Crazy Rich

Crazy Rich
Konspirasi


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 30


Oleh Sept


Hanum duduk dengan menahan kesal, jantungnya berdegup kencang bukan karena jatuh cinta. Tapi karena Gadhi sudah mencuri ciuamann pertamanya tanpa permisi. Bagaimana bisa pria itu langsung merengkuh pinggangnya dan menciumm di depan umum. Di depan kakek Mahindra, di depan mertua dan semua orang. Hanum tidak habis pikir, apa yang merasuki tubuh pria tersebut.


Dari jauh, wanita yang semula sempat bertatapan mata dengan Gadhi langsung berbalik. Ia tidak tahan lama-lama di sana.


"Mau ke mana? Acaranya bahkan baru dimulai!" tanya pria yang datang bersama wanita cantik yang bagai miss universe tersebut. Gadis Indonesia campur India yang lama tinggal di Canada.


"Aku mau balik, terlalu bodohhh aku datang ke mari!" tukasnya dengan nada penuh kecewa.


"Hei ... Wait! Tunggu Taf!" pria tampan itu lantas mengejar Tafli yang berjalan dengan buru-buru.


Nyonya Geni melihat Tafli dari jauh, sang calon mantu idaman. Dengan cepat ia menghampiri gadis tersebut, tentunya sambil mengangkat sedikit gaun yang ia pakai.


"Honey ... Tafli ...!"


Gadis itu langsung menoleh, dan menyambut pelukan dari rentangan tangan Nyonya Geni. Keduanya memang klop, seperti perangko dan amplop. Passion mereka sama, cuma beda generasi saja. Suka barang branded, berkelas, pendidikan tinggi dan keluarga sama-sama dari keluarga konglomerat.


Mungkin mereka tidak pernah merasakan sampai botol shampoo dikasih air. Mereka juga tidak pernah merasakan apa itu cilok, basreng, papedaa, darlung, marmut si martabak imut dan jajanan yang melegenda dan terkenal dengan kearifan lokalnya tersebut. Tahunya hanya Ka ef ci, pizza, spaghetti, steaks, caviar paling mahal, makanan lain yang berlapis emas. Lidah mereka terlalu hafal dengan makanan yang seharga motor sekali makan tersebut. Ini sangat jauh berbeda dengan seorang Hanum Bramantya.


Hanum dan Tafli, bagai langit dan inti bumi. Ada jurang pemisah yang sangat jauh antara mereka berdua. Begitu juga dengan posture tubuh mereka. Tafli lebih tinggi, lebih langsing, lebih putih, lebih mancung, lebih segalanya. Dan hal itulah yang membuat Gadhi jatuh hati.


Sayang, mereka putus sudah lama. LDR adalah salah satu jadi penyebab. Gadhi pria pencemburu, hubungan jarak jauh membuatnya sering ribut dengan Tafli dan akhirnya putus karena salah paham. Gadhi yang over possessive, sangat pencemburu dan curigaan membuat Tafli menyerah pada hubungan mereka.


***


"Bagaimana kabarmu, Taf? Ya ampun ... Tante pangling. Kamu tambah cantik, glowing, dan ... terima kasih sudah datang. Mana mama?"


Nyonya Geni terus saja memuji calon mantunya tersebut.


"Mama papa gak bisa hadir, makanya Tafli yang datang."


"Senang sekali Tante lihat kamu, kapan-kapan Kita wajib hang out bareng!" ujar Nyonya Geni sambil memegangi lengan Tafli.


Gadis itu hanya tersenyum dengan rasa tidak nyaman. Sekarang tidak seperti dulu lagi, ia harus menjaga jarak dengan keluarga Prakash. Sebab, dia dan Gadhi sudah tidak memiliki hubungan khusus.


"Ayo sini, temani Tante!"

__ADS_1


Tafli yang mau pergi terpaksa menurut dan duduk satu meja dengan Nyonya Geni.


Sedangkan Gadhi, ia sempat melirik sang mama. Ia masih kesal kenapa Tafli datang. Untuk apa gadis itu datang, meskipun diundang sang mama, bisa saja dia tidak usah datan. Kenapa pakai acara datang ke pernikahan mantan? Sungguh meresahkan.


Di atas pelaminan


Hanum duduk dengan menahan geram, kemudian berbisik saat Gadhi duduk dengan tatapan kosong di sebelahnya. Ia akan membahas hal yang membuatnya terkejut tadi.


"Kau sengaja, kan? Dasar me sum!" tuduh Hanum kesal.


"Kita bahas ini nanti!" Gadhi yang masih memikirkan Tafli, enggan bertengkar dengan Hanum di depan umum. Mereka sedang jadi pusat perhatian.


"Kau melangar pasal!" desis Hanum tapi mencoba berbicara dengan ekspresi biasa. Meskipun ia sangat kesal.


"Aku bilang kita bahas nanti!"


"Dasar! Kau pria menyebalkan."


"Jangan membuat aku kesal!" tukas Gadhi dengan wajah dingin tanpa salah.


Hanum sedikit melebarkan bola matanya, sungguh ia gemas pada sosok pria me sum di sampingnya itu. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


***


'Untuk apa dia datang ke mari?' batin Gadhi yang melihat Tafli sang mantan pacar melangkah menuju ke arah mereka.


"Selamat ya!" ucapnya pada Hanum.


Hanum yang tidak kenal siapa Tafli, ia pikir mungkin anak rekan bisnis Kakek Mahindra, ia pun melempar senyum ramah padanya.


Sementara itu Tafli memang tersenyum, tapi tidak dengan hatinya. Gadis itu setelah mengucapkan selamat pada Hanum dengan pelukan sapaan layaknya orang kaya, kemudian berganti mendekati Gadhi.


Gadis itu langsung saja memeluk Gadhi, kemudian berbisik.


"Aku bisa jelasin kejadian waktu itu. Aku tunggu di apartment lamaku. Aku tunggu sampai kamu datang. Aku tahu, kamu tadi menciummnya karena hanya formalitas. Tante Geny sudah mengatakan semuanya padaku!"


Tafli menarik diri dengan percaya diri ia mengusap jas Gadhi kemudian langsung turun. Para tamu tidak menyadari, begitu juga dengan Hanum. Tapi lain cerita dengan kakek Mahindra, madam Li dan sekretaris Jo. Mereka bertiga sadar apa yang sedang terjadi.


Gadhi tertegun setelah mendapat bisikan dari mantan pacar, sedangkan Hanum, ia masih bersikap biasa saja. Kembali menyalami orang-orang yang memberikan selamat untuk pernikahan mereka.

__ADS_1


***


Pesta telah usia, Gadhi dan Hanum terpaksa harus tinggal dalam satu kamar di hotel tersebut. Sedangkan yang lain sudah memutuskan pulang.


Kakek Mahindra tadi sebelum pulang sudah memberikan tugas khusus untuk madam Li dan sekretaris Jo.


Ketika kakek Mahindra sudah tenang menuju rumah, lain halnya dengan dua pegawai andalan keluarga Prakash tersebut.


"Berikan ini pada makanan mereka," ucap sekretaris Jo dengan wajah tidak enak.


"Sekretaris Jo ... apa ini tidak masalah?"


"Tidak, tuan besar yang minta."


"Tapi ... kalau melihat yang sebelumnya ... emmm ... bagaimana dengan Nona?" Madam Li sebagai seorang perempuan tiba-tiba merasa ngeri.


"Ini perintah tuan besar."


"Tapi ...!"


"Madam, lebih baik Kita kerjakan saja. Mereka juga sudah tercatat secara hukum sebagai suami istri. Jadi tidak masalah kalau Tuan muda melakukan apapun pada Nona!"


Madam Li langsung melirik galak.


"Lebih bagus kalau alami! Semua dilakukan karena saling menginginkan," sela madam Li yang agak keberatan dengan rencana kakek Mahindra.


"Madam ... apa tadi Madam tidak melihat Nyonya Geni sudah menghadirkan Nona Tafli? Sepertinya tuan besar ingin keduanya cepat-cepat bersatu. Madam tahu sendiri, tuan besar tidak menyukai gadis tersebut."


Madam langsung mengangguk pelan.


"Baiklah, mana obatnya. Biar aku campur pada makanan mereka berdua."


Sekretaris Jo tersenyum jahil, kemudian memberikan obat itu pada madam.


"Berikan yang banyak, Madam!"


Seketika ucapan sekretaris Jo mendapat balasan tatapan yang mengerikan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Kalau menunggu mereka jatuh cinta baru menyatu, bisa butuh ratusan episode. Hehehe ...


__ADS_2