Crazy Rich

Crazy Rich
Happy


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 80


Oleh Sept


Orang baik kadang cepat sekali meninggalkan dunia, menyisahkan sebagian orang-orang jahat. Dewi Fortuna masih berpihak pada Suha, setelah hampir tertabrak ia kini duduk di mobil polisi dengan tangan yang diikat borgol.


"Nyona Suha! Anda kami tangkap atas dugaan pembubuhan berencana, pengelapan dana, pencucian uang dan pencurian di rumah keluarga Akas!"


Suha tidak bisa lari, ia sudah tertangkap basah. Wajahnya dipenuhi bulir keringat. Hampir saja ia mati kalau tidak cepat-cepat polisi itu menarik tangannya. Hari itu juga, Suha dibawa pihak berwajib. Ia akan diterbangkan ke ibu kota untuk melakukan serangkain pemeriksaan.


***


Kantor polisi, ruang penyidik.


"Saya tidak mau bicara sebelum pengacara saya datang!" seru Suha yang geram saat banyak penyidik memberikan banyak pertanyaan.


Begitu proses penyidikan berjalan dengan alot, Suha bersikeras tidak mau mengatakan apapun. Sampai malam tiba, Suha dibawa ke sel tahanan. Ia sangat marah, siang tadi pengacaranya sama sekali tidak bisa diandalkan.


Bagaimana bisa diandalkan, sedangkan di luar sana pengacara Suha sudah diancam oleh kuasa hukum kakek Mahindra.


Kini, Suha harus merasakan kerasnya lantai penjara yang dingin. Tidak se empuk kasur di rumahnya. Benar-benar neraka dunia. Apalagi lantainya terlihat kotor. Pasti kuman di mana-mana. Belum juga menginap semalam, kepala Suha sudah terasa berat membayangkan bagaimana malam ini melewati malam di tahanan.


***


"Penjaga! Husst!! Penjaga!" Suha memanggil penjaga saat tengah malam. Ia tidak bisa tidur karena teman satu tahanan mendengkur keras. Sangat menganggu.


"Ada apa?"


Suha berbicara sangat pelan, ia menjanjikan banyak uang untuk penjaga tersebut, seketika Suha malah mendapat tatapan tajam.


"Kau akan menyesalll!" teriak Suha kemudian saat penjaga sama sekali tidak peduli.


"Heiii!! Heiii!! Keparattttt!"


Suha berteriak seperti orang yang sedang depresi. Ia mengacak-ngacak rambutnya, kemudian mengoyang-goyanng jeruji di depannya.


"Lepaskan aku!!! Heiii!!! Lepaskan! Kalian tidak tahu aku siapa? Aku adalah menantu terkaya di keluarga Mahindra! Akan aku tuntut kalian semua!!"


"DIAM! Atau kurobekk mulutmu!" sentak tahanan wanita bertubuh subur. Dia adalah tahanan baru yang masuk sana karena kasus pembubuhan juga.


"Kau yang diam!" teriak Suha balik.


Tidak terima ada yang melawan, penghuni yang lebih lama langsung saja menjambak rambut Suha. Dan pertengkaran pun terjadi. Yang lain malah bersorak menyemangati.


***


Rumah Sakit


Ketika sudah sedang memetik satu persatu karma yang susal lama ia tanam, di lain tempat ada Gadhi yang merasa sangat bersyukur.

__ADS_1


Shiva serta Shiv sekarang ada bersama mereka di rumah sakit, si kembar rupanya rewel sekali mencari ibunya. Alhasil, madam Li dengan ijin keduanya, membawa si kembar ke rumah sakit.


Saat keduanya bermain-main, tiba-tiba ada tamu lagi yang membesuk. Nyona Geni datang sambil mendorong kursi roda. Ya, dia datang bersama Akas.


'Untuk apa mereka ke sini?' batin Gadhi menatap sang mama dan ayah biologisnya.


"Jika mencari masalah, lebih baik kalian tinggalkan tempat ini!" ucap Gadhi dengan nada dingin.


Akas berusaha berbicara, bibirnya bergetar. Kemudian perlahan ia bisa mengucapkan kata.


"Ga-Gadi," ucapnya gagap.


Gadhi tidak mau menoleh. Hubungan ini sangat rumit. Meskipun ia sering tahu bahwa sejak dulu Akas keluar masuk kamar mamanya, ia benar-benar tidak menyangka, kalau pria itu adalah ayah kandungnya. Bagaimana bisa pamannya berubah menjadi ayah kandungnya?


"Ma-maafkan O-om!" ucap Akas kemudian.


Nyonya Geni mencengkram kuat kedua pundak Akas. Ini semua salah mereka, keduanya yang tidak bisa menghapus rasa di dalam hati di masa lalu, mengantar mereka dalam masalah besar.


Dimulai dari kematian Prakash, sampai dengan Hanum dan calon cucu mereka yang celaka.


"Maafkan Mama, Gad."


Gadhi membuang muka. Ia merasa malu dengan hal-hal menjijikan seperti ini.


Tuan Akas dapat melihat wajah Gadhi yang kecewa dengannya. Anak yang tidak pernah bisa ia sentuh, hanya bisa ia lihat dari jauh.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini. Ini rumah sakit!" ucap Gadhi kemudian. Pria itu mengusir halus orang tuanya.


"CUKUP!" sela Gadhi tidak mau mendengar apapun.


Tapi nyona Geni terus saja bicara. Ia ingin mengatakan sesuatu yang selama ini hanya menjadi rahasia antara dirinya dan Akas.


"Mama tidak pernah menyesal telah melahirkan kamu, dan Mama juga tidak menyesal, tentang siapa ayahmu. Mama terima jika kamu kecewa, karena hanya Akas yang membuat Mama nyaman sejak dulu."


'Astaga!' madam Li yang tidak sengaja mendengar menundukkan wajah dalam-dalam.


Sedangkan Hanum, ia meminta Jonathan membawa si kembar menjauh.


"Kalian butuh waktu untuk bicara, sebaiknya kamu bicara sama mama." Hanum memegang tangan suaminya. Tapi Gadhi langsung menepis.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan!" ucap Gadhi sinis kemudian menatap marah pada sang mama.


Gadhi malu memiliki ibu yang terlibat scandal yang mamalukan ini, hingga membuat semua orang dalam masalah.


"Besok pagi ... Mama akan ke Swiss dengan Akas. Mama harap kalian bahagia."


Nyona Geni kemudian berbalik dan memutar kursi roda Akas. Keduanya pergi tanpa maaf dari Gadhi. Ayah si kembar butuh waktu, meski sudah tahu lama, tapi tetap saja kenyataan ini cukup membuat hidupnya hancur.


Sedangkan kakek Mahindra, ia membiarkan Geni pergi. Tapi tanpa harta apapun. Yang Geni bawa hanya harta dari orang tuannya sendiri. Sementara Akas, kakek pun melepaskan anak angkatnya itu. Yang tersisa tinggal Suha. Sampai kapanpun, kakek Mahindra tidak akan melepas Suha.

__ADS_1


***


Tiga tahun kemudian


"Sayang ...!"


Gadhi masuk rumah, baru saja pulang. Tapi rumah terlihat sangat sepi. Baru jam tujuh malam, apa anak-anak sudah tidur? Pikir Gadhi.


"Kok sepi sekali, apa mereka lupa ini ulang tahu Papa mereka?" Gadhi mendesis, kemudian ditatapnya sekretaris Jo.


"Maaf, Tuan. Karena tuan sudah sampai. Saya permisi pulang."


Gadhi mengangguk.


'Bahkan kau orang paling lama bekerja denganku, sama sekali tidak mengucap selamat,' gumam Gadhi.


Gadhi yang masam, ia pun melepaskan jas Navi yang ia pakai, kemudian memgang knop pintu. Mau masuk kamar, karena sepi, sepertinya semua sudah tidur.


KLEK


DORRR ...


"Astaga!"


Gadhi memegang da danya. Hampir saja jantungnya copot.


"Surprise!!!"


"Kejutan!!!"


"Selamat ulang tahun Papaaaaa!" Si kembar langsung memeluk papanya.


"Happy birthday, Sayang!" Hanum langsung mengecupp pipi suaminya.


Senyum merekah seketika di wajah Gadhi, Gadhi kemudian meraih anak laki-laki berusia 2 tahun dari gendongan Hanum.


"Nah ... ini jagoan Papa!" Gadhi langsung menghujani wajah Arjuna dengan kecupann sayang. Arjuna Trinadaru Mahindra, hampir saja mereka kehilangan Arjuna saat accident beberapa tahun silam.


Kemudian Gadhi lagi-lagi dibuat terkejut. Ketika sekretaris Jo muncul sambil menggendong anak berusia satu tahu.


"Selamat ulang tahun, Tuan."


"Aku pikir kau sudah balik," ucap Gadhi. Kemudian mendekati Jonathan. Ia juga mengecup hangat anak perempuan yang digendong Jonathan.


Saat Gadhi akan mengecupp lagi karena gemas, anak perempuan itu langsung memalingkan wajah.


"Astaga ... mirip siapa ini?"


Semua langsung terkekeh, tapi tidak dengan sosok wanita yang berdiri di samping Jonathan. BERSAMBUNG

__ADS_1


Akhir bulan tamat ya, aku lanjut dengan kisah putra mereka. Yang setuju Komen dong. Mode maksa. And jangan lupa pengumuman Give Away ya, tanggal 31 jam 7 malam.



__ADS_2