
Crazy Rich Bagian 42
Oleh Sept
Sangat cocok dibaca untuk menambah imun bagi yang memiliki pasangan. Dan tidak dianjurkan dibaca untuk yang belum memiliki KTP atau belum menikah dan para jomblo mohon menepi. Lebih baik membaca buku pelajaran, atau ATLAS. Terima kasih bestie.
***
Kawasan gunung vulkanik
...
Apakah Gadhi tidur? Pada kenyataannya pria itu hanya pura-pura memejamkan mata. Baru tiba di Washington DC, sang kakek menghubungi langsung segera meminta dirinya pulang. Dua hari ia habiskan hanya untuk wara-wiri antar benua. Jika itu bukan perintah kakek, sudah pasti ia masih duduk berhadapan dengan klien penting.
Sepertinya yang menjadi cucu Kakek Mahindra adalah Hanum, bukan dirinya lagi. Sebab kakek terlalu membela Hanum di depannya. Apalagi masalah ia pergi begitu saja, pergi lebih cepat dari pada jadwal yang seharusnya. Hal itu membuat kakek Mahindra menegur dirinya di telpon.
Sudah panas telinga Gadhi dimarahi sang kakek via telpon, alhasil ia dan sekretaris Jo langsung balik ke Indonesia. Ia juga baru tiba beberapa saat yang lalu. Dan ketika melihat Hanum terbangun karena mengigau, Gadhi langsung pura-pura memejamkan mata.
'Maaf ... tapi sepertinya ini yang terbaik. Aku takut permainan ini semakin jauh. Anggap saja aku pria brengsekkk, tapi itu lebih baik. Dari pada harus tersiska. Dekat denganmu ternyata sangat berbahaya ... bukan karena kau liar. Tapi kau membuat sisi liarku keluar!' batin Gadhi yang mengintip sedikit lewat ekor matanya.
Diintipnya Hanum terus saja berdiri mengamati dirinya. Sesaat kemudian tubuh itu berbalik dan berbaring di atas ranjang. Saat Hanum membelakangi dirinya, Gadhi dapat menatap jelas punggung itu. Ya, Hanum kembali tidur.
***
Pagi hari, Hanum bangun dengan perasaan yang sedikit lumayan. Mungkin karena semalam tidur ditemani Gadhi. Meksipun tidak satu ranjang, setidaknya ia merasa bahwa sosok itu ada di dalam sana bersamanya.
Hanum berbalik, ia amati Gadhi yang masih tidur di sofa. Kali ini pria itu tidak duduk seperti semalam, tapi sambil berbaring.
'Enak sekali kamu tidur, tuan muda Gadhi! Kau sudah membuat tidurku tak tenang. Kamu pikir aku akan diam saja? Lihat ... setelah berhasil menyiksaku. Sekarang akan aku bayar kontan!'
Hanum yang badannya sudah lumayan fit, bibirnya menggembang, ia tersenyum jahat menatap Gadhi yang masih tertidur.
"Lihat saja! Akan kuberikan pelajaran agar kamu nggak macan-macam lagi!" gumam Hanum.
Hanum pun membersihkan diri, sepertinya tubuhnya kembali segar. Ia sudah siap memberikan pelajaran pada suaminya itu. Suami yang suka semena-mena, senak jidat, mentang-mentang pria itu kaya, jadi dia bisa melakukan apapun seenaknya. Oh, tidak! Hanum bukan gadis lemah seperti dua puluh lima tahun silam!
__ADS_1
Dengan wajah menyeringai penuh aura kejahatan, Hanum pun memulai aksi balas dendamnya. Sudah wangi, sengaja ia menyemprot parfum dengan aroma paling memikat. Hanum yang memang sudah di training madam Li untuk bisa dandan, pagi itu mencoba make up.
Tidak hanya itu, selain memoles bibirnya dengan gincu merah merona dan menggoda, Hanum juga memiliki pakaian yang seperti ayakan kopi.
"Kita lihat! Seberapa menderitanya nanti kamu Gadhi!" gumam Hanum geram jika ingat kejadian malam pemaksaan itu, hingga membuatnya mimpi buruk beberapa malam terakhir.
***
'Astaga!'
Gadhi yang baru membuka mata langsung tersentak. Ia kaget bukan main ketika melihat Hanum jongkok di samping sofa.
'Ada apa dengan wanita ini? Aku pikir dia akan meledak dan meluapkan emosinya saat menyadari aku kembali ... ada apa dengannya? Hanum ada yang salah dengan kepalamu!'
Gadhi menelan ludah, ketika Hanum malah langsung menarik kera bajunya dengan gerakan sek siih. Jakunnya naik turun, bangun tidur sudah disuguhi pemandangan yang membuatnya gerah.
Hanum sepertinya cacing, ia mengeliat di atas tubuh suaminya. Membuat Hering langsung bereaksi. Dan Hanum menyadari akan hal itu.
'Kau pria ter mes sum yang pernah aku kenal!' umpat Hanum dalam hati dengan jengkel.
"Tunggu Hanum ... tunggu!"
Gadhi meminta waktu, sebab ia masih shock dengan serangan fajar tersebut.
"Tunggu apa lagi? Bukankah kamu sangat menyukai ini?"
Gadhi sudah melihatnya tanpa apa-apa berkali-kali. Membuat rasa malu pada diri Hanum menghilang, ditambah rasa dendam yang sudah di ubun-ubun. Membuatnya ingin segera menyiksa suaminya itu.
Pria tersebut tidak bisa menjawab, tapi tangannya langsung merengkuh pinggang Hanum. Hanum pun jatuh tepat di atas Gadhi karena pria itu menarik dan langsung menciummnya ganas. Menyesap Hanum hingga lupa rasa gengsinya.
Dua hari tidak bertemu, sebenarnya dalam kepala Gadhi dipenuhi virus Hanum. Apalagi sekarang Hanum menggoda dengan pakain yang sangat minim dan seperti mengajak perangg. Alhasil, Gadhi langsung saja menerkam.
Dengan gejolak yang mulai terbakar, sambil terus menyesap bibir manis tersebut, Gadhi melepaskan pakaiannya sendiri. Melepaskan apa saja yang menempel pada tubuhnya.
"Dasar me sum!" bisik Hanum sambil mencengkram Hering.
__ADS_1
Gadhi terkejut. Dan tiba-tiba ...
Bukkkkk ...
Hanum mendorong tubuh bidang pria tersebut, kemudian ia berjalan pergi lalu meraih bathrobe yang ada di atas ranjang. Ia memakai benda itu untuk menutupi tubuhnya dari tatapan penuh hasrtah suaminya.
"HANUMMMMMM ....!" Gadhi mendesis kesal, masalahnya ia sudah di ubun-ubun. Sedikit saja kontak dengan Hanum membuatnya langsung tegang.
"Kenapa? Selamat menikmati solo karirmu!" ujar Hanum sinis. Ia kemudian kembali memancing di air yang keruh. Hanum melangkah, dengan sengaja ia membuka tali bathrobe. Kali ini, ia sengaja menurunkan CD dengan kaki. Hal itu semakin membuat mata Gadhi terbelalak. Seketika kepala Gadhi dilandan migraine mendadak. Kepalanya langsung nyut-nyutan.
"Hanummm!"
Gadhi tidak tahan, ia berusaha meraih tubuh Hanum. Tapi Hanum langsung menghindar. Ia berlari menuju pintu. Hanya meninggalkan segitiga orange untuk Gadhi.
KLEK
Hanum mengunci Gadhi di dalam kamar.
"Sudah bangun, Nona?" sapa Madam Li. Madam sedikit heran karena Hanum terlihat sangat menor pagi-pagi.
"Nona mau ke mana?"
Hanum salah tingkah, kemudian langsung menarik lengan madam Li dan membisikkan sesuatu. Madam Li kaget, tapi kemudian mengangguk mengerti.
Di dalam kamar
Gadhi memejamkan mata menahan rasa yang menyiksa. Sepertinya pagi ini ia harus bersolo karir. Jika tidak, ia akan uring-uringan seharian. BERSAMBUNG
Burung Hering dimakan biawak
Wkwkwk .. Yuk kenalan sama Sept
IG Sept_September2020, Fb Sept September
Terima kasih
__ADS_1
Untuk info, kalian bisa klik profile Sept. Ada 17 novel yang tersedia. Semoga terhibur ya bestiiii