Crazy Rich

Crazy Rich
Tanggung


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 71


Oleh Sept


Ketika kakek Mahindra sudah akan minum dan memegang gelas, tiba-tiba seekor guk-guk menyusup dari balik pintu dan langsung naik ke atas ranjang.


Itu adalah guk-guk Akas, lebih tepatnya milik pacar Gradi yang sudah beberapa bulan ini ada di sana. Kakek sekilas memperhatikan guk-guk itu, dan menaruh gelas di atas meja kembali.


"Jangan biarkan hewan naik ke atas ranjang!" celetuk kakek.


Suha buru-buru meraih si guk-guk. Sambil bergumam dalam hati, "Jangan kacaukan rencanaku, atau aku potong kakimu!"


Suha lalu berteriak memanggil pelayan yang lalai.


"Kalian kerjanya ngapain aja, kandangin!" titahnya keras.


Pelayan langsung meraih guk-guk, kemudian meminta maaf.


"Nona Celsi ada di kamar tuan muda, dan Nona minta Moli jangan dikurung."


Suha matanya hampir lepas, ia sangat tidak suka pacar Gradi dan si Moli. Moli ini nama kesayangan guk-guk.


"Pokoknya kandangin sekarang! Biar nanti saya bicara sama Celsi!" sentak Suha kasar.


Kakek yang mendengar keributan, hanya mengerutkan dahi. Bagaimana Akas bisa sembuh, suasana di rumah kacau. Suha terlalu keras saat bersikap dan bicara.


"Maaf, Pa."


Suha kemudian kembali mendekati ranjang, pura-pura membetulkan selimut Akas seolah sangat perhatian. Sesekali matanya melirik ke meja.


'Cepat diminum tua bangkaa!'


Benar saja, kakek Mahindra kemudian meraih lagi gelas itu untuk diminum. Senyum langsung terkembang di wajah Suha yang jahat dan rakus tersebut. Demi harta, ia bisa melakukan apa saja. Mematikan nurani, demi memuaskan rasa hausnya pada dunia.


"Molliii! Molii!"


Hewan berbulu coklat lebat dengan pita merah di Kepala itu melesat masuk ke kamar Akas lagi. Dua pelayan berlarian menangkap hewan berbulu cantik itu.


Stres karena dikejar, Moli lari tanpa arah dan naik ke atas meja, ia lari sangat cepat, tidak peduli ada barang-barang di depannya. Semua Moli tabrak, bahkan kakek Mahindra pun ia senggol. Membuat gelas yang ada di tangan kakek jatuh dan pecah.



"PELAYAN!!!" teriak Suha.


Hal itu membuat semua pelayan ketakutan, jelas mereka akan dipecat karena tidak bisa menangani Moli.

__ADS_1


Kakek hanya geleng-geleng kepala, kemudian pamit pada Akas. Rumah itu sangat kacau, kalau lama-lama di sana. Kakek pasti akan stroke sama seperti Akas, putra angkatnya itu.


"An jing sialannn! Cepat suruh bawa pulang! Aku tidak mau ada binatang berkaki empat itu di rumahku!" teriak Nyonya Suha dengan frustasi.


Sementara itu, kakek Mahindra sudah dalam mobil menuju rumahnya sendiri.


***


Enam bulan kemudian.


Atlanta, Georgia Amerika serikat.


"Hanum," panggil Gadhi yang melihat istrinya sangat cantik dengan balutan kain sari. Mereka berdua akan makan malam bersama.


Hanum sangat suka hadiah dari kakek, sari yang ia kenakan adalah hadiah pertama dari kakeknya. Beberapa hari lalu kakek datang, dan memberikan banyak pernak-pernik khas dari India. Ini sari pertama yang ia miliki, jadi Hanum sangat antusias memakainya. Padahal mau makan malam.



"Kamu cantik banget, apalagi pakai ini!" bisik Gadhi di belakang Hanum. Pria itu kemudian mencuri-curi kesempatan.


CUP


"Apa itu artinya aku nggak cantik selama ini?"


CUP


"Kalau begini terus nanti kita gak berangkat," protes Hanum, tapi bibirnya tersenyum. Sikap Gadhi sangat manis, membuat Hanum tidak bisa marah.


"Makanya jangan cantik-cantik!"


"Gombal!"


Gadhi terkekeh, tapi tetap mencoba untuk menyesap bibir merah muda tersebut.


"Nanti make up aku luntur!" Hanum menjauh, tapi Gadhi terus saja mendesak.


"Mumpung anak-anak dijaga madam dan Jonathan. Mau mampir hotel gak, nanti?"


"Gaddd!"


"Iya, Sayang ....!" jawab Gadhi dengan nada jahil dan usil.


"Tunggu dulu ... Shiv dan Shiva bahkan belum bisa jalan."


"Ya udah, bawa pengaman saja."

__ADS_1


"Ish!"


"Lahirkan anak yang banyak untukku," Gadhi memasang muka imut membuat Hanum geli. Memangnya Hanum pabrik anak?


"Setidaknya tunggu mereka berdua bisa jalan," protes Hanum lagi.


Gadhi menjawab dengan menghujani Hanum dengan banyak kecupann.


"Sayangggg ... nanti kita telat. Nanti malah tutup!"


"Jika restaurant itu tutup, nanti aku suruh buka lagi!" ucap Gadhi enteng, ia langsung membopong tubuh Hanum.


"Padahal aku ingin pakai ini keluar!"


"Lain Kali! Aku janji!"


Rencana mereka gagal total, sia-sia dandan cakep dan cantik, Gadhi terlalu bersemangat. Mumpung Shiv dan Shiva lagi dijaga madam sama sekretaris Jo.


"Gad!!"


"Kita buat kembar lagi!" bisik Gadhi dan memulai aksinya. Sepertinya Hanum tidak bisa mengelak. Gadhi sudah sangat ahli di bidangnya. Ia layak mendapat juara satu pria termodus.


***


Tok tok tok


"Katanya mau makan malam di luar, sudah sejam mereka siap-siap tapi kenapa belum keluar?"


Sekretaris Jo mencari tuan mudanya. Takut terjadi apa-apa, ia malah memeriksa kamar apartment Gadhi dan Hanum.


Tok tok tok


"Astaga berbisik sekali!" gerutu Gadhi yang sedang naik turun.


"Tuan ... Nona ...?"


Tok tok tok


"Kita udahan aja, tuh sekretaris Jo sepertinya sedang mencari."


Gadhi menggeleng.


"Tanggung! Sekali lagi!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2