Crazy Rich

Crazy Rich
Buah Yubari


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 59


Oleh Sept



Gadhi dan Hanum hanya dua malam di Swiss, mereka langsung balik Indonesia ketika mendapat kabar kurang baik. Malam itu tiba-tiba sekretaris Jo menghubungi pasangan yang sedang bulan madu tersebut, Nyonya Geni terlibat masalah.


Saat Gadhi tidak di rumah, Nyonya Suha datang dan melabrak Nyonya Geni, kakak iparnya. Keduanya bertengkar hebat, hingga menimbulkan keributan yang memancing masalah.


"Malam ini kita balik Indonesia!" seru Gadhi sambil memasukkan barang-barang ke dalam koper.


"Ada apa?" Hanum kaget, karena harusnya mereka masih lusa baru balik.


"Mama."


"Mama kenapa?"


"Masuk rumah sakit."


'Kok bisa? Kemarin masih sehat, segar bugas saat kita tinggal,' batin Hanum.


"Apa yang terjadi?" tanya Hanum kepo.


Gadhi menyingkirkan tas kopernya yang ada di depan. Kemudian duduk di sebelah Hanum.


"Hanum ... keluarga kami tidak baik-baik saja, kamu jangan kaget."


Hanum menelan ludah, belum apa-apa Gadhi sudah memberikan peringatan.


"Memangnya ada masalah apa?"


Gadhi menghela napas dalam-dalam, ingin cerita, tapi apakah tidak apa-apa. Tapi akan lebih baik dari pada mendengar dari mulut orang lain.

__ADS_1


"Mama sama om Akas terlihat dalam sebuah scandal. Tapi itu dulu, dulu sekali." Gadhi mencoba menutupi kejelekan keluarganya di depan Hanum.


"Hah?" Hanum mengerutkan dahi. Pasalnya ia baru mendengar akan hal ini.


"Sekarang mereka berdua sama-sama dirawat di rumah sakit. Dan sepertinya tante Suha akan menuntut mama. Dia gak terima suaminya ada main lagi sama mama."


"Astaga. Kok bisa ... ada buktinya?" Hanum sedikit penasaran. Bagaimana bisa ceritanya mereka berdua masuk rumah sakit dan bertengkar.


Gadhi beranjak, kemudian kembali memasukkan semua bajunya.


"Mereka berdua kepergok di kamar sama tante Suha."


GLEK


Hanum langsung diam seketika.


'Ya ampun ... ini mah parah banget. Meski mama Geni terlihat cantik, kan mereka sudah berumur. Astaga naga. Orang kaya benar-benar penuh scandal!' gumam Hanum dalam hati.


"Lalu bagaimana dengan kakek?"


Hanum hanya manggut-manggut. Kemudian membantu suaminya beres-beres.


***


Setelah menempuh perjalanan puluhan jam yang melelahkan, akhirnya Gadhi dan Hanum tiba juga di Bandara International SH. Mereka langsung dijemput oleh sekretaris Jo.


"Bagaimana kondisi rumah?"


"Masih banyak wartawan yang menunggu, Tuan."


"Mama?"


"Nona besar masih dirawat di rumah sakit."

__ADS_1


"Apa lukanya parah?"


Sekretaris Jo diam sejenak. "Sebenarnya tidak ada yang terluka. Yang terluka parah malah Nyonya Suha. Tapi Nyonya besar ingin dirawat di rumah sakit. Bahkan Nyonya besar sudah menyiapkan hasil visum palsu."


Hanum yang dari tadi mendengarkan, hanya bisa diam sambil mengumpat dalam hati. Mertuanya ternyata mengerikan juga. Astaga.


Sementara itu, Gadhi hanya bisa menyandarkan punggung ke kursi. Sambil sesekali menatap Hanum.


"Inilah keluarga Prakash yang sebenarnya Hanum ... jangan kaget."


Mendengar suaminya berkata demikian, Hanum hanya bisa tersenyum tipis.


***


Tourshine Hospital


Di dalam sebuah ruang rawat inap VIP, yang seperti hotel bintang tujuh dengan banyak penjagaan yang ketat di area sekitarnya, nyonya Geni sedang menikmati buah Yubari King Melon.


Buah dari perkebunan Yubari, Hokkaido, Jepang. Harganya tidak kaleng-kaleng, karena setara satu buah apartment di Jakarta. Buah yang dimakan Nyonya Geni ini dihargai sangat mahal karena buah ini dinilai sebagai jenis melon 'kasta tertinggi', dengan kulit yang sangat halus, bentuk bulat sempurna, dan rasa yang begitu manis. Makanya, hanya orang kaya yang bisa memakan buah ini.


Hanya demi buah ini, Nyonya Geni rela membuang uang senilai 430 juta lebih. Wadidaw! Benar-benar pandai menghamburkan uang. Dan saat ini, orang yang kaya sejak lahir itu pun sama sekali tidak terlihat sakit. Wajahnya segar, bibirnya merah merona.


Begitu pintu terbuka, wanita tersebut langsung pura-pura berbaring.


"Ma."


Gadhi datang dan langsung menarik kursi, bukan untuk dirinya, tapi untuk duduk Hanum.


"Duduklah," pintanya pada Hanum.


Pria itu kemudian duduk di tepi ranjang rumah sakit.


"Bangun, Ma! Gadhi tahu Mama pura-pura," celetuk Gadhi dengan halus tapi langsung membuat wanita yang terbaring itu mendadak masam.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2