Crazy Rich

Crazy Rich
Karma


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 79


Oleh Sept


Suasana haru memenuhi ruangan, kini Hanum kembali lagi dipindah. Wanita itu kembali menempati ruang VIP dengan penjagaan yang extra. Kakek Mahindra juga merasa sangat lega, akhirnya sang cucu sudah kembali ke sisihnya. Kakek sampai tidak mau pulang, padahal Hanum meminta kakek istirahat di rumah.


"Kakek tidak apa-apa, Kakek tidak mau terjadi apapun lagi padamu," ucap kakek ketikan Hanum memintanya pulang untuk istirahat di rumah.


"Benar kata Hanum, Kek. Kakek lebih baik pulang. Gadhi akan menjaga Hanum. Jaga kondisi Kakek, jangan sampai Kakek malah sakit," Gadhi memaksa kakeknya pulang.


Karena semua orang memaksa, kakek Mahindra pun akhirnya pulang. Dan lagi karena Hanum terlihat lebih baik, kakek Mahindra pun tega.


"Kakek pulang dulu, nanti Kakek akan ke sini lagi," pamit Kakek Mahindra pada Hanum dan juga Gadhi.


Pria tua itu lalu meninggalkan rumah sakit, sebelum pergi kakek Mahindra menghubungi seseorang.


***


Di tengah laut, kapal yang Suha tumpangi masih terobang-ambing sejak semalam. Ombak laut yang cukup tinggi membuat para penumpang dilandan pusing.


Beruntung bagi Suha, ia berhasil lolos dari polisi yang sedang patroli semalam. Sebenarnya ia hampir tertangkap, karena liciknya pemilik kapal, membuat Suha bisa lolos malam itu. Tapi Suha harus kehilangan banyak uang dolarnya. Demi membayar pada si pemilik kapal yang semalam menyuap polisi agar mereka bisa kembali berlayar.

__ADS_1


"Sialannnn! Kenapa baunya tidak hilang-hilang? Huekk! Ini bauk sekali!" Suha menutup hidung dengan ujung jarinya, perutnya mual, serasa ingin muntah.


"Sudah bangun Nyona?" sapa pria pemilik kapal dengan suara tenor tersebut. Membuat Suha hampir melonjak kaget.


"Astaga! Kau!!!"


Pria itu tersenyum tipis melihat ekspresi Suha yang terkejut. Seperti maling yang tertangkap basah.


"Satu jam lagi kita sampai daratan, dan tugas saya selesai."


"Oke!"


Pemilik kapal memindai tubuh Suha. Kemudian meninggalkan ruangan Suha. Beberapa saat kemudian, ia kembali. Melempar kemeja ke atas dipan.


Pria itu kemudian meninggalkan ruangan sambil menutup hidung.


"SIALANNNN!" pekik Suha kesal.


***


Pelabuhan

__ADS_1


Suha memakai kacamata hitam milik si pria yang punya kapal. Ia juga memakai pakaian yang diberikan oleh pria itu. Suha merasa seperti orang asing saat memakai pakaian tersebut. Ini bukan gayannya. Demi keluar dari masalah, Suha memakai pakaian yang benar-benar jauh dari stylenya.


Wanita itu kemudian berjalan dengan sangat santai agar tidak memancing perhatian. Tiba di tepian pantai, Suha langsung masuk ke sebuah toko souvenir. Suha memilih baju, kain pantai, dan topi serta kacamata baru.


Kini ia persis seperti turis. Tidak lupa, ia juga ke toilet umum. Suha mandi untuk menghilangkan bau amis yang melekat. Ia gosok sampai kulitnya iritasi kemerah-merahan.


Suha juga membuang ponselnya ke dalam tong sampah yang ada di dekat sana. Kemudian mencari telpon umum. Ia menghubungi orang-orang yang bisa menolong dirinya.


Ketika dia sedang bicara di dalam telpon umum, sejenak ia terdiam. Ada mobil patroli polisi mendekat. Panik, Suha langsung memalingkan wajah. Wanita itu tambah panik saat dua orang polisi turun dari mobil dan berjalan mendekat.


"Aku harus kabur! Sialll! Brengsekkk!"


Tanpa aba-aba sebelumnya, dengan tas yang berat karena isinya emas batangan dan banyak gebokan uang dolar, Suha pun lari terengah-engah. Hingga tanpa sengaja ia menabrak seorang.


Brukkk...


Tas Suha jatuh, dan beberapa batangan emas mencuat dari dalam tas.


"Emasku!!!" pekik sudah kemudian melihat para polisi mengejar di belakangnya. Antara panik tapi takut harta berharga miliknya hilang.


"Singkirkan tanganmu dari tasku!" sentak Suha kemudian metebut tasnya kembali.

__ADS_1


"Ini milikku!" ucapnya dengan tatapan tajam.


Setelah memasukkan batangan emas ke dalam tas. Ia kembali mencoba berlari. Kali ini ia berlari sambil menoleh ke belakang, hingga ia tidak tahu sebuah motor melaju kencang ke arah Suha. BERSAMBUNG


__ADS_2