
Crazy Rich Bagian 68
Oleh Sept
Suha pergi tanpa suara, ia pelan-pelan melangkah agar kakek Mahindra tidak menyadari kedatangan dirinya. Dan sepertinya Suha kurang cerdik, karena hampir di seluruh area rumah mewah itu di kelilingi oleh kamera CCTV.
"Untuk apa dia datang ke sini?" gumam kakek Mahindra saat mendapat laporan tadi Nyonya Suha datang ke rumah.
Kakek pun memeriksa semua rekaman yang tersimpan hari itu. Dan ia sedikit terkejut saat melihat gerak-gerik Suha yang sangat mencurigakan.
Malam harinya, kakek menelpon Gadhi. Meminta Gadhi tidak perlu pulang dulu. Biar perusahaan ditangani orang-orang kepercayaan kakek, meskipun ada Akas. Sebenarnya kakek sangsi. Ia tidak pernah percaya sepenuhnya pada pria tersebut.
***
Kediaman Akas
Saat makan malam, Suha tumben sekali ikut je dapur. Dan dia pura-pura meminta ART untuk mengambil sesuatu, agar tidak ada yang melihat aksinya.
"Kalian pikir kalian bisa hidup tenang setelah apa yang kalian lakukan?"
Suha menyeringai, kemudian membubuhkan serbukk obat ke dalam minuman Akas. Tidak hanya minuman, wanita jahat itu juga menaruh ke dalam makanan yang akan dimakan suaminya nanti. Sebagai balasan atas penghianatan selama ini.
Ia diam bukan karena tidak tahu, sudah cukup lama ia menahan hanya memiliki raga Akas, tapi bukan hatinya. Terlanjur sakit hati, dan akan merebut apa yang menjadi milik suaminya, ia akan memberikan sedikit pelajaran untuk suami yang tidak setia tersebut.
***
'Tumben sekali dia ikut menyiapkan makanan di dapur? Nah, begitu lebih baik ... dari pada selalu ikut campur masalahmu.'
Akas sambil memainkan tab sesekali melirik Suha yang membantu art meletakkan semua makanan di atas meja.
"Selamat makan," ucap Suha, kemudian mulai memotong kecil steak tenderloin yang ada di depannya.
Suha sedang berdiet, steak tenderloin jadi pilihan pas karena mengandung lebih sedikit lemak. Dia harus tetap menjaga tubuhnya agar tetap proporsional. Meskipun tidak muda, harus tetap kencang dan tidak kendur. Biar bisa lebih menarik di mata para berondong jagung yang bisa ia bayar kapan pun ia mau.
Sambil memasukkan sendok ke dalam mulut, ekor matanya melirik Akas. Dilihatnya pria itu makan sedikit demi sedikit tanpa curiga. Mereka memang sering ribut, tapi juga sering baikan seperti tidak terjadi apa-apa. Dan begitu saja seterunya, ribut lagi, baikan lagi. Demi menjaga harta, bukannya malah menjaga hubungan suami istri yang mereka jalani.
Kehidupan orang kaya memang begitu, mereka bertahan lebih lama hanya untuk citra, pandangan public, keselamatan harta, dan untuk ketenangan yang semu. Asal di mata semua orang mereka baik-baik saja, meskipun di dalamnnya sudah ada borok yang mengganga.
Klunting ...
__ADS_1
Garpu dan pisauu di tangan Akas mendadak jatuh ke samping piring, Akas mulai merasakan reaksi obatnya. Tangannya mencoba meraih gelas, tapi karena tangannya bergetar hebat, gelas yang mahal itu malah jatuh. Padahal harganya lumayan, bisa untuk membeli motor bebek.
Perabotan di rumah itu memang bukan kaleng-kaleng, untuk satu set makan bisa puluhan sampai raputan juta rupiah. Ini karena produk tersebut didesain ekslusif, rancangan ternama dan dari merek terkenal.
PYARRR ...
Hilang sudah gelas Kristal yang mahal dari Prancis. Sementara itu, Suha malah masih melanjutkan makan dengan tenang dan anggun. Ia memakan steak sampai habis, tanpa peduli pada Akas yang menatap dengan wajah minta tolong.
...
Wiu wiu wiu
Sebuah ambulance tiba beberapa saat kemudian ketika pelayan melihat Akas jatuh dari kursinya. Suha memasang wajah panik, bahkan pipinya sudah basah. Ketika semua orang membawa Akas ke dalam mobil ambulance. Dia sekarang memerintah salah satu Art kepercayaannya untuk membereskan semuanya. Semua meja makan harus steril. Setelah itu ia ikut ke rumah sakit dengan wajah sedih.
***
Atlanta, Georgia Amerika serikat.
Ketika di Indonesia penuh drama seperti ikan terbang, ada cerita lain yang indah di apartment Hanum.
Pagi-pagi Hanum sudah ditemani jogging suaminya, rasanya senang sekali hamil ditemani sang suami. Dan tidak jauh di belakang mereka, ada madam Li serta sekretaris Jo yang setia mengikuti keduanya.
Ketika mereka kembali ke apartment, orang-orang itu juga kembali, mereka para geng hitam juga tinggal di apartment yang bersebrangan. Bahkan kamar mereka penuh dengan alat-alat canggih.
Mereka dapat mengintai dari jauh, dapat melihat kondisi apartment Hanum lewat kamera khusus yang langsung bisa masuk lewat balkon.
***
"Apa yang sedang kau lihat?" tanya pria yang sedang duduk di depan layar, ia heran. Rekan kerjanya sejak tadi berdiri di depan kamare pengintai.
"Untuk apa tuan besar meminta Kita melakukan pekerjaan yang sia-sia ini? Setiap hari hanya disuguhi pemandangan yang sama!" desisnya usil.
BUGH ...
Lengan kekar itu langsung dipukul.
"Hentikan! Untuk apa kau melihat lama-lama!"
Keduanya terkekeh, kemudian mematikan semua alat. Mereka ini orang-orang terbaik di bidangnya. Bodyguard nomor satu di kelasnya, malah disuruh jagain pasangan bucin yang tiap jam tium-tium dan lebih dari itu. Ini lebih meresahkan dari pada harus berjaga di perbatasan saat perang.
__ADS_1
"Lakukan saja, ini lebih baik dari pada di perbatasan."
"Cih ... kau salah!"
Mereka malah berdebat, membahas apa saja yang sudah Gadhi lakukan. Bener-bener membuat mereka geli sendiri.
***
Kamar Hanum
"Apa kamu nggak ingin pulang?"
"Kamu mengusirku?" Gadhi memasang muka cemberut. Tapi kepalanya mengelayut manja. Di dekat Hanum ia seperti bocah. Hilang sudah wibawanya sebagai pewaris global Tourshine Groups.
Pria kaku, sombong, angkuh, dan arrogant, kini kalau di depan Hanum menjadi kucing kecil yang imut. Nempel-nempel terus, ndusel-ndusel maunya dieluss.
"Bukan mengusir, kalau kamu lama-lama di sini perusahaan bagaimana?"
"Tenang saja, meskipun aku nggak kerja tabunganku banyak!" celetuk Gadhi.
Hanum langsung masam, karena bukan itu maksudnya.
"Dan kenapa kamu menanyakan apa aku nggak pulang? Apa kamu nggak suka aku di sini?" tanya Gadhi kemudian beringsut. Ia tatap wajah Hanum yang kini pipi tirusnya jadi cubby.
"Suka ... suka banget!"
Bibir Gadhi langsung merekah, ia tarik saja Hanum masuk ke dalam selimut.
...
Apartment pengintai.
"Matikan ... matikan saja! Apa yang kau lihat! Heiii!"
"Ternyata tuan muda kuat juga!"
BERSAMBUNG
IG Sept_September2020
__ADS_1
Fb Sept September