Crazy Rich

Crazy Rich
Pelangi Setelah Badai


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 63


Oleh Sept


"Madam ... aku ingin pergi dari kekacauan ini," ucap Hanum saat membuka mata. Ketika ia terbangun, hanya ada madam Li yang duduk di sebelah ranjang.


"Ada apa Nona? Apapun itu, saya harap Nona akan tetap kuat," Madam Li mencoba menyemangati Hanum yang terlihat lesu dan tidak bersemangat.


Hanum hanya menggeleng, dan air mata terus keluar dari sudut matanya


Setelah sedikit lebih tenang, kakek Mahindra masuk. Keduanya berbicara, kakek Mahindra bertanya, sekarang Hanum mau bagaimana.


"Sekarang terserah Hanum ... Hanum mau bagaimana, kakek akan mengikuti semua kemauan Hanum."


"Pergi dari tempat ini untuk sementara," jawab Hanum dengan jelas.


"Pergi?"


"Hanum butuh waktu, Hanum ingin menenangkan diri sebelum gila karena kenyataan yang aneh ini!"


"Mau ke mana?"


"Kakek tidak perlu tahu!" jawab Hanum ketus. Karena ia masih marah, sebab karena kakek, sang ayah bahkan tidak menyadari kehadirannya.


"Baiklah ... Kakek akan turuti kemauanmu."


"Satu lagi, jangan katakan pada Gadhi tentang apa yang sudah kakek katakan pada Hanum. Biar ini menjadi rahasia selamanya."


"Hanum!"


"Jika kakek memaksa, maka Hanum akan lari seperti ibu Hanum," ancam wanita itu pada sang kakek. Membuat kakek Mahindra menyerah. Dari pada ia kehilangan cucu satu-satunya.


"Baik ... baik. Tapi bawa madam Li bersamamu. Hanya dia yang bisa kakek percaya untuk menjagamu."

__ADS_1


Hanum sepakat, akhirnya ia akan meninggalkan negara ini. Diam-diam tanpa mengatakan pada siapa pun.


***


Di sebuah Bandara International, Hanum menarik koper warna silver sedangkan madam Li, wanita itu sedang mengurus segala sesuatu untuknya.


Hari ini, setelah pembicaraan pribadinya dengan sang kakek. Hanum memutuskan pergi untuk beberapa waktu. Dia butuh waktu untuk menjaga pikirannya agar tetap waras.


Hanum dan madam Li pergi ke sebuah negara yang akan sulit Gadhi lacak. Ya, tidak hanya menghindar dari kakek yang membuatnya marah, Hanum juga menghindar dari suaminya.


....


....


Atlanta, ibu kota negara bagian Georgia, Amerika serikat.


Hanum menginjakkan kaki di Atlanta setelah penerbangan 20 jam lebih. Ia memilih kota ini sebagai tempat pelarian, untuk mengasingkan diri. Hanum butuh ruang dan waktu, untuk menerima kenyataan yang tiba-tiba menghantam hidupnya.


***


Pagi hari di Atlanta, langit cerah secerah hati Hanum. Jauh dari keluarga Mahindra Prakash cukup membuatnya tidur nyenyak semalam. Sejenak ia melupakan semuanya.



Saat ini Hanum berjalan sendirian, melakukan apapun yang lama ia ingin lakukan. Ia memang marah pada Kakek, tapi tidak segan mengunakan semua fasilitas yang diberikan oleh kakeknya. Anggap ia muna, tapi ia tidak bisa kabur tanpa modal apapun. Berbekal kartu magic, kartu paling sakti dari kakek, Hanum pergi jauh dari rumah.


Sore hari, Hanum baru pulang. Dan madam kepo, seharian ini nona mudanya dari mana.


"Nona ... Nona dari mana saja?"


Hanum menjawab dengan senyum tipis.


"Madam ... Madam juga boleh jalan-jalan sesuka Madam. Madam bebas di sini, tanpa aturan."

__ADS_1


Madam Li hanya tersenyum kecut, bagaimana ia bisa bebas. Sebenarnya kakek sudah menugaskan madam untuk 24 jam mengawasi Hanum tanpa disadari oleh Hanum sendiri.


Esok harinya, Hanum kembali keluar apartment yang ia sewa di sana. Kali ini ia mengajak madam. Mereka seperti bestie dari pada bos dan pegawai. Hanum tidak segan melingkaran lengannya pada madam Li. Mereka benar-benar seperti sedang menikmati liburan. Padahal, jauh di sana. Ada hati yang resah dan gelisah.


Jakarta, Indonesia.


"Kakek sembunyikan Hanum di mana?"


Berkali-kali Gadhi bertanya, kakek sama sekali tidak menjawab.


Gadhi sampai harus memohon pada sang kakek agar pria itu mau mengatakan Hanum ada di mana. Ya, Gadhi sudah bebas bertepatan dengan kepergian Hanum. Sayang, ketika pulang ke apartment, malah Hanum tidak ada.


Gadhi yakin pasti kakek yang menyembunyikan istrinya. Apalagi nomor Hanum sudah tidak aktive. Gadhi benar-benar dilema. Sarang Hering tiba-tiba hilang tanpa jejak. Ia bahkan sempat memarahi sekretaris Jo yang tidak becus menjaga istrinya. Padahal saat itu sekretaris Jo fokus menangani kasus Gadhi dan juga ibunya yang membuat kekacauan.


Nasib bawahan, selalu salah di mata atasan.


***


Tiga minggu kemudian


"Madammm ... Madammm Li!" Hanum teriak-teriak keluar kamar mandi mencari madam.


Madam menatap Hanum sambil geleng-geleng. Dilihatnya Hanum masih memakai bathrobe dan rambutnya dililit handuk, tapi suaranya sudah mengelegar menggema di seluruh apartment.


"Ada apa Nona?" tanya madam Li sambil mengangkat mangkok soup untuk sarapan mereka berdua.


Hanum malah tersenyum tidak jelas, wanita itu kemudian pergi ke kamar. Memakai dress putih panjang, kemudian berdiri di depan kaca. Berkali-kali ia berputar, kemudian memegangi perutnya.



Bersambung


Selamat ya Mbak Num-num.

__ADS_1


__ADS_2