Crazy Rich

Crazy Rich
Dinner


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 57


Oleh Sept


Langit mulai gelap, Hanum baru saja bangun. Sedangkan Gadhi, pria itu sudah bangun sejak tadi. Ketika Hanum bangun, Gadhi sedang menelpon seseorang. Tanpa sengaja Hanum menguping, lebih tepatnya tidak sengaja mendengar obrolan suaminya karena memang Gadhi duduk tidak jauh darinya.


"Ya, Kakek tenang saja. Kami baik-baik saja. Hemm ... Hanum? Dia masih tidur. Nanti kalau dia sudah bangun Gadhi akan minta dia menghubungi kakek langsung," ucap Gadhi di telpon.


Ketika Gadhi menoleh dan menatap ke arah Hanum. Wanita itu malah pura-pura tidur. Dan Gadhi dengan lembut menarik selimut untuk menutupi tubuh Hanum yang bagai bayi tersebut.


"Sepertinya kamu kelelahan banget ... lain Kali Kita harus olah raga bareng. Biar kamu lebih fit lagi!" gumam Gadhi sambil mengusap kepala istrinya itu.


'Bagaimana aku gak capek? Kamu membuatku kelelahan setiap saat!' batin Hanum yang mendengar ucapan lirih sang suami.


***


Pukul 7


Hanum sudah cantik dengan balutan dress warna merah cabai yang membuat Gadhi terus menelan ludah, begitu juga dengan Gadhi, pria itu juga tampak ganteng apalagi setelan jas dan dasi kupu-kupu yang ia kenakan. Keduanya sudah mirip pengeran dan putri yang mau dansa.


Mereka berdua kini sudah siap untuk makan malam romantis di restaurant yang ada di menara Eiffel. Sambil menikmati malam yang penuh lampu kelap-kelip di kota Paris.


Begitu keluar dari lobby hotel, seorang pria langsung menyambut Gadhi dan Hanum. Sebuah Limousin warna hitam sudah menunggu keduanya.


"Masukkan!" ucap Gadhi sembari membuka pintu untuk Hanum.


'Aku semakin takut kalau kamu semakin baik seperti ini. Hanummm! Kamu harus waspada. Jangan percaya pria ini 100 persen!' batin Hanum


Kakinya perlahan masuk ke dalam Limousin, dan berikutnya Gadhi naik menyusul dirinya. Pria itu kemudian duduk di sebelah Hanum. Sedangkan sang sopir, driver tersebut menutup pintu penumpang sangat pelan, hampir tanpa suara.


'Bagaimana? Kamu pasti terkesan, bukan?' tanya Gadhi dalam hati sambil mengamati ekspresi Hanum.


Tangannya kemudian mencari tangan Hanum, setelah ketemu, ia genggam tangan itu.


'Kita bahkan ada di dalam mobil? Kenapa pegang tanganku terus?' ratap Hanum.

__ADS_1


Bagi Hanum, perubahan Gadhi belum meyakinkan hatinya. Belum sepenuhnya, karena jika mengingat bagaimana sejarah mereka bersama, Hanum masih sangsi. Ia khawatir, ya masih sangat khawatir. Gadhi hanya memiliki maksud tersembunyi, sama seperti sebelumnya.


***



Le Florimax


Gadhi bersemangat melangkah, ditambah ia lingkarkan lengannya pada Hanum.


"Kamu pasti suka ini, makan malam romantis. Kata madam Li, wanita paling suka kalau makan malam suasananya seperti ini," ucap Gadhi.


Hanum mendongak, menatap wajah suaminya.


"Kamu tanya madam?"


Gadhi menjawab hanya dengan tersenyum. Dan Hanum semakin merasa aneh. Perubahan Gadhi sangat tidak ia sangka. Mana bisa manusia berubah sangat cepat.


'Kamu sangat mencurigakan!'


Hanum menatap suaminya penuh selidik. Padahal, Gadhi hanya sudah menemukan pawang yang tepat. Tapi terus saja dicurigai. Nasib!


"Bagaimana, kamu suka makanan di sini?" tanya Gadhi sambil memperhatikan wajah Hanum yang cantik meskipun minim cahaya.



"Porsinya terlalu minimalist," celetuk Hanum jujur.


"Masih lapar? Nanti kita jalan-jalan sambil makan lagi."



Hanum mengangguk karena perutnya memang terasa masih kosong. Rasanya belum puas kalau belum ketemu nasi. Ya, harap maklum karena Hanum ini produk lokal. Kalau gak makan nasi, namanya belum makan.


Selesai makan malam yang masih meninggalkan rasa lapar, Hanum dan Gadhi pun jalan-jalan menyusuri kota Paris di malam yang indah. Sesuai janji, Gadhi membawa Hanum berburu makanan khas di kota itu. Dilanjutkan dengan jalan-jalan sebentar. Melihat pernak-pernik khas Paris yang mendunia. Tidak lama berselang, Gadhi memaksa untuk balik. Padahal Hanum masih ingin melihat keindahan malam kota Paris.

__ADS_1


"Sayang banget kalau balik hotel sekarang!" protes Hanum yang masih ingin di luar.


"Sudah malam, nanti masuk angin. Besok kita jalan-jalan lagi, Kita hemat tenaga. Nanti kamu kecapekan," ucap Gadhi dengan wajahnya yang mencurigakan.


Hanum mendesis kesal. Kalau balik sekarang ia sudah menduga apa yang akan terjadi.


***


Luxury J'Dor Hotel


Sepertinya apa yang ia pikirkan. Pulang dari makan malam dan jalan-jalan menikmati keindahan Paris, Gadhi langsung meminta haknya.


Mungkin Gadhi kecapekan, tumben hanya sekali pria itu langsung tumbang. Hanum sangat bersyukur, setidaknya ia bisa tidur nyenyak.


Pukul 7 pagi.


Hanum bangun terlebih dahulu, ia mandi dan langsung menganggu suaminya yang masih ngorok.


"Katanya mau jalan-jalan ... Ayo bangun!"


"Hemmm. Sebentar ... Lima menit lagi!" jawab Gadhi dengan mata terpejam. Gadhi sepertinya bener-bener mabokk, over dosisss. Pria itu terlihat lemas. Atau memang kecapekan beneran, karena beberapa hari ini mereka kelilingi beberapa negara tanpa jeda. Jam istirahat malah digunakan untuk mencetak generasi masa depan. Jelas ia kurang istirahat.


"Bagun!" bisik Hanum dengan usil. Ganti ia yang meniup-niup telinga Gadhiata Ratama Prakash tersebut.



"Hanum ... lima menit lagi."


"Ayo bangun ... nanti siang panas."


"Dua menit."


Hanum tertegun, kalau suaminya lemas begini tidak seru juga sih. Tertular arwahh jahil, dengan iseng Hanum langsung menyentuh Hering.


'Ayo ... bangun tidak!' batin Hanum. Seketika Gadhi beringsut.

__ADS_1


"HANUMMMMMM!"


Hati-hati, mesyumm itu nular. Bersambung


__ADS_2