Crazy Rich

Crazy Rich
Selamat Jalan


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 82


Oleh Sept


"Hah?"


Gadhi tidak percaya dengan apa yang ia dengar, pria itu kemudian menatap mata Hanum lekat-lekat. Kemudian pandangan Gadhi beralih pada anak-anak balita yang bermain di playground di depannya. Gadhi yang masih sedikit terkejut kemudian memeluk tubuh Hanum dengan hangat.


"Kakek pasti senang," bisik Gadhi sambil memeluk istrinya.


"Hanya Kakek? Bagaimana denganmu?" tanya Hanum penasaran.


"Aku? Sudah jelas!"


Wajah yang sempat bingung itu kemudian berubah sumringah. Pria itu kemudian menatap sekretaris Jo dan madam Li.


"Jo! Istriku hamil lagi!" ucapnya bangga.


Madam menutup mulutnya merasa terkejut. Sedangkan Jonathan, ia langsung meraih pundak sang istri.


"Sepertinya Kita harus menyusul!"


Dan ajakan itu berakhir dengan tatapan penuh aura mistis.


"Olive bahkan belum genap dua tahun!" protes Madam Li.


Jonathan hanya tersenyum, kemudian mengecupp pipi Olivia. Agar madam Li tidak marah-marah. Semua terkekeh melihat Jonathan yang dimarahi madam Li. Benar-benar istri yang dominant.


***


Kediaman kakek Mahindra

__ADS_1


Ini adalah weekend, kakek meminta Gadhi membawa Hanum dan anak-anak mereka ke rumah. Kakek sudah kangen, padahal baru dua hari yang lalu anak-anak diantar ke sana. Entah, akhir-akhir ini kakek selalu mau bertemu dengan cicit-cicitnya.


Sudah dibilang Gadhi, lebih baik tinggal bersama mereka. Tapi kakek Mahindra tidak mau. Dia lebih suka menikmati masa tuanya di rumah penuh kenangan itu. Di mana di sana lah banyak kisah yang sudah terukir, baik susah, senang, bahagia. Rumah itu adalah tempat paling nyaman bagi Kakek Mahindra.


"Kakek ... kami datang."


Hanum membuka pintu kamar kakeknya, sambil menggendong Arjuna, Hanum pun masuk bersama Shiv, Shiva, dan suaminya menyusul di belakang.


"Loh? Kenapa kakek diinfus?"


Hanum terkejut, ternyata di dalam sudah ada dokter. Dan kamar kakeknya sudah berubah seperti ruang di rumah sakit. Begitu juga Gadhi yang baru masuk ke dalam kamar Kakek, ia juga kaget seperti Hanum.


"Kalian sudah datang?" ucap kakek dengan lirih. Sepertinya kakek Mahindra sudah sakit, mungkin juga karena usia kakek sudah tidak muda lagi, terlalu banyak penyakit yang datang pada tubuhnya yang rentah itu.


"Kenapa kakek tidak mengatakan pada kami? Jonathan! Siapakan mobil." Gadhi langsung mencari sekretaris Jo, ingin meminta menyiapkan mobi. Untuk membawa Kakek Mahindra ke rumah sakit.


"Tidak ... jangan."


"Kakek rasa, ke rumah sakit pun percuma."


"Kakek!" sela Hanum dengan wajah gelisah.


"Jangan bersedih ... Kakek sudah sangat bahagia sekarang. Melihatmu hidup bersama dengan Gadhi. Melihat anak-anak yang manis ini. Kakek rasa kakek terlalu serakah jika meminta lebih."


"Kek!" Hanum menyela. Tidak mau kakeknya bicara yang tidak-tidak.


"Gad ... Kakek berterima kasih banyak padamu."


Uhuk uhuk uhuk


Gadhi mendekat, ia kemudian menyentuh tangan kakeknya.

__ADS_1


"Kakek istirahat saja, Gadhi dan Hanum akan temani di sini."


Kakek Mahindra malah menggeleng, "Tidak ... tidak. Biarkan Kakek bicara, Kakek rasa waktu Kakek sudah tidak banyak."


"Kek!"


Hanum mengusap pipinya, tidak terasa ia malah menangis melihat kakeknya. Membuat si kembar heran kenapa ibunya menangis.


"Num ... Hanum."


Hanum mengerjap, kemudian berusaha tidak menangis lagi.


"Terima kasih, sudah tumbuh jadi wanita yang kuat. Maaf untuk masa lalu yang tidak bisa dihapus."


Hanum mengangguk, kemudian kembali mengusap sudut matanya.


"Melihat kamu sekarang bersama Gadhi, Kakek rasa Kakek akan tenang meninggalkan dunia ini."


"Kek!" Hanum menggeleng keras.


Kakek kemudian menatap cicit-cicitnya satu persatu, wajah-wajah polos itu terlihat tanpa dosa. Kakek cukup puas, karena anak-anak itu akan selalu ada dalam penjagaan Gadhi, cucu yang selama ini ia percayai.


Melihat Gadhi yang begitu tulus mencintai Hanum, rasanya tidak ada beban lagi di pundaknya. Sambil mencoba tersenyum untuk terakhir kalinya, kakek menatap orang-orang yang peduli padanya. Menyimpan wajah-wajah itu untuk ia bawa pergi bersama damai di dunia yang lain.


"KEK!!!"


"Kakek!!!" BERSAMBUNG


IG Sept_September2020


Dua hari lagi ya pengumuman give away, jangan sampai ketingalan. Semoga menang ya.

__ADS_1


__ADS_2