Crazy Rich

Crazy Rich
Selesai


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 85


Oleh Sept


"Ma ... Mama!"


"Iya!"


Hanum menuju meja makan, perutnya sudah buncit. Sebentar lagi mungkin akan melahirkan.


Arjuna merajuk, minta disuapin sang mama. Padahal sudah ada baby sitter.


"Arjun makan sama Papa, ya?" Gadhi mencoba membujuk. Tapi anak itu tidak mau. Ia mau dengan mamanya.


"Nggak apa-apa. Sini ... sama Mama."


Hanum yang hamil besar sepertinya kesulitan untuk duduk dengan nyaman. Gadhi sampai tidak enak, tapi mau bagaimana lagi. Memiliki banyak anak adalah cita-cita Gadhi selama ini.


Selesai sarapan pagi itu, anak-anak kemudian ke ruang khusus. Di sana sudah ada guru private yang kompeten di bidangnya sedang menunggu mereka.


Dari pada belajar, sebenarnya banyak mainnya. Ya, sedini mungkin Gadhi ingin anak-anaknya mendapat edukasi yang layak. Sedangkan Hanum, ia selalu protes. Apalagi kalau anak-anak sudah jatuh ke tangan madam Li. Sudah tamat lah riwayat anak-anaknya.


Tapi tidak apa-apa. Didikan madam Li juga bagus. Wanita itu sangat disiplin dan sangat perfectionist. Hanum tidak perlu khawatir anaknya nanti akan jadi seperti apa.


***


Anak-anak sudah di ruangan bersama madam dan yang lain. Sedangkan Gadhi, ia akan berangkat kerja.


"Kalau kerasa apa atau apa, langsung telpon."


"Iya."


"Beneran! Jangan ditahan."


"Ya ampun. Iya."

__ADS_1


"Ya sudah, aku berangkat."


Cup


Kecupann di pipi Hanum, dan satu lagi untuk baby yang ada di perut.


"Baik-baik ya, Sayang. Papa kerja dulu."


Gadhi memeluk istrinya dengan lembut, kemudian masuk mobil.


***


Siang hari.


Anak-anak habis makan siang kemudian tidur siang. Sejak tadi Hanum gelisah. Ia berbaring, duduk, jalan-jalan di sekitar rumah untuk membuatnya rileks. Tapi malah perutnya terasa kram. Sepertinya Hanum mengalami kontraksi palsu.


Khawatir bayinya akan segera lahir, padahal masih seminggu lagi, Hanum pun menghubungi madam. Karena madam ada di ruangan lain. Dan tidak mungkin ia berteriak.


"Hallo, iya ... Nona?"


"Apa?"


Seketika madam Li bergegas mencari Hanum. Ia berteriak panik menyuruh sopir untuk menyiapkan mobil. Mereka harus ke rumah sakit sekarang.


Selama dalam mobil, madam Li menghubungi Gadhi, dan juga meminta pelayan di rumah untuk menjaga anak-anak Gadhi serta Hanum saat mereka tidak di rumah.


Tiba di rumah sakit, Hanum dan Gadhi hampir bersamaan tiba. Itu karena lokasi kantor lebih dekat dari pada rumah ke rumah sakit.


"Hanumm!"


Gadhi langsung menyusul Hanum yang saat itu dibawa ke ruang operasi. Masih rumah sakit yang sama. Dan dokter yang sama saat menangani si kembar.


"Tuan ... lebih baik Tuan menunggu di luar," ucap dokter yang paham betul bagaimana reaksi Gadhi terhadap darah yang sangat banyak itu.


"Tapi, Dok."

__ADS_1


Gadhi menatap wajah Hanum yang pucat, kemudian wanita itu mengangguk. Seolah tidak apa-apa Gadhi tidak menemani di ruang operasi. Dari pada nanti suaminya pingsan.


Dengan berat, Gadhi pun menunggu di depan pintu. Sepanjang operasi ia mondar-mandir. Gadhi gelisah menunggu anak keempatnya lahir ke dunia.


Dua jam kemudian


Oek oek oek ...


Mendengar suara bayi dan pintu mulai terbuka, dengan pakaian khusus Gadhi pun masuk. Ia mendekati bayi yang kini dalam pelukan Hanum. Keduanya saling menatap, Hanum dan Gadhi bicara lewat tatapan mata. Keduanya larut dalam rasa haru yang dalam. Sambil memeluk keduanya, Gadhi membisikkan kata dengan lembut.


"Terima kasih, sudah menjadi sumber kebahagian bagi hidupku. Terima kasih Hanum ... kamu adalah pelitaku. Bintangku ... matahariku."


CUP


Gadhi mengecupp kening Hanum, kemudian mengusap bayinya lembut.


"Terima kasih, sudah membuat hidupku jadi sempurna."


Hanum mengusap pipi suaminya, sambil mengatakan bahwa ia juga berterima kasih, karena sudah dihujani banyak cinta selama ini.


Keduanya baru selesai saling mengucap terima kasih saat dokter berdehem. Hingga semua perawat yang ada di sana terkekeh. Mereka berdua tidak sadar, sedang di kelilingi Tim medis. Ya, begitu cinta. Dunia serasa milik berdua ...


Sudah ya, TAMAT


Semoga ada yang bisa dipetik dari cerita Hanum dan keluarga Gadhi. Smeoga jangan dicontoh yang buruk. Sebab, kejahatan pasti akan mendapat balasan. Jika tidak di dunia, pasti di akherat kelak.


Terima kasih sudah membaca Crazyazy Rich ... Pokoknya terima kasih banyak. Jangan lupa jempolnya. Dan jangan lupa jam 7 malam nanti. Ada pengumuman give away. Serta besok tanggal 1. Akan launching kelanjutan cerita Crazy Rich versi anak mereka. Doain lancar jaya ya. Aamiin ...


Makasih semuanya ...


Salam hangat dari Sept, sehat terus dan jangan lupa bahagia. Hehehe


FB Sept September


IG Sept_September2020

__ADS_1


__ADS_2