
Crazy Rich Bagian 77
Oleh Sept
Di kediaman Akas Mahindra. Suha sedang sibuk membuka semua brankas. Ia menguras semua isi brankas suaminya.
"Semoga kau mati!" ucapnya sambil terus memasukkan semua gebokan dolar serta emas batangan hasil pengelapan suaminya selama ini.
"Dan kau ... ku harap kau cepat menyusul mereka semua yang sudah mati!"
Suha menatap foto pernikahan lama miliknya. Ada dendam yang membara.
Tap tap tap
Terdengar suara derap langkah yang semakin dekat. Jantung Suha langsung berdegup kencang.
KLEK
"Maaa! Mama mau ke mana?" tanya putranya yang menyembul dari balik pintu.
"Ikut dengan Mama. Di sini sudah tidak aman."
"Ma, Mama kenapa? Apa yang terjadi?"
"Jangan banyak bicara. Jika kau tidak mau ditendang kakekmu, ikut dengan Mama."
"Gradi bukan anak kecil, Ma!"
"Terserah!"
Suha kemudian kembali memasukkan semuanya dalam koper besar. Ia melewati Gradi. Ingin menyelamatkan diri dan hartanya yang masih bisa dibawa.
"Ma ... Mama!" teriak Gradi. Tapi panggilan itu sama sekali tidak didengar oleh sang mama. Telinga Suha sudah tertutup, sudah dibutakan oleh harta semata.
Tanpa peduli dengan apapun lagi, Suha mengendarai mobil sendiri. Wanita itu meninggalkan rumah dengan buru-buru. Setelah mobilnya masuk jalan raya besar, ia langsung pergi ke pelabuhan. Di sana ia punya kenalan yang bisa membawanya kabur dari negara ini dengan aman.
Sementara itu, orang-orang kakek sibuk memblokir semua akses Suha untuk penerbangan di Bandara manapun. Suha yang licik, kini sudah berada di sebuah kapal.
"Bantu aku keluar dari negara ini ... malam ini juga, dan ini akan aku berikan sebagai uang muka!"
Suha memberikan beberapa emas batangan dan segebok dollar. Tentunya pemilik kapal langsung sumringah.
__ADS_1
"Silahkan, Nyonya!"
Suha kemudian masuk ke dalam kapal. Ia melihat sekeliling. Penuh dengan laki-laki yang sedang menikmati pesta minuman.
"Jangan biarkan siapa pun masuk dalam ruangan ini!" ujar Suha.
"Tenang, Nyonya!"
KLEK
Suha langsung mengunci ruangan yang ada di kapal itu. Tidak besar, sangat kecil. Dari pada kamar mandi di rumahnya, ini tidak seberapa.
"Aku bisa menahannya untuk sementara."
Suha mencoba menyemangati diri.
***
Rumah sakit
Kakek Mahindra sudah tiba di rumah sakit bersamaan dengan madam Li yang keluar dari ruangan.
"PUAS? Sekarang kakek puas?"
Gadhi menatap tajam pada Kakek Mahindra. Ia menyalakan sang kakek atas apa yang menimpa istrinya. Kalau saja kakek tidak melakukan press conference, tidak mengumumkan siapa Hanum, mungkin istrinya akan tetap selamat.
"Apa sekarang Kakek sudah puas? Kenapa kakek tega sekali pada kami ...!"
Gadhi yang semula marah dan mengebu, kini melemas. Ia marah, tapi tidak berdaya.
Kakek Mahindra yang tahu bagaimana Gadhi yang sangat terpukul, ia pun sama. Padahal tujuan kakek Mahindra hanya ingin mengatakan status sebenarnya Hanum. Tapi entahlah, musuh selalu ada di mana-mana.
Kakek pun ikut terduduk tak berdaya, sembari menunggu lampu operasi mati. Menanti Hanum keluar dari ruang tersebut. Ruang antara hidup dan mati.
...
KLEK
Seorang dokter berjubah biru keluar, diikuti oleh beberapa orang di belakangnya.
"Bagaimana cucu saya, Dokter?"
__ADS_1
Kakek Mahindra langsung bangkit dan berjalan menuju dokter yang menangani Hanum.
"Bagaimana istri saya, Dok?" ganti Gadhi yang bertanya.
Dokter itu kemudian menyentuh pundak Gadhi. Kemudian membuka masker yang masih ia pakai.
"Semoga nyona Hanum bisa melewati masa kritisnya sampai malam nanti. Mari kita berdoa yang terbaik, kami sudah melakukan semaksimal mungkin."
"Maksud Dokter?" Gadhi tidak mengerti, otaknya seketika blank.
"Dokter! Katakan dengan jelas! Bagaimana kondisi istri dan anak saya?"
Gadhi langsung menarik baju dokter yang ada di depannya. Membuat sekretaris Jo langsung turun tangan dan mengamankan bosnya tersebut.
"Lepaskan aku Jonathan! Berani kau menyentuhku!!!"
Kakek kembali duduk dengan raut wajah penuh penyesalan.
***
Di tengah lautan yang gelap gulita. Kapal yang ditumpangi oleh Suha tiba-tiba dihentikan oleh kapal lain yang sedang patroli.
"Nyona! Nyonya masuk ke dalam sini! Anda akan aman. Ada polisi di luar sana."
"APA?"
Suha panik, ia buru-buru masuk ke dalam ruang rahasia yang dipenuhi bahan pangan persediaan untuk berlayar.
"Nyonya masuklah ke sini!"
"Kau sudah gila? Kenapa aku harus masuk bersama ikan-ikan busuk ini?" teriak Suha frustasi.
Tap tap tap
Keduanya langsung saling menatap saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Takut ditangkap, Suha langsung bergabung dengan kumpulan ikan-ikan yang cukup amiss baunya. BERSAMBUNG.
IG Sept_September2020
Fb Sept September
Parfum alami ya mak Suha, biasanya minyak wangi dari Paris, Prancis. Sekarang bersatu dengan alam, back to nature. Alamiah!
__ADS_1