
Crazy Rich Bagian 61
Oleh Sept
Pria dengan keriput di wajahnya itu kemudian berdiri. Ia meninggalkan Gadhi, tanpa ingin menjamin cucunya tersebut. Malam ini Gadhi akan tidur di sana, pria kaya itu harus merasakan menginap di kantor polisi karena tidak bisa menahan diri.
"Tuan besar, bagaimana dengan tuan muda? Apakah tuan muda tidak bisa keluar malam ini?" Sekretaris Jo mengejar kakek Mahindra sampai depan mobil.
"Jangan sekali-kali bantu dia keluar dari tempat ini!" jawab kakek Mahindra dengan muka dingin.
Sekretaris Jo langsung diam, tidak berkutik. Sepertinya tuan besar benar-benar marah. Ia pun memilih mundur dan menuruti apa kemauan Kakek tua tersebut.
***
Pagi hari
Apartment L'Vndar
"Madam ... apa semalam Gadhi tidak pulang?"
Madam Li menggeleng. Kemudian meminta Hanum bersiap-siap.
"Nona ... Mari lakukan rutinitas seperti biasanya. Sepertinya BB Nona bertambah banyak. Dan kerutan Nona pun kelihatan jelas."
Hanum langsung menekuk wajahnya. Ia pikir madam sudah lupa dengan schedule mereka. Ternyata, masih dilanjutkan juga.
Sesaat kemudian ia sudah ganti pakaian, mereka siap untuk olah raga dan yoga. Tidak lupa, belajar lima bahasa asing. Seharian ini Hanum sibuk dengan agenda yang sudah diatur oleh madam. Hingga senja tiba, Hanum baru tiba di apartment.
Ia sumringah saat melihat ada sepatu di depan.
__ADS_1
"Sudah datang rupanya, awas kau!"
Hanum masuk dan mencari suaminya, tapi ia harus menelan pil pahit. Yang datang ternyata sekretaris Jo. Ya, sepatu yang dia lihat itu milik sekretaris Jonathan.
"Mana dia?" tanya Hanum tanpa basa-basi.
Sekretaris Jo sedikit bingung saat akan memulai bicara.
"Di mana Gadhi?" tanya Hanum lagi.
Madam Li muncul, ia kemudian mengambil air dalam kulkas. Siap-siap kalau Hanum kaget atas apa yang akan sekretaris Jo katakan.
"Begini, Nona ... Tuan ... Tuan masih di kantor polisi."
Benar saja, manik matanya menajam. Hanum terkejut atas apa yang ia dengar.
"Kalian bercanda! Ini gak lucu!"
"Ini benar, Nona!" sela madam Li yang meletakkan segelas air di depan meja.
"Kenapa dia di kantor polisi? Yang benar saja? Mengapa? Apa yang terjadi?"
Hanum melontarkan banyak pertanyaan. Sebab ia tidak percaya suaminya kenapa tiba-tiba ada di kantor polisi.
Singkat cerita, sekretaris Jo mengatakan kejadian yang sebenarnya. Ia juga kaget saat mengetahui sang kakek malah diam berpangku tangan. Sama sekali tidak mau membantu Gadhi.
"Sekretaris Jo! Antar aku ke rumah kakek!" pinta Hanum, padahal ia baru tiba di apartment.
Karena ingin bosnya cepat keluar, sekretaris Jo pun langsung bergegas. Ia mengemudi dengan gesit, sambil sesekali menjawab pertanyaan Hanum.
__ADS_1
"Apa semalam dia tidur di sana?" tanya Hanum yang masih belum percaya.
"Ya, Nona."
Hanum memejamkan mata rapat-rapat, kemudian memikirkan apa yang harus ia katakan pada Kakek Mahindra agar mau membantu suaminya.
***
Kediaman kakek Mahindra
"Kek ... Kakek!"
Tap tap tap
Dua orang pelayan datang dan menghalangi Hanum masuk.
"Nona ... tuan besar sedang istirahat. Lebih baik Nona datang nanti."
Hanum menepis tangan-tangan pelayan itu, ia bergegas menuju kamar utama.
Tok tok tok
"Kakek!"
Tidak kunjung dibuka, Hanum mengedor pintu kamar yang besar itu, dan ia baru berhenti saat wajah kakek muncul dari balik pintu.
"Hanum," ucap kakek kemudian membuka pintu lebar-lebar.
Pria itu lalu melangkah maju dan memeluk Hanum dengan lembut sambil mengusap punggung Hanum. Seperti melepaskan rasa rindu dan penyesalan secara bersamaan.
__ADS_1
"Kek?"
Bersambung