
Crazy Rich Bagian 74
Oleh Sept
Saat acara press conference berlangsung, semua orang dibuat terkejut. Mengapa sang cucu menantu malah dijadikan pewaris global Tourshine Groups yang baru? Banyak yang menduga-duga, ada sesuatu yang janggal dari pernyataan pendiri group Tourshine tersebut.
[Apa dia adalah anak gelap dari mantan presdir Tourshine yang meninggal karena kecelakaan?]
[Itu tidak mungkin, karena jika menikah dengan putra presdir, artinya mereka memiliki hubungan darah. Dan itu sangat mustahil!]
[Sudah menjadi rahasia umum, bahwa tuan Akas adalah bukan anak kandung Mahendra. Lalu apa yang membuat pria tua itu mewariskan perusahaan besar ini pada cucu satu-satunya?]
Banyak speculasi yang merebak di kalangan wartawan, dan juga keluarga besar. Terutama nyona Geni.
Wanita itu kemudian memperhatikan fisik Hanum dengan saksama, setelah menyadari sesuatu, tangannya mencengkram gaun yang ia kenakan.
"Parkas! Ketika kau sudah pergi, kau meninggalkan banyak masalah! Bodohhh aku tidak curiga sama sekali dengan sekretaris tidak tahu diri itu. Harusnya aku melemparnya ke jurang!" ujar Nyonya Geni geram.
Sedangkan Suha, matanya menajam. "Berikutnya, kau yang akan mati!"
Akas hanya diam, ia memejamkan mata saat mendengar ucapan Suha meskipun pelan.
Saat semua orang terkejut, yang paling dikejutkan di sini adalah Gadhi. Pria itu tidak percaya, apa yang terjadi. Apa begitu sayangnya kakek Mahindra pada Hanum, sehingga semuanya untuk wanita tersebut?
__ADS_1
Konferensi masih berlanjut, meskipun Hanum tidak nyaman dan ingin biacra dengan Gadhi, kakek masih meminta Hanum berdiri sambil merangkul pundak wanita yang sedang hamil muda itu.
"Dan satu lagi, ini perlu saya sampaikan kepada semuanya ... Hanum ini adalah cucu kandung saya, cucu yang selama ini lama menghilang."
JEBRET JEBRET JEBRET
Sorot lampu flash kembali tertuju ke arah Hanum dan kakek Mahindra. Wajah Hanum sudah pucat pasi, ia memikirkan perasaan sang suami, kakek Mahindra tidak pernah mengatakan akan mengatakan kebenarannya. Ia kira hanya akan diperkenkan ke public dan mengenalkan bayi mereka. Ternyata ia salah.
Gadhi sendiri tubuhnya langsung lemas. Ditatapnya Akas yang duduk di kursi roda. Pria tak berdaya itu juga menatapnya.
'Dan kau ayah kandungku, bukan? Takdir macam apa ini, Tuhan?'
Kakek beranjak, ia menarik Gadhi agar ikut foto bersama mereka. Gadhi yang masih shock, ia menurut dengan wajah terlihat bingung.
"Iya, apa benar nona Hanum adalah anak diluar nikah?"
"Benarkah Nona Hanum adalah anak gelap presdir?"
Wartawan semakin mendesak, membuat Gadhi langsung menarik lengan istrinya.
"Maaf, saya rasa ini sudah cukup dari kami," sela Gadhiata Ratama Prakash dengan tegas.
Mereka berdua kemudian meninggalkan kakek Mahindra yang akan menjawab semua pertanyaan dari wartawan. Karena ini acara kakek, biar kakek yang handle semuanya.
__ADS_1
Gadhi tidak mau Hanum terpengaruh dengan banyak pertanyaan yang cukup menyakitkan itu.
Sambil menarik lengan Hanum, Gadhi merogoh ponselnya.
"Jo! Bawa anak-anak sekarang. Cepat tinggalkan lokasi ini saat ini juga. Pastikan dengan pengawalan khusus," titah Gadhi di telpon.
"Baik, Tuan!" jawab sekretaris Jo.
Pria itu kemudian meminta madam untuk segera meninggalkan tempat mereka sekarang.
"Kenapa jadi kacau begini? Semoga semua baik-baik saja!" ucap madam sambil menggendong salah satu dari si kembar.
Ketika semua fokus pada press conference kakek Mahindra yang masih berlangsung. Suha juga menghubungi seseorang.
Ia mengirim sebuah pesan singkat kemudian langsung dihapus. Untuk menghilangkan jejas.
[Ikuti mereka, dan pastikan keduanya tidak selamat malam ini]
Send!
BERSAMBUNG
IG Sept_September2020
__ADS_1
FB Sept September