Crazy Rich

Crazy Rich
Surprise


__ADS_3

Crazy Rich Bagian 72


Oleh Sept


"Sekretaris Jo!" panggil madam Li.


Wanita yang sedang menggendong salah satu baby twins tersebut, menggeleng pelan lalu memberikan kode agar Jonathan ikut bersamanya.


"Tunggu, Madam! Aku ingin memastikan tidak ada apa-apa di dalam sana."


"Astaga, Jonathan!"


Madam memasang muka serius, ia yang lebih tua lima tahun dari Jonathan, tidak habis pikir. Kenapa sekretaris Jo yang biasanya cekatan dalam hal apapun, kini mendadak lamban dalam berpikir. Suami istri kalau di dalam kamar, cukup lama dan tenang, sudah bisa ditebak, mereka sedang apa. Paling juga main kuda.


"Bantu aku sebentar, kemarilah!"


Akhirnya Jonathan menurut, sebelum ia menatap pintu kamar tuannya terlebih dahulu.


'Jadi tidak sih makan malamnya? Tadi siang saja maksa-maksa nyuruh restaurant paling romantis. Sudah reservasi masa gak jadi?' batin sekretaris Jo sembari berjalan di belakang madam Li.


***


Kamar Hanum dan Gadhi


Ranjang mereka sudah tidak berbentuk, kain sari berserakan, setelan jas yang rapi juga sudah kusut. Sepertinya mereka tidak jadi makan malam romantis.


Sesaat kemudian


Mereka berdua keluar dengan baju piyama, keduanya tidak jadi makan di luar karena keusilan Gadhi.


KLEK


Hanum pertama kali yang masuk kamar baby twins.


"Makasih Madam, sudah menjaga mereka."


Hanum meraih salah satu di antara bayi-bayi imut itu, kemudian memangkunya.


"Kenapa belum tidur anak Mama?"


Madam tersenyum tipis, "Tidak jadi makan di luar Nona?"


Hanum menggeleng.


"Tiba-tiba ingin makan di rumah," jawab Hanum salah tingkah.


Berikutnya Gadhi yang masuk, begitu masuk sepasang mata menatapnya penuh selidik.


'Cih! Benar apa kata madam! Bahkan tuan muda keramas malam-malam, astaga!' batin sekretaris Jo yang mulai julid. Sudah resah karena melihat aksi tuan mudanya. Jomblo lama, membuat sekretaris Jo juga akhirnya bosan. Bosan melihat kebucinan sang atasan. Rasanya ia juga ingin seperti itu. Tapi sayang, Jonathan tidak punya lawan.


Sinyal-sinyal yang ia pancarkan pada madam Li sama sekali tidak direspon. Sepertinya madam nyaman hidup seperti ini. Seolah bisa hidup sendiri, tanpa butuh seorang pria.


"Terima kasih sudah menjaga anak-anak kami," ucap Gadhi. Hal itu membuat sekretaris Jo sadar dari lamunan.


Sekretaris itu hanya tersenyum tipis, kemudian menatap si kembar. Mungkin sekretaris Jo juga ingin punya anak lucu-lucu seperti mereka.


"Jo ... kau tidak ingin menikah?" tanya Gadhi iseng. Karena ia perhatikan Jonathan begitu antusias dengan bayi-bayinya.


"Ya, pasti ingin."

__ADS_1


Madam Li melirik sekilas. Kemudian pura-pura tidak dengar.


"Kalau begitu, menikah saja. Akan kuberikan cuti jika kau ingin menikah."


"Tunggu, Tuan ... nanti setibanya di Indonesia. Sepertinya aku akan melamarnya."


"Bagus! Itu namanya gentle!" celetuk Gadhi.


Sekarang Hanum yang saling melirik dengan madam. Wajah madam Li sedikit berubah. Ia yang tadinya sedikit tersenyum, sekarang wajahnya menjadi dingin.


***


Hari yang cerah di Atlanta, Georgia Amerika serikat.


Hanum dan keluarga sedang liburan kecil-kecilan. Meski liburan kecil-kecilan, mereka sampai menyewa resort. Untuk melindungi privasi dan keamanan keluarga Prakash tersebut, Gadhi sengaja mensterilkan area di sana.


Bahkan para pelayan pun harus diperiksa dengan teliti. Penjagaan semakin ketat, apalagi baby twins sudah bisa berjalan. Ya, satu tahun telah berlalu setelah kelahiran si kembar.


Untuk merayakan satu tahun baby twins, Gadhi membawa keluarga dan krunya untuk berlibur. Menikmati pemandangan laut, menikmati cerahnya langit. Dan untuk kenang-kenangan. Sebab, kakek Mahindra meminta mereka untuk pulang.


Pulang dari liburan di resort, mereka berencana akan kembali ke Indonesia. Kembali ke tanah kelahiran. Sekaligus akan go public. Ya, kakek berencana mengumumkan pewaris global Tourshine Groups berikutnya.


Tanpa sepengetahuan Hanum tentunya. Kakek Mahindra memiliki pemikiran sendiri. Ia hanya ingin melakukan sesuatu sebelum waktunya habis. Tidak ingin melakukan hal yang sama di masa lalu, yang terus saja menyembunyikan penerus Tourshine Groups yang sebenarnya.


Mungkin ini akan mengejutkan banyak pihak. Tapi kakek Mahindra merasa tidak mampu mengubur rahasia sampai ia mati. Ia ingin tidur dengan tenang, tidak dibayang-bayangi perasaan yang membuatnya gelisah tiap malam.


***


Imperial Luxury Resort


Hanum sedang berdiri di pinggir kolam, ia begitu menikmati moment liburan mereka. Hanum tidak tahu, sebuah rencana besar sudah menanti dirinya di Jakarta.



Malu-malu mau, Hanum menatap suaminya dan berpose sambil melempar senyum. Hanum tersenyum lepas, ia benar-benar merasa sangat bahagia sekarang. Suami penyayang, anak-anak yang manis, keluarga yang sempurna bagi Hanum. Meski sang mertua sama sekali tidak pernah berkabar dengannya.


Sedangkan baby-baby mereka, satu bersama madam dan satu lagi digendong Jonathan. Mereka berempat sangat kompak, mungkin karena madam dan Jonathan selalu bersama-sama terus, jadi si kembar sudah akrab seperti paman dan bibinya sendiri.


Dari pada nenek mereka yang tidak pernah datang menjengkuk, mungkin Jonathan dan madam jauh lebih dekat hubungannya dengan si kembar. Meski tidak ada hubungan darah.


***


Jakarta Indonesia


Satu minggu berlibur rasanya sangat cukup, kini saatnya mereka kembali. Satu rombongan dengan pengawalan khusus akhirnya tiba di Bandara International SH.


Mereka tidak langsung ke rumah kakek, atau ke rumah Gadhi. Mereka tinggal di rumah baru dengan sistem keamanan yang sangat ketat. Kakek tidak mau cucu-cucunya celaka.


Tidak akan ada tamu yang bebas masuk, semua wajib lapor dan diperiksa. Ini semua demi keamanan Shiva dan Shiv. Demi keluarganya, Gadhi sekarang menempati mansion mewah, dengan penjagaan eksta.


...


"Aku rasa kakek berlebihan, untuk apa mengadakan pesta untuk kita?" tanya Hanum pada suaminya yang sedang ia betulkan dasinya.


"Hal seperti ini sangat biasa, Sayang. Menyambut pernikahan, kelahiran, apapun itu biasanya kami mengadakan pesta."


"Buang-buang uang!" celetuk Hanum.


"Untuk apalagi? Lagian uang juga tidak dibawa mati!" balas Gadhi.

__ADS_1


'Astaga! Tapi juga tidak harus mengadakan pesta dengan mengundang penyanyi top luar negri. Ini benar-benar pemborosan!' getutu Hanum dalam hati.


"Berpikir positive saja, mungkin kakek mau mengenalkan si kembar pada para kolega. Mereka kan penerus keluarga Mahindra Prakash. Wajar kakek ingin memperkenalkan pada public."


"Entahlah ... yang jelas aku tidak suka pesta-pesta seperti ini."


Gadhi mengangguk paham. Ia tahu, Hanum terkesan jauh dari kata glamour. Dia sangat sederhana, dan itulah yang membuatnya semakin jatuh hati. Sikapnya yang apa adanya, membuat Gadhi semakin jatuh cinta semakin dalam."


***


Rizt International Hotel


Hanum sudah terlihat anggun dan cantik, begitu juga si kembar. Keduanya tampak sangat sempurna. Ini adalah kali pertama Hanum membawa si kembar ke muka public. Karena ini permintaan kakek Mahindra. Sedangkan Gadhi, pria itu masih tetap sama. Masih memukau, cool, masukin dan ehem.


Begitu masuk dan berjalan di karpet merah, Hanum sudah seperti artis. Rupanya banyak kamera yang menyorot dirinya. Dan Gadhi tanpa malu-malu langsung menunjukkan kemesraan di depan media.



Tapa canggung ia sosor saja Hanum, membuat istrinya malu. Dan untuk menutupi rasa malu, Hanum hanya bisa tersenyum.


Puas mendapat gambar, wartawan berlomba-lomba melontarkan pertanyaan.


"Bagaimana perasaan Nona setelah masuk menjadi bagian keluarga Mahindra Prakash?"


"Nyonya, apa benar anda dikabarkan melarikan diri ketika sedang mengandung anak dari cucu Tourshine Groups?"


"Apa yang membuat kalian sekarang muncul dan memperkenalkan anak-anak kalian?"


"Apa setelah tuan Akas lengser, tuan Gadhi yang akan duduk di kursi tertinggi Tourshine Groups?"


Begitu banyak pertanyaan, tapi tidak ada jawaban. Karena para bodyguard langsung memperingai semuanya agar menjauh. Hanya boleh mengambil gambar. Tidak untuk wawancara. Nanti ada saatnya press conference sendiri.


"Nona! Satu saja! Jawab rasa penasaran kami. Apa sekarang anda sedang mengandung calon penerus group Tourshine lagi?"


Semua kamera langsung menyorot perut Hanum, dan itu membuat madam Li yang tidak jauh dari sana memberikan kain mantel untuk Hanum.


"Maaf, sesi pengambilan gambar sudah SELESAI!" Madam meminta para pengawal mensterilkan area.


Hanum menatap orang-orang pencari berita itu. Kemudian ia berbisik pada Gadhi. Ekspresi suaminya langsung terkejut. Lalu Gadhi mengangguk. Hanum lantas maju, ia berbicara pada salah satu bodyguard.


"Baik, Nona."


Bodyguard itu kemudian memberikan jalan pada Hanum, ia akan menjawab satu pertanyaan dari para wartawan.


"Selamat malam, saya Hanum Bramantya, istri dari Gadhiata Ratama Prakash, saya di sini untuk menjawab rasa penasaran kalian. Ya ... saya dengan hamil. Dan ini adalah kehamilan kedua saya. Mohon doa untuk semuanya, untuk pertanyaan selanjutnya akan kami jawab nanti. Jadi mohon tidak menimbulkan keributan. Mari saling menghargai."


JEBRET ... JEBRET ...


Lampu flash kamera kembali menghujani Hanum. Setelah itu semua wartawan langsung tenang. Mereka sudah tidak ribut seperti sebelumnya.


Hanum pun berjalan meninggalkan karpet merah yang terbentang, sembari lengannya melingkar di lengan suaminya.


"Kamu berhasil membuat kami terkejut," bisik Gadhi.


"Masa? Pasti kamu sudah menyadari ... lihat, aku bahkan tidak bisa menyembunyikan perut ini!" Hanum terkekeh. Dan Gadhi langsung merangkul pundaknya.


"Tidak sia-sia aku mencangkul tiap malam!" ucap Gadhi sombong.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Dunia halu gampang bener hamil ya, author sendiri sudah menanti anak kedua. Semoga segera ya bestie. Karena anak pertama sudah mau 10 th. Doain ya bestie ... siapa tahu bulan depan author Sept hamil lagi. Aamiin.


__ADS_2