maksud kamu Olivia?" Tanya Gery dan Marcella tampak kesal.


"Kak Dinda baru pulang dari berbulan madu."


"Dinda sudah menikah?" Gery tampak tidak senang dan dia juga terpaksa menikahi Marcella. Dalam hatinya, dia masih mencintai Dinda.


"Benar, Kak Dinda sudah menikah."


Gery tampak gelisah dan merasa aura panas dalam dirinya, Olivia lalu berganti ke Marcella.


"Haii, selamat ya. Sebentar lagi jadi Mommy."


"Apa mau kamu?" Marcella dengan tidak senang.


"Olivia.. Kamu!!" Marcella kesal.


"Emh, tenang saja aku tidak akan berbuat onar. Aku juga tidak akan melawan ibu hamil."


Marcella yang begitu geram, terlihat dari wajahnya.


"Sekali lagi selamat, selamat telah merebut Kak Gery dari Kak Dinda."


"Kamu!!!"


"Bye bye..." Tampak wajah senang dan dia kembali berjalan ke arah keluarga Gery.


"Tante Laura, Om Baskara, selamat untuk kalian semua. Semoga Kak Gery bahagia. Tante dan Om juga harus bahagia."


"Olivia, maafkan kami semua." Ucap Tante Laura.


"Tante tidak perlu minta maaf, Olivia tahu siapa yang bersalah. Kak Dinda juga sudah memaafkan Kak Gery, jadi Olivia tidak akan mempermasalahkan Kak Gery lagi."


"Terima kasih, salam untuk Dinda."


"Baik Tante."


Olivia yang masih dikelilingi para pengawal, berjalan mendekati sang Papa.


"Papa." Olivia yang memeluk Papanya dihadapan Monica dan para tamu.


"Olivia, kamu ini. Bikin Papa cemas."


"Kenapa?"


"Papa dari tadi sudah menuggu kamu."


"Benarkah?" Olivia yang tersenyum dan Papanya mulai mengenalkan Olivia kepada rekan-rekan terdekatnya.


Bella tampak tidak senang "Jadi dia, dia putrinya Direktur Dion."


Semua teman Bella juga mengobrolkan hal itu. Mereka mengira kalau Olivia adalah Dinda yang kekasihnya direbut Marcella.


Deffo tampak senang melihat Olivia yang bersikap begitu. Bahkan, dia bangga dengan Adik iparnya.


Olivia lalu berjalan mendekati Mama Virda. "Mama...."


Tampak berpelukan dan Bella juga melihat itu, bahkan matanya dari tadi hanya tertuju pada Olivia.


"Kamu ini, bikin Mama khawatir." Ucap Mama Virda dan Bella tampak mendekat untuk mendengar obrolan mereka.


"Mama sudah seperti Papa. Papa barusan juga bilang begitu." Ucapnya yang nakal.

__ADS_1


"Gimana tidak cemas, kamu selalu berbuat usil sama Monica dan Marcella, kalau dia apa-apain kamu gimana?"


"Mama, siapa yang akan berani melawan Olivia. Lihat itu pengawal, dari tadi ngikutin Olivia terus." Ucapnya dan Deffo tampak mendekat.


"Tuan putri tidak bikin onar?"


"Emh, Mama dengar itu."


"Deffo, jangan menggoda kesayangan Mama."


Bella tampak mengepalkan tangan, saat mendengar kata kesayangan Mama.


Papa Benny mendekat "Papa kira tadi top model dari MC Global."


"Ah... Papa bisa saja. Olivia jadi malu."


Vicco juga sudah mengirimkan rekaman tentang Olivia kepada Zenno.


"Olivia memang Olivia, ada saja ulahnya." Gumam Zenno setelah melihat video itu.


Dion tampak senang saat melihat putrinya begitu akrab dengan mertuanya.


"Darling, ayo kita ucapkan terima kasih kepada para tamu." Monica mengajak Dion untuk ke atas panggung.


Para penyanyi kembali duduk saat Dion dan Monica naik ke atas panggung.


Dion telah memberikan ucapan selamat kepada pengantin dan memberikan rasa terima kasihnya kepada para tamu. Monica masih berdiri mendampinginya.


Lanjutnya, Dion berkata "Teruntuk Olivia Sada Amarta, terima kasih sayang. Kamu tamu kebanggaan Papa."


Olivia tampak tersenyum dan mengangkat gelasnya.


Tidak lama pintu terbuka dan Olivia tampak tersenyum.


Dion dan Monica terkaget saat melihat ke arah pintu utama.


"Dinda..." Ucap Dion dan masih memegang mic.


Dinda yang datang bersama Erick dan mereka menampilkan senyuman yang begitu manis.


Dinda dan Erick hanya tertuju kepada sang Papa. Mereka berdua langsung menuju ke panggung itu.


Beberapa tamu yang mengenal Dinda tampak riuh, dan mereka tahu kalau hari ini seharusnya pestanya Dinda.



"Papa,..."


"Erick, Dinda."


"Iya Papa, Erick datang ke pesta Papa. Mertua mengadakan pesta, menantu juga harus datang." Ucapnya dan Monica lalu mengambil micnya. Seluruh tamu mendengar hal itu.


"Darling." Monica menyenggol Dion.


Dinda lalu meminta microphone dari pembawa acara.


"Selamat malam semua. Perkenalkan saya Dinda Nova Amarta dan ini di sebelah saya, adalah suami saya, Erick Fernando."


"Saya Dinda, putri Direktur Dion. Mengucapkan selamat berbahagia untuk para mempelai."


"Gery dan Marcella selamat menempuh hidup baru, semoga kalian berdua bahagia."


Gery tampak menunduk dan tidak berani menatapnya, Marcella tampak memegang lengan tangan Gery dengan wajah yang kesal.


"Mungkin saya terlambat datang, karena saya juga bersama suami dari luar kota. Tapi setibanya kita di Jakarta, langsung bersiap untuk datang kemari."


Tadinya Dinda tidak ingin datang, tapi Erick menguatkannya. Erick juga ingin mengenalkan dirinya dihadapan Gery dan rekan mertuanya.


Saat ini, beberapa pengusaha juga sudah tampak mengenal Erick. CEO muda yang hebat.


"Untuk para tamu yang berbahagia, saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya."


"Tante Laura dan Om Baskara, selaku keluarga Gery. Saya ucapkan selamat berbahagia. Semoga kalian bisa merima dan menjadikan Marcell selayaknya putri kalian sendiri."


"Sekali lagi, selamat untuk kalian, Gery dan Marcella."


Dinda meletakan mic itu dan Erick berkata kepada Dion.


"Papa kita tidak bisa berlama-lama disini."


"Papa mengerti. Terima kasih untuk kalian berdua, sudah mau berbesar hati."


"Papa, Dinda nggak apa-apa. Dinda juga sudah bahagia bersama Erick." Dion memeluknya dengan segenap perasaan.


"Iya Papa tahu, kalau kalian dari Bali, pasti kalian juga capek."


"Papa, Dinda pulang dulu."


Erick yang tampak menggenggam tangan Dinda, begitu romantis.


Gery dan keluarganya melihat pasangan itu. Erick memperlakukan Dinda dengan baik. Laura kembali menangis saat melihat Dinda. Yang seharusnya memiliki menantu seperti Dinda, tetapi malah mendapatkan Marcella.


Dinda yang melewati Olivia, tampak tersenyum manis dan Olivia memberikan bentuk love pada dadanya.


"Kakak love you." Tampak wajah ceria.


🦢


Hallo, buat yang mau baca novel terbaru author, kalian bisa ke novel yang ada di bawah ini.


__ADS_1


Terima kasih 🤗


__ADS_2