
Crazy Rich Bagian 46
Oleh Sept
Tidak cocok untuk yang belum menikah.
***
Zona bahaya
...
'Kalau diam begini kau terlihat manis,' batin Gadhi yang sudah berbaring di sisi Hanum. Tanpa sadar sebenarnya ia sudah terbuai oleh pesona Hanum Bramantya itu.
Gadhi menatap dengan intense, ia pindai wajah Hanum. Seolah sedang merekam keindahan yang kini dilihat. Memperhatikan hidung Hanum yang mancung, tapi lebih mancung hidungnya.
Melihat bulu-bulu mata wanita itu yang tampak lentik, hitam dan lebat. Tapi tidak selebat miliknya. Ya, memiliki sedikit darah campuran India, membuat Gadhi dipenuhi bulu-bulu. Tidak hanya bulu mata yang ikut lentik, pria itu juga memiliki alis yang tebal.
__ADS_1
Tidak itu saja, ada bulu-bulu lain yang juga memenuhi hampir seluruh tubuhnya. Bulu-bulu di lengannya membuat ia terlihat sangat manly, keren, cowok banget, dan menantang.
Belum lagi bulu halus di da danya yang bidang tersebut. Membuat kaum Hawa yang menatapnya mungkin akan menelan ludah. Ya, karena Gadhi adalah sosok pria dambaan kaum perempuan. Selain parasnya yang rupawan, bodinya juga oke. Posture tubuhnya sempurna, tinggi, tegap, atletis, ditambah otot-otot halus, membuat Gadhi tanpa cela.
Kekurangan pria itu hanya satu, sifatnya yang sangat jelek. Kasar, dingin, acuh, arrogant, sombong. Semua sifat buruk berkumpul menjadi satu padanya.
Kini pria itu setelah mengagumi wajah Hanum yang sudah terlelap, ia pun mematikan lampu kamar. Menggantinya menjadi lampu tidur. Membuat cahaya di dalam ruangan menjadi remang-remang, temaram nan syahdu. Pas bila ia ingin memberikan hukuman atas sikap Hanum yang tidak mau menurut itu.
Dengan pelan-pelan Gadhi memulai aksi usilnya. Ia buka kancing baju piyama Hanum yang terbuat dari serat protein alami. Berbahan kain sutra yang tentunya harganya tidak murah. Sejak menikah, Hanum memang sudah diwajibkan memakai apa-apa saja yang sudah disiapkan untuknya.
"Kau sengaja menggodaku ... Hanum," sebuah senyum menggembang pada wajah pria tampan tersebut saat memperhatikan warna yang dipakai Hanum malam ini.
Diamatinya sambil menelan ludah, kacamata kuda yang sudah mulai terlihat. Karena tangannya sudah berhasil membuka tiga kancing piyama Hanum.
Gadhi kemudian tersenyum geli, kalau di dekat Hanum memang akhir-akhir ini ia bisa tersenyum sendiri seperti orang edann. Menandakan bahwa jiwanya mulai sedikit oleng.
Bagaimana tidak, sepertinya madam Li sedang mengerjai Hanum. Wanita itu diberikan baju dalamm yang minimalist, tipis, kecil, bahan transparan. Memakai atau tidak sepertinya tidak ada bedanya. Hingga Hering langsung bangkit dari kubur saat melihat kismis yang tertutup tapi terlihat sangat jelas.
__ADS_1
Buah kismis yang berada di puncak itu seolah sedang menantang Hering. Membuat wajah Gadhi perlahan mulai menghangat. Niatnya ia menakuti Hanum dan memberikan pelajaran agar istrinya itu tidak melawan, sebab dirinya yang berkuasa. Tapi apa yang terjadi, sepertinya Gadhi pun sudah kehilangan kuasa atas dirinya sendiri.
Pria itu kehilangan kendali, hingga tidak tahan dan langsung melepaskan apa yang masih tersisa dalam tubuhnya.
"Baiklah ... sepertinya aku hampir gila!"
Seettt ....
Gadhi melepas celana piyama Hanum yang terbuat dari serat protein alami yang halus itu. Gerakan cukup pelan, agar Hanum tidak bangun dan melawan. Jika Hanum terbangun, Gadhi yakin. Beruang liar itu akan menyakar dan mencabik-cabiik dirinya.
Sekali lagi ia dibuat menelan ludah, Gadhi sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya. Mungkin Hering terlalu lapar malam ini, dengan sedikit menahan diri. Akhirnya Gadhi memulai mengabsen dengan bibirnya.
Mulai dari pusar, pelan tapi pasti, turun ke bawah. Sembari tangannya melepas tali segitiga biru yang tidak layak pakai tersebut. Hanya tali dan sedikit kain yang menempel di depan. Ini segitiga biru yang meresahkan. Membuat tidur tidak akan nyenyak.
Akibat kecupann demi kecupann yang mendarat lembut tersebut, tubuh Hanum mulai bereaksi. Matanya mulai mengerjap, kelopak matanya pun sudah bergerak-gerak. Sepertinya Hanum akan bangun sesaat lagi. Dan benar saja, ia langsung terbelalak ketika Gadhi sudah di atas tubuhnya. Hanum akan berteriak, tapi langsung dibungkam oleh Gadhiata Ratama Prakash tersebut.
Tidak takut digigit, Gadhi malah langsung mentium istrinya yang kini dalam kuasanya. BERSAMBUNG
__ADS_1