COUPLE UNIK

COUPLE UNIK
Tim Khusus Untuk Pendatang Baru


__ADS_3

Wajah segar karena guyuran air. Ia yang terduduk dan menghembuskan nafas kasarnya. Mata yang menatap Manda terlihat begitu garang.


Degh!


Manda hendak berjalan pergi, kakinya telah di pegang Tuan Muda. Sayangnya, Manda tidak bisa lagi berkutik bebas.


"Tuan, maafkan saya." Manda yang masih mematung dan tanpa perlawanan.


Tertangkap basah, tangan Manda yang meletakan kembali botol air mineral ke atas meja. Mengangkat kedua tangan, sudah tampak menyerahkan diri.


"Apa begini cara kamu membangunkan aku?"


"Tuan."


"Keringkan wajahku." Suara yang terdengar pelan, tetapi sangat sinis.


"Baik Tuan."


Saat tangan Tuan Muda melepaskan kakinya. Manda lantas berlari pergi, lalu melemparkan kotak tisue ke arah Tuan Muda.


Dengan berani ia berkata "Tuan bisa mengeringkan wajah dengan tisue."


Manda keluar dari ruangan itu dan ia berjalan ke meja kerjanya. Tatapan mata tajam itu, masih tampak jelas dalam ingatan Manda.


"Wwah, dia ternyata menyeramkan." Desisnya dan ia mengeluarkan kotak bekalnya. Menggigit kasar roti tawarnya dan sangat tidak terima bila selalu saja diperintah ini itu oleh Tuan Muda yang satu ini.


Shaun meraih tisue dan mengusap wajahnya dengan lembut. Ia berkata "Pertahanan yang lumayan."


Selang beberapa menit setelah kejadian tadi. Tuan Muda yang sudah tampil menawan dengan setelan jas warna nude.


"Amanda Naomi." Suara memanggilnya dan terdengar begitu merdu.


Manda dengan segera masuk ke ruang kerja Tuan Muda.


"Iya Tuan Muda."


"Persiapkan catatan atau semacamnya."


"Untuk apa?"


"Ini sepertinya lebih baik." Memberikan sebuah tablet kepada Manda. "Catat semua agendaku disitu dan catat semua hasil rapat pagi ini."


"Rapat?"


"Iya, kita ada rapat mendadak dengan Madam Olivia dan sutradara ternama."


"Baik Tuan."


"Ah, ada lagi."


"Iya Tuan."


"Nanti siang jangan lupa siapkan makan siangku."


"Baik Tuan."


"Nah terus. Nanti malam kita juga akan ada acara penting. Persiapkan diri kamu dengan sebaik mungkin."


"Acara nanti malam?"


"Iya. Bukannya kamu sudah menulis semua jadwalku?"


"Sudah Tuan."


"Kamu asisten pribadiku. Jadi, kemana saja aku pergi. Kamu harus ikut denganku."


"Tapi Tuan."


"Bukannya begitu, Nona Amanda Naomi?"


"Nona?"

__ADS_1


"Baik Tuan. Saya akan mengikuti kemanapun Tuan pergi." Sembari tersenyum, meski terpaksa. Karena Tuan Muda ini, sudah tampak tersenyum manis padanya.


1 jam kemudian.


"Hemz. Kak Benz, akan dikontrak S. O. Untuk menjadi second lead di sebuah film?"


"Yang benar saja. Mana bisa dia akting?"


"Tapi aku akan melihatnya."


Manda dari tadi hanya menggerutu setelah dirinya tahu tentang Benz yang digaet sutradara ternama.


Di ruang audisi, sudah ada sutrada dan Madam Olivia. Tentunya ada Tuan Muda yang didampingi asisten pribadinya.


Benz yang dipanggil oleh seorang petugas kebersihan, untuk audisi sebuah film.


Sutrada yang kemarin, telah melihat sosok tampan Benz. Penampilannya memukau dan begitu keren saat di depan kamera.


Sutradara yang sudah membawa naskah baru. Ingin sekali melihat Benz yang nantinya beradu peran dengan artis yang telah naik daun, yaitu Anna.


"Kamu yang kemarin. Sudah tampil gaya baru?"


Melihat Benz yang tampak memakai seragam office boy, karena dirinya tidak mau mendapat nilai jelek. Meski sudah di depak dari team Manager Anna.


"Iya, saya Benny Mahardika. Biasa dipanggil Benz."


Wajah cute dan tampan. Rambut tertata dengan gaya masa kini. Tinggi badan 183 dan ia sangat manis. Meski baju yang dikenakan sangat tidak sesuai dengan peran yang akan ia bawakan. Tapi, Benz memang tampan. Madam Olivia saja sampai terpesona.


"Benz, silakan baca naskah ini. Lalu, perankan tokohnya. Kamu hayati dulu dan tidak usah gugup. Saya ingin melihat kamu beradu akting dengan artis kebanggaan saya."


Sutradara menatap Manda, ia berkata "Tolong berikan naskah ini kepadanya. Baca yang scene ini."


"Baik Tuan."


Sutradara tampak tersenyum pada Manda, ia secepatnya berjalan ke arah Benz.


Manda berkata "Baca yang ini, terus Kak Benz harus akting. Oke."


"Iya. Kak Benz akan jadi aktor."


"Jadi aktor?" Malah bingung dan menatap ke semua yang duduk di meja para penonton.


Manda berbisik, ia berkata "Demi nilai magang. Harus bagus aktingnya."


Benz berkata "Oke."


Manda menepuk bahu Benz, ia berkata "Semangat."


Manda kembali mendekati Tuan Muda. Lalu sang Tuan Muda bertanya "Kenapa kamu berbisik-bisik?"


"Owh, itu hanya untuk kasih semangat sama Kak Benz."


"Kak Benz? Dia lebih muda dari kamu."


Manda menjawab "Dia Kakak sepupuku. Kita juga tinggal satu rumah."


"Apa? Dia sepupu kamu?"


"Iya, begitulah faktanya."


"Kenapa kemarin kamu nggak bilang sama aku?"


"Kemarin, Tuan tidak tanya sama saya."


"Ya harusnya kamu bilang, kalau dia itu sepupu kamu."


Madam Olivia juga mendengar obrolan mereka berdua. Lantas memegang tangan sang putra. Ia berkata "Shaun."


Shaun lantas terdiam tanpa kata, kembali fokus pada Benz.


Sang sutrada juga tersenyum. Karena, suara mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar kecil. Sosok pacar yang tidak terima akan dirinya, yang tidak tahu menahu soal kekasihnya dan sedang meminta penjelasan.

__ADS_1


Camera, rolling, action!


"Aku tahu. Aku bukan kekasihmu." Tatapan Benz yang tampak sempurna. Cara menatapnya berfokus pada satu cerita yang ia baca. Penghayatan demi nilai kuliah, ia lakukan dengan perasaan.


Setelah itu, ia berkata lagi dengan mata yang berkaca-kaca "Aku akan pergi."


Raut wajah itu, tampak alami.


"Natasya, berjanjilah padaku." Air mata Benz yang luruh begitu saja dan penuh penghayatan.


"Pastikan, kamu bisa bahagia bersama dia. Kalau dia sampai menyakitimu, aku akan membawamu pergi bersamaku." Raut wajah Benz begitu manis, meski air mata itu sudah tampak membasahi kedua pipinya.


Cerita ini telah menyatu dalam perasaan Benz. Cerita yang berisi tentang cinta segi tiga. Kebahagiaan dan rasa cinta itu ada pada dirinya, demi menjaga persahabatan.


Cut!!


Manda tampak terpesona, ia bahkan tidak menyangka kalau Kakak sepupu tampan ini, bisa akting dengan air mata yang muncul begitu saja, tanpa bantuan tetes mata.


Tepukan cantik ia berikan kepada Benz dan sutrada tersenyum padanya.


Sang sutradara berkata kepada Madam Olivia, "Saya suka dia."


Madam Olivia tersenyum.


"Hanya perlu berlatih."


"Sepertinya, memang begitu Mr. Jack. Saya akan menyiapkan team khusus untuk dia."


Madam Olivia mengerti akan hal itu, pelatih seni peran sudah ada di gedung karantina. Itu akan membantu Benz selama tinggal di karantina. Waktu shuting masih bulan berikutnya, masih ada 9 hari untuk berlatih. Madam Olivia juga tampak mengagumi sosok Benz.


"Kak Benz keren." Ucap Manda dan memberikan jempolnya.


"Amanda Naomi." Cara memanggil Madam Olivia juga menirukan Shaun, hanya saja dengan suara lembut.


"Tolong ajak Benz ke ruangan saya."


"Baik Madam."


"Sediakan minuman untuk dia. Saya akan mengajaknya mengobrol santai."


"Baik Madam Olivia."


Manda lekas mendekat ke arah Benz dan Shaun masih saja menatap Manda. Ia sangat tidak terima. Perlakuan Manda kepada Benz begitu manis dan tidak seperti kepadanya. Yang sangat kasar dan tidak lemah lembut.


"Dia benar-benar pilih kasih. Sepertinya, Amanda Naomi memang punya dua kepribadian." Batin Shaun, lalu mengikuti sang Mommy untuk mengantarkan sutradara ternama itu. Sang sutradara telah undur diri, karena akan ada acara lain.


"Tuan Muda Shaun, saya tunggu nanti malam di acara Anna."


"Mr. Jack tidak perlu khawatir. Saya pasti akan datang."


"Jangan lupa, ajak kekasih hati."


"Mr. Jack, saya tidak ada kekasih."


"Mana mungkin Tuan Muda Shaun sampai tidak memiliki kekasih. Apa Madam Olivia sudah menyiapkan khusus?"


Madam Olivia menyela, "Mr. Jack bisa saja. Mana mungkin saya bisa mengatur percintaan putra saya."


"Benar Mr. Jack, tadinya saya ada kekasih. Tapi sekarang ini, saya ingin fokus membantu Mommy."


Setelah basa basi itu berlalu, lantas sang sutradara ternama itu, telah pergi meninggalkan gedung StarLight One.


30 menit kemudian.


"Mommy yang benar saja? Aku harus jadikan dia aktor pertamaku?"


"Shaun. Kamu harus belajar."


"Mommy, gimana caranya Shaun bisa mengatur dan membuat dia jadi aktor?"


Mommy berkata "Amanda Naomi."

__ADS_1



__ADS_2