
Crazy Rich Bagian 54
Oleh Sept
Selesai melakukan aktifitas suami istri, keduanya membersihkan diri. Hanum yang sekarang pegang uang, sedangkan Gadhi, pria itu tadi pergi tidak membawa apa-apa. Meskipun sekali telpon ia bisa meminta sekretaris Jo mengatasi segalanya. Tapi Hanum tidak mengijinkan, hari ini Gadhi harus ikut dengannya. Ya, seharian ini pria itu harus menurut semua apa kata Hanum.
Mulai dari cari pakaian ganti di toko biasa saja, tanpa embel-embel brand ternama yang biasa digunakan pria tersebut. Bukan rancangan ekslusif desainer kondang, akan tetapi Hanum membawa Gadhi ke tempat murah meriah.
"Hanum! Kulitku bisa iritasi memakai bahan ini?" protes pria yang selalu pakai baju mahal dengan bahan pilihan tersebut.
Tapi protesan Gadhi hanya dijawab lirikan tajam. Alhasil Gadhi pun menurut, ia pakai sesuatu yang sangat bukan gayannya.
"Ini bagus ... pakai!"
Hanum mengulurkan sebuah kacamata. Lagi-lagi kacamata harga di bawah 100 ribu. Hallo ... selama ini harga kacamata Gadhi bahkan ada yang senilai mobil avanxa.
Gadhi menghela napas panjang, kemudian memakai apa saja yang istrinya inginkan. Dan todak terasa, perut keduanya mulai lapar. Pria itu melongo ketika dibawa ke sebuah warteg.
"Hanum! Kalau masalah perut aku gak bisa tolerir. Aku akan telpon Jonathan!" ucapnya.
"Ya sudah ... kamu pulang saja. Jangan ngintilin aku!" ketus Hanum lalu masuk ke sebuah rumah makan sederhana.
"Ish ... Hanum!"
Gadhi mendesis kesal, kemudian menatap ke bawah. Ada sesuatu yang banyak bulunya sedang mengendus sepatu pria tersebut.
"Hanummm!"
Gadhi geli pada bulu hewan, entah kucing atau an jing. Pokoknya ia geli.
"Mau makan berbisik banget!" celetuk istrinya.
"Aku geli. Ayolah ... Kita makan di restaurant saja. Aku panggil taxi."
"Tuan mudaaa, kalau kamu masih seperti ini. Lebih baik jangan dekat-dekat denganku!"
Seketika wajah Gadhi langsung pasrah. Ternyata hidup miskin tidak mudah. Tinggal di tempat tidak nyaman, kamar sempir, kamar mandi pengap dan kecil, pakaian terasa cepat panas, dan tempat makan jauh dari kata ekslusif dan nyaman.
Demi Hanum, crazy Rich itu akan mengikuti semua cara sang istri. Tapi hanya hari ini. Karena Gadhi merasa satu hari saja ia sudah sangat mengeluh. Kecuali kegiatan ranjang. Di manapun ia oke.
Selesai makan, mereka pun balik lagi ke hotel. Kali ini jalan kaki. Karena jalan berdua sama Hanum, Gadhi pun tidak mengeluh. Meski panas, capek, bikin rambut lepek dan berkeringat, semua tidak apa-apa, karena demi ayang. Prettt!
Tiba di hotel Gadhi langsung mandi, gerah karena harus jalan kaki barusan. Mau ngajak Hanum mandi bareng tapi kok kamar mandinya sangat sempit. Alhasil ia mandi sendiri.
Setelah itu baru Hanum menyusul, mereka gantian pakai kamar mandi yang sama. Sesaat kemudian, keduanya sudah terlihat rapi, untuk Gadhi ia tidak seperti biasanya. Kaos oblong dan kacamata tanpa merek membuatnya cukup keren meski bukan barang branded. Pria yang biasanya pakai setelan jas becis itu kini terlihat jauh lebih santai. Ya, semua karena permintaan Hanum.
__ADS_1
Drett Drett Drett
Gadhi merogoh saku, mencari ponselnya.
"Hemm ... ya?"
"Tuan, Tuan ada di mana?"
"Aku ada di mana bukan urusanmu. Kenapa kau ingin tahu?" jawab Gadhi kesal.
"Tuan besar menghubungi. Beliau marah karena kalian tidak terdaftar dalam penumpang VIP kapal pesiar yang sudah beliau pesan."
"Kenapa kakek tidak menelpon kami saja?"
Mungkin kakek Mahindra lebih percaya pada sekretaris Jo dari pada cucunya sendiri.
"Saya kurang paham, Tuan," kelit sekretaris Jo.
"Katakan pada Kakek, Hanum mabuk laut. Tapi tenang ... kami akan honeymoon. Tapi bukan berlayar. Kau segera ke mari. Aku share lok. Dan bawa apa saja yang aku minta, akan segera aku kirim listnya."
Padahal Hanum tidak mabuk laut, Gadhi benar-benar raja modus.
"Baik, Tuan."
***
"Untuk apa tuan muda menginap di hotel seperti ini?" gumam madam Li kepo.
"Bukan masalah tempatnya Madam, tapi dengan siapa," balas Jonathan santai sambil fokus mengemudi. Ia sudah membawa banyak barang yang sudah di list oleh bosnya itu. Bagasi mobilnya full, penuh akan barang-barang pasutri Hanum dan Gadhi.
"Hemm ... oh ya. Kira-kira mereka akan ke mana? Karena meminta disiapkan segala passport, dan lain-lain. Apa mereka akan kabur jauh?"
"Astaga Madam, kamu ini bicara apa. Lagian mau kabur ke mana? Tuan besar akan menangkap keduanya kalau macan-macam."
"Betul juga, tuan besar pasti tidak akan tinggal diam."
"Nah, madam tahu itu sendiri kan."
"Hemm!"
Tidak terasa mobil sudah sampai di parkiran sebuah hotel.
"Apa tuan muda bisa tidur di sini?" Madam Li mengerutkan dahi.
"Sudah Madam, jangan memikirkan hal yang tidak jelas. Ayo bantu aku membawa barang-barang mereka."
__ADS_1
"Oh, iya."
Dari jauh Gadhi mendekati keduanya.
"Masukkan lagi. Antar kami ke Bandara!" seru Gadhi.
Madam dan sekretaris Jo saling menatap. Lalu mata keduanya fokus pada tangan Gadhi. Ya, tuan muda yang terkenal sombong, angkuh, dingin pada sesama, malah menggenggam tangan Hanum. Ini adalah pemandangan langka. Harus dilaporkan pada tuan besar mereka.
Hanum sendiri wajahnya terlihat biasa saja. Mau digenggam atau tidak, semuanya biasa saja. Ia tidak mau terlalu bucin, takut sakit hati dan terluka. Karena hatinya belum bisa percaya Gadhi 100 persen.
***
Bandara International SH
"Tuan, Tuan akan pergi ke mana?" tanya sekretaris Jo yang sejak tadi kepo.
"Jangan terlalu banyak ingin tahu, Jo!" cibirnya.
Jonathan menghela napas dalam-dalam.
"Nona ... Nona mau ke mana?" bisik madam yang mau mengorek informasi.
Hanum malah mengangkat kedua pundak kemudian menggeleng kepala. Pasalnya ia juga tidak tahu akan dibawa ke mana.
Sementara itu, sekretaris Jo yang sangat penasaran, ia melirik ticket Gadhi. Matanya melotot.
Setelah selesai pengecekan ini itu, akhirnya keduanya pun berangkat bulan madu. Ya, hanya berdua. Tidak ada madam Li dan tidak ada sekretaris Jo.
....
....
***
Mexico
"Bagaimana? Kamu menyukainya?"
Hanum menatap sekeliling, baru pertama kali ia menginjakkan kaki di sana. Ia tidak bisa berkata-kata.
"Aduh! Turunin ...Gadd!"
Hanum kaget, karena Gadhi langsung menggendongnya di belakang. Punggung yang hangat, kuat dan kokoh seperti semen 5 roda. Pantes kuat sampai berkali-kali. Nambah terus. Hem!
__ADS_1
BERSAMBUNG.