
Crazy Rich Bagian 62
Oleh Sept
"Maafkan Kakek, Hanum ... maafkan Kakek." Pria itu sepertinya menyesali sesuatu. Tapi Hanum belum paham tentang apa itu.
Perlahan Hanum pun melepaskan pelukan, ia kemudian menatap wajah sendu pria tua tersebut. Diamatinya ekspresi kakek Mahindra yang tidak seperti biasanya.
"Maaf? Maaf untuk apa?" Hanum bertanya sambil menatap penuh selidik.
"Ayo ... Ikuti Kakek!"
Kakek Mahindra kemudian meminta Hanum ikut ke ruang kerjanya. Hanum pun menurut, sekalian ia ingin menagih hutang penjelasan pada kakek. Menagih tentang cerita masa lalunya yang kata kakek akan diceritakan saat ia pulang dari bulan madu.
Saat baru masuk dalam ruangan, Hanum langsung saja berbicara.
"Apa Kakek mengenalku sebelumnya?" tanya Hanum langsung saat ia baru duduk.
"Tenang lah. Akan aku jelaskan pelan-pelan."
Hanum mulai mengatur napas, menata hati, takut ia akan kembali terkejut dengan fakta-fakta baru dari keluarga suaminya itu. Ia masih shock dengan scandal sang mertua, ditambah aksi penyerangan Gadhi sampai harus tinggal di kantor polisi. Hanum benar-benar butuh waktu untuk mencerna semuanya.
Sementara itu, kakek mulai menata kata-kata. Siap menjelaskan pada Hanum semuanya. Pria itu mengambil napas panjang sebelum mulai berbicara.
"Ayahmu bukan Bramantyo. Bukan .. Dia hanya orang baik yang aku bayar untuk mau menutupi aib keluarga Mahindra Prakash. Dia laki-laki baik yang menyanyangimu meski kau bukan putrinya."
Kakek Mahindra berhenti berkata sejenak, ia amati wajah Hanum. Sementara itu, mendengar kata-kata kakek, telinga Hanum seketika tidak bisa mendengar apa-apa. Waktu seolah berhenti sesaat.
__ADS_1
"Dia bawahanku, orang kepercayaan Kakek. Dan ibumu ... bukan wanita yang selama ini kau anggap ibu. Ibumu sudah lama meninggal."
Bibir Hanum bergetar, belum apa-apa da danya sudah terasa sesak.
"La-lalu .. si-siapa ayah dan ibuku yang sebenarnya? Kakek ... jangan mengatakan yang tidak-tidak. Aku seperti orang bodohh sekarang!" mata Hanum berkaca-kaca. Ia bingung harus bagaimana. Siapa ibu dan ayahnya yang sebenarnya?
"Ini salah Kakek, kakek yang membuat ibumu pergi jauh karena ketakutan kakek akan merebutmu darinya."
Hanum semakin bingung. Kenapa kakek dulu ingin merebutnya?
"Dengar Hanum ... Kakek mungkin tidak akan menceritakan ini lagi. Maka dengarkan baik-baik. Ibumu dulu adalah sekretaris Prakash, mereka terlibat hubungan yang jauh, hingga kau lahir ke dunia sedangkan Prakash sudah berkeluarga. Untuk menutupi aib, kakek meminta orang lain menikahi ibumu."
Tubuh Hanum langsung lemas.
"Apa aku dan Gadhi suadara?" tanya Hanum yang langitnya seperti runtuh.
"Gadhi bukan cucu kandung Kakek!"
Mata Hanum semakin terbelalak.
"Geny ternyata wanita seperti itu ... dan ini baru kakek tahu beberapa tahun lalu. Ketika Gadhi kecelakaan dan butuh darah, golongan darahnya berbeda keluarga ini."
Jantung Hanum mulai tidak nyaman.
"Tapi kakek terlanjur menyanyangi anak itu, sejak bayi anak itu bagai pelita dalam hidup Kakek," tambah kakek Mahindra.
"Sedangkan Akas, dia adalah anak angkat kakek. Akas sudah kakek anggap anak sendiri sebab sejak bayi dia kakek bawa ke mari dari panti asuhan ... jadi cucu kandung Kakek hanya kamu, Hanum."
__ADS_1
Hanum menggeleng pelan. "Tidak mungkin ... Kakek sedang mengarang cerita, kan?"
Kakek Mahindra tahu Hanum pasti shock. Kisah masa lalu kelam yang tersibak mungkin sedikit menyakiti hatinya.
"Satu lagi dosa Kakek padamu dan pada ibumu."
Kakek terlihat berat saat mengatakan kesalahan di masa lalu.
"Kakek sudah memaksa, dan mengancam ibumu agar tidak mengatakan kehamilannya. Sampai kau lahir ... sampai kau bisa berjalan. Tidak ada yang tahu siapa dirimu sebenarnya. Karena rasa penyesalan itu, kakek meminta Bramantya untuk sering membawa Hanum kecil ke sini. Tapi tidak ada yang sadar, kamu putri Prakash. Sampai akhirnya kakek ingin mengambil alih diam-diam, dan itu membuat ibumu kabur membawa lari kamu, Hanum. Sampai kakek tidak bisa menemukan jejak, hingga beberapa bulan lalu, kakek menemukanmu. Pernikahan ini hanya cara kakek untuk mengikatmu. Ini rumahmu ... semua ini milikmu. Yang berhak atas semua ini hanya kamu, Hanum."
"Apa kakek pikir Hanum bisa dibeli dengan uang? Kakek kenapa kejam sekali pada ibu Hanum ... kenapa kakek jahat sekali pada suami Hanum ... bagaimana cara Hanum mengatakan ini semua padanya? Kenapa kakek menyiksa Hanum seperti ini?"
Hanum terisak, karena sampai matipun ayahnya tidak tahu bahwa ibunya sudah mengandung dirinya. Kakek Mahindra demi menutupi aib keluarga, mengorbankan ibu Hanum dan yang lain.
Sekarang kakek bilang menyesal dan semua akan dibayar dengan harta yang melimpah ini. Ini sungguh ironis, Hanum tidak pernah meminta dilahirkan dengan sengketa yang pelik seperti ini.
Hanum yang terkejut dengan kenyataan yang baru terkuak, hanya bisa menangis. Dan ketika kakek ingin mengapai Hanum, wanita itu langsung beranjak. Ia keluar sambil menangis.
"Nona ... Nona!"
Madam yang menunggu di luar sejak tadi langsung mengejar Hanum.
"Nona!"
Tidak kuasa menahan rasa yang campur aduk, Hanum akhirnya menumpahkan tangisnya pada madam Li. Ia peluk wanita yang akhir-akhir ini dekat dengannya itu.
"Bagaimana ini, Madam ... Bagaimana!"
__ADS_1
Hanum menangis, terus menangis dalam pelukan madam Li. Hingga akhirnya ia lemas dan pingsan. BERSAMBUNG