
Crazy Rich Bagian 27
Oleh Sept
Terdengar suara pintu terbuka, dan Gadhi masih saja berteriak di dalam kamarnya.
"Apa yang terjadi?" Madam Li keluar dari kamar Hanum kemudian menghampiri sekretaris Jo. Wanita itu terbangun karena suara gedoran berisik yang terdengar sangat menganggu.
"Tidak ada apa-apa Madam, biarkan saja. Nanti obatnya akan mereda dengan sendirinya." Sekretaris Jo menatap jam dinding. Beberapa saat lagi efek obat itu akan mereda. Jadi mereka hanya harus bersabar menunggu. Ya, menunggu Gadhi tersiska di dalam ruangan sendirian.
"Benarkah?" tanya madam Li dengan tatapan penuh selidik. Membuat sekretaris Jo tidak nyaman. Sungguh ini bukan topik yang nyaman untuk dibahas.
Sekretaris Jo pun mengangguk yakin.
"Aku sudah bicara dengan dokter, hanya tunggu saja. Sebab tidak mungkin kita membiarkan tuan Gadhi macan-macam."
Madam Li pun mengangguk.
"Mau aku buatkan kopi?" tawar madam yang memperhatikan sepertinya sekretaris Jo belum tidur.
"Tidak ... terima kasih, Madam bisa kembali istirahat lagi. Sebentar lagi tuan Gadhi juga akan berhenti berteriak karena kelelahan."
"Oh, baiklah!" Madam Li pun berbalik, ia kemudian melirik sekilas pintu kamar tuan muda. Masih terdengar gedoran yang berisik.
***
Pagi hari
Matahari bersinar sangat cerah, secerah wajah Hanum. Gadis itu habis mandi air hangat, seharian ini ia akan free. Bebas tanpa jadwal apapun. Ya, besok ia akan menikah. Madam Li hari ini hanya akan membawanya perawatan. Tanpa latihan atau apapun itu. Murni hanya memanjakan diri ke pusat kecantikan. Di klinik langanan Nyonya Geni. Sekalian, madam Li ingin menjauhkan Hanum dari calon suaminya.
__ADS_1
Jadi, bangun tidur begitu mandi Hanum sudah langsung dibawa oleh mobil jemputan. Bersama madam, keduanya meninggalkan D'Rose House.
Sementara itu, ada hati yang merutuk tiada akhir. Gadhi, meski tubuhnya seperti digebukin digebukin orang satu kampung. Matanya masih bisa menyalak marah pada Jonathan.
Sambil memakai jas Navi dan dasi polkadot, Gadhi tidak berhenti mengomel pada sekretarisnya itu.
"Ingat! Catat baik-baik! Tahun ini dan tahun depan, tidak ada cuti! Dan karena kamu sudah berani mengunciku semalam! Semua bonus aku bekukan!" ujarnya marah.
Padahal tubuhnya terasa sakit semua, tapi ia masih punya tenaga dalam untuk memarahi sekretaris Jo. Sedangkan sang sekretaris, ia hanya menundukkan wajah.
"Lain Kali aku tidak akan lunak! Aku pasti akan memecatmu segera!" ujarnya belum puas.
Dalam hati sekretaris Jo tersenyum. Ia selalu diancam akan dipecat bila bosnya sedang gusar. Tapi itu hanya ancaman belaka. Apalagi masalah bonus, biar sombong dan ngeselin, Gadhi tidak pernah pelit pada dirinya.
Jadi saat Gadhi sedang marah seperti ini, maka sekretaris Jo hanya akan diam dan mendengarkan saja. Anggap saja istri lagi ngomel-ngomel tidak jelas. Nanti kalau sudah puas, pasti akan reda dengan sendirinya.
Gadhi duduk seorang diri di meja makan. Ia melirik sedikit, mungkin mencari Hanum.
"Di mana dia?" tanya Gadhi dengan nada dingin pura-pura tidak penasaran. Sebab sejak bagun ia belum melihat calon istrinya itu.
"Siapa, Tuan?" pancing sekretaris Jo dengan usil.
"Siapa lagi?"
"Nona Hanum? Oh ... sedang ke salon. Perawatan, besok adalah hari besar. Madam membawa Nona untuk melakukan perawatan," jawab sekretaris Jo dengan tenang.
"Kalian sengaja menyembunyikan Hanum dariku, kan?" tebak Gadhi.
"Mengapa kami berani menyembunyikan Nona dari Tuan?"
__ADS_1
Gadhi tersenyum getir.
"Aku tahu isi dalam kepala kalian!" cetus Gadhi gusar.
'Kami juga tahu isi kepala tuan muda!' timpal sekretaris Jo dalam hati.
Hanya bisa menjawab dalam hati, sekretaris Jo pun tetap diam saja.
***
Jam terus berputar, matahari sudah berganti dengan rembulan malam yang indah. Hanum terbaring di kamarnya, malam ini gadis itu tidak bisa tidur.
Ia hanya menatap langit-langit kamar, terlihat gelisah karena besok sudah mau menikah. Menikah dengan pria sombong, angkuh dan ini hanya sebuah pernikahan di atas kertas. Pernikahan yang didasari perjanjian pra nikah. Di mana hanya akan berlangsung selama satu tahun.
Huffff ..
Hanum menghela napas panjang, ia memikirkan bagaimana nanti jika tinggal satu atap dengan pria menyebalkan tersebut. Memikirkan saja membuatnya tidak nyaman.
Larut dalam banyak lamunan yang semu, matanya yang sudah lentik karena perawatan maksimal, akhirnya perlahan menutup. Memperlihatkan bulu-bulu yang sudah tertata rapi dan melengkung indah.
Pipinya terlihat mulus dibalik cahaya lampu yang temaram. Hanum mulai larut, apalagi terdengar suara melody pengantar tidur yang sengaja ia putar beberapa saat lalu. Music klasik itu menemani Hanum menuju alam bawah sadarnya.
CUP
Gadis itu tersentak, kelopak matanya nan indah seketika terbuka. BERSAMBUNG
IG Sept_September2020
Jempolnya bestie kondisikan. Hehehe
__ADS_1