Crazy Rich

Crazy Rich
Paris


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 56


Oleh Sept


Akibat kata sayang yang sejatinya bukan untuknya, Gadhi sepanjang perjalanan wajahnya jadi berbinar. Aura bahagia terpancar jelas pada wajahnya yang tampan.


Sedangkan Hanum, ia lebih banyak tidur saat di atas pesawat. Hanum hanya bangun ketika perutnya terasa lapar. Selama di dalam pesawat setidaknya ia bisa istirahat sejenak. Gadhi tidak akan macan-macam, meksipun sesekali ia mencuri-curi untuk mengecupp pipi atau menyesap bibir Hanum. Dasar suami modus.


"Hanum ... sayang!" panggil Gadhi yang melihat istrinya tidur saja.


Hanum mengerjap. 'Sayang? Salah makan apa dia manggil sayang?' batin Hanum dan masih betah menutup mata.


Gadhi yang sekarang menjadi agak jahil, dengan iseng meniup-niup telinga Hanum lembut.


"Hentikan, biarkan aku istirahat."


"Ya ampun. Kamu bahkan sudah tidur beberapa jam."


"Aku capek."


"Sini aku pijitin!"


"Gak usah. Mending Kita tidur aja!"


"Ya ... nanti kalau kita turun langsung tidur yaa?" seru Gadhi dengan kata penuh makna.


"Ish ..!" Hanum mendesis kesal.


CUP


"Tidurlah!" Gadhi mengecupp kening Hanum.


Akhirnya Hanum bisa tidur lelap. Dan lama-lama Gadhi pun ikut tidur juga. Sepanjang jalan, tangannya terus mengengam tangan Hanum. Ketika Hanum ingin menarik tangannya, Gadhi langsung merapatkan jari-jari.


***


...

__ADS_1


...


Kota paling romantis, Paris.


Tempat di benua Eropa yang satu ini sangat terkenal akan keindahan kotanya. Pastinya menyenangkan bisa berjalan-jalan ke kota Paris yang ada di negara Perancis untuk sekedar berwisata, belanja, pokoknya untuk liburan, apalagi untuk honeymoon. Benar-benar sangat cocok.


Hanum dan Gadhi sudah tiba beberapa jam yang lalu. Setelah istirahat sebentar di hotel, mereka kemudian memutuskan untuk melihat keindahan kota Paris.


Tujuan pertama mereka adalah menara Eiffel atau La Tour Eiffel. Menara Eiffel merupakan menara yang menjadi ikon kota Paris. Menara ini berada di taman Champ de Mars, Paris, Perancis, dan merupakan salah satu landmark paling terkenal di dunia yang menjadi destinasi utama para wisatawan.


Gadhi sengaja ingin membuat Hanum terkesan, makanya ia ajak datang ke Paris langsung. Pria itu membawa Hanum naik ke atas dan melihat panorama Paris dari sana.


"Bagaimana cantik, kan?" tanya Gadhi saat melihat Hanum yang terkesima.


Hanum masih takjub. Selama ini ia hanya melihat menata Eiffel dari gambar dan dari video yang ada di internett. Ia menatap pemandangan sekitar yang cukup membuatnya merasa ini seperti mimpi. Mana pernah Hanum bermimpi akan dibawa Gadhi mengelilingi beberapa negara?


Rasanya indah banget, Hanum seperti putri raja yang sedang dimanjakan oleh seorang pangeran berbulu.


"Keren banget!" seru Hanum masih dengan wajah yang penuh kagum.


(Ini bukan Cappadocia, Num. Ini Paris ... Perancis. Muka julid)


"Nanti malam lebih indah lagi, nanti kita ke sini," bisik Gadhi.


Gadhi pun ikut menikmati keindahan di sana. Sambil curi-curi kesempatan. Ia rengkuh pinggang Hanum. Dan sesekali mengecupp pipi Hanum dengan mesraa. Keduanya kini hanyut oleh pesona kota paling romantis di dunia ini. Dan benar kata Gadhi, menara Eiffel akan lebih mengesankan lagi jika naik menara Eiffel saat malam hari sambil melihat kerlap-kerlip lampu kota Paris. Sungguh pemandangan yang membuat mata enggan untuk berkedip.


"Tunggu di sini!" ucap Gadhi kemudian melepaskan pinggang Hanum.



Sesaat kemudian, pria itu kembali dengan seorang photographer professional. Dan sebuah tas koper besar. Sambil berjalan ke arah Hanum, Gadhi pun mengulurkan tangannya yang menyeret tas koper besar.


"Apa ini?" Hanum menatap tas koper yang berisi pakaian ganti tersebut.


"Kamu pasti menyukainya. Aku membaca sedikit referensi di internet. Saran Jonathan di telpon pun sepertinya membantu," ucap Gadhi yang sudah mulai tidak jaim.


Hanum lantas membuka sedikit koper itu, bibirnya menggembang. Lalu mengangguk.

__ADS_1


"Tunggu sebentar."


Setelah mengganti bajunya kecuali sepatu. Sesaat kemudian, Hanum muncul dengan gaun hitam yang cantik. Belahan rendah dan membuat Gadhi sekilas kehilangan fokusnya.


"Beautiful!" gumamnya kemudian meraih tangan Hanum. Menggenggam erat, seolah tidak mau lepas. Matanya tidak berhenti menatap Hanum, ya ... menatap belahan yang sepertinya terus menggoda dirinya.


'Sabar ... tunggu nanti malam!'


Pria itu kemudian tersenyum sumringah, otaknya benar-benar sudah tercemar.



Mereka berdua pun berpose di depan kamera seperti pasangan yang sedang bahagia. Entah berapa kali potret mereka diambil. Yang jelas, ketika cuaca semakin panas, Gadhi dan Hanum memutuskan untuk kembali lagi ke hotel.


***


Luxury J'Dor Hotel


Bukkk ...


Hanum langsung merebahkan tubuhnya, gaun hitam yang ia kenakan masih ia pakai. Rasa lelahnya membuat ia tidak sempat ganti pakaian.


"Mandi dulu, sayang."


Hanum menoleh menatap wajah suaminya, ia geli mendengar pria itu memanggil sayang.


'Aku rasa dia sudah salah makan obat!'


"Bentar ... aku mau rebahan dulu."


"Ya sudah, aku siapin airnya ya ... habis itu mandi bareng!" ujarnya santai.


BUGH ...


Sebuah bantal langsung mendarat ke arah Gadhi. Pria itu spontan terkekeh, Gadhi pun langsung naik ke ranjang dan menguyel-ngunyel istrinya yang membuatnya gemas tersebut. Wanita yang akhir-akhir ini selalu membuat hatinya berdesir.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2