Crazy Rich

Crazy Rich
TAMAT


__ADS_3

Crazy Rich Bagian Akhir


Oleh Sept


Bonus chapter terakhir yaaa ... karena mau fokus ke judul "Kekasih Bayaran"


Oke bestie, jangan lupa ya dukung 18 judul yang sudah Sept tulis. Caranya klik profile Sept, pilih yang mana yang kalian suka. Ada macan-macam genre.


Dari yang tema remaja, Dea I love you, Kanina Yang Ternoda, My Boss my Husband, Menikahi pria Dewasa, sampai yang romansa usia cukup umur. Seperti Rahim bayaran, pernikahan Tanpa rasa, wanita Pilihan CEO, suamiku Pria Tulen, suami Satu Malam, dinikahi Milyader, dipaksa Menikah, the Lost Mafia Boy, dan satu kisah yang penuh makna DOKTER Asha and KOMPOL Bimasena. Dan terakhir yang sedang on going KEKASIH BAYARAN.


Mohon dukungan untuk semua karya Sept, tinggalkan like, komentar dan vote. Karena itu berguna sekali untuk kelangsungan dan masa depan Novell tersebut. Hehhe... Sudah ya, terima kasih yang sudi menghibahkan semua jempolnya pada cerita Sept. Semoga menjadi ladang amalan, karena mendukung suatu karya. Yang membuat penulisnya senang. Hihihi


Makasih banyak bestikuuuu, dan untuk yang dubbing cerita-ceritaku. Terima kasih banyak, sukses selalu ya. Aamiin...


...


***


Hanum mengerjap ketika merasa sesuatu yang hangat di balik tubuhnya. Aroma yang sudah ia hafal, meskipun belum membuka mata. Tapi karena marah, Hanum pun beringsut. Memasang jarak agar suaminya tidak memeluknya erat.


"Ish!"


Gadhi seolah tidak tahu malu, padahal istrinya jelas-jelas menolak. Eh pria itu malah dengan sengaja memeluk Hanum makin erat. Ditambah tangannya yang sudah sangat mahir di bidangnya.


"Nggak kangen, Sayang?" bisik Gadhi.


Hanum membuka mata, kemudian menyibak selimut. Ia memilih turun dari ranjang.


"Ya ... suaminya pulang kok malah ditinggal!" protes Gadhi menyusul Hanum yang rupanya ke kamar mandi.


Brakkkk ...


Pintu ditutup, eh tak tahunya dikunci juga dari dalam.


"Sayang! Sayang ... Hanum ... jangan begitu. Nggak lucu. Aku dah kangen! Dah gak tahannn ... bukaaa!" titah Gadhi.


"Hanum?"


tok tok tok


"Sayang!"


"Aku dobrak ya?"


KLEK


"Idih!" Gadhi tersenyum sumringah. Apalagi Hanum langsung keluar.

__ADS_1


"Jangan marah, harusnya aku yang marah!" celetuk Gadhi kemudian ingin memeluk Hanum.


Sayang, Hanum langsung menghindar dan berjalan di sebelahnya. Hanum berdiri di depan lemari kecil dan membuka laci.


Mata Gadhi langsung melotot tajam melihat roti empuk yang belum ada selainya itu.


'Masa puasa lagi?'


"Sayang! Kamu pasti bohong. Becanda, kan?"


Hanum melotot tajam ke arah suaminya, kemudian menarik Gadhi ke dalam kamar mandi.


"Mau lihat?" tanya Hanum mode galak. Kalau lagi dapet, emang wanita pasti sangat sensitive. Seperti Hanum saat ini.


Seketika Gadhi menggeleng pelan.


"Oke. Iya ... percaya!" jawabnya lemas padahal belum tahu buktinya.


Hanum pun tersenyum menang, kemudian akan keluar. Tapi lengan suaminya malah merengkuh pinggan Hanum.


"Yang bawah diblok. Atas bebas, kan?"


Pria itu tersenyum jahat. Oke, Hanum Kali ini tidak jadi menang. Sebab Gadhi selalu jadi juaranya.


"Aku sudah puasa berhari-hari ... kalau gak buka, bisa-bisa kepala pusing seharian ... jangan keluar dulu. Kita kerjakan yang ini!"


Miris, Hanum ingin marah tapi malah tertawa. Ia terkekeh, dan langsung diam ketika Gadhi mendekat lalu menyesap bibirnya.


CUP


Singkat, lalu dilepaskan.


"Apa yang kamu tertawakan? Hem?"


Hanum menggeleng.


"Apa?"


"Apa sih?"


"Apa?"


"Nggak ada!" jawab Hanum manja. Membuat Gadhi tambah bergeloraaa. Suara Hanum yang melemah seperti ajakan untuk perang.


"Bantu solo, ya?"


Lagi-lagi Hanum tertawa, kali ini ia tertawa lepas. Hingga menutup mulut dengan kedua tangan takut anak-anak bangun.

__ADS_1


"Masa nunggu seminggu lagi gak tahan?"


Gadhi menggeleng keras.


"Mana bisa!"


Cup


Ia sesap kembali bibir yang terus tersenyum itu. Karena sesapan makin lama makin dalam dan menuntut, akhirnya keduanya pun terbawa arus. Hanya kawasan atas, sedangkan bawah untuk sementara waktu akan diblokir sampai seminggu ke depan. Bagi keduanya tidak masalah, karena ber cinta tidak hanya maju mundur dan keluar masuk.


"Makasi ya, Sayang!" ucap Gadhi yang sudah basah kuyup di bawah shower. Wajahnya berseri, sumringah karena habis pelepasan. Meski tidak pada wadahnya. Karena sedang ada pemblokiran.


Hanum mengangguk, ia sendiri sudah memakai bathrobe, siap untuk keluar dari kamar mandi.


"Hemmm."


"Love you!" ucap Gadhi tulus.


Hanum berbalik, kemudian melempar senyum.


"I love you too!"


Gadhi yang gemas, langsung melangkah. Kembali mendekati Hanum. Ia peluk Hanum dengan hangat, padahal tidak pakai apa-apa. Jadilah gondal-gandul. Lol. Pria yang mecintai Hanum dengan segenap hatinya itu memeluk Hanum seolah tidak mau dipisah.


"Mamaaaa ... Mamaaaa!!!"


Terdengar anak-anak berteriak memanggil mamanya. Hanum pun melepaskan pelukan Gadhi. Tapi pria itu malah semakin usil, ia ciumm Hanum gemas sampai Hanum terbelalak.


"Sayangggg!" pekik Hanum.


"Kan ada baby sitter!"


"Astaga!"


Gadhi terkekeh, ia absen seluruh wajah Hanum. Seolah tidak pernah puas. Wanita itu bagai candu, dan Gadhi sudah mabokkk berat. Mabukk asmara ...


TAMAT


Mohon dibuang buruknya, kalau ada yang baik, SEMOGA bisa diambil ya.. sisi baiknya. Semoga terhibur semuanya bestie.


Terima kasih banyak.




__ADS_1



__ADS_2