
Selesai sholat maghrib dan menikmati jamuan makan malam, keluarga Nurul akhirnya benar-benar pamit pulang. Seluruh keluarga Darmawan mengantar kepergian mereka sampai halaman depan. Bahkan beberapa teman Nurul ada yang secara sembunyi-sembunyi mengiringi kepergianya dan berdiri di balik pintu garasi.
Berita tentang keluarga Nurul yang datang bersamanya sudah menyebar. Teman-temannya kini sudah tahu, kalau sebenarnya Nurul itu anak orang kaya. Yang mereka belum tahu itu, adalah kenyataan kalau sebelum ini, Nurul sudah menikah dengan Bagas. Parahnya, sekarang malah beredar gosip tentang pernikahan Bagas itu.
Secara tidak sengaja, karena niat awalnya bercanda, Nurul malah mengatakan kalau pernikahan Bagas yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu itu dibatalkan karena orang tua si wanita tidak setuju. Dan tentu saja dia enggak ngomong, kalau istri yang dia maksud itu adalah dirinya sendiri.
"Iya, seperti itu?" Tanya salah satu teman pelayan yang mempercayai ucapan Nurul begitu saja.
"Iyalah... karena itu, tidak ada resepsi pernikahan... Padahal, tuan Bagas itu kan anak sulung dari keluarga terpandang, kamu pikir mungkin enggak nyonya Santi mengambil menantu tanpa adanya acara walimahan yang besar... enggak kan?" Kibul Nurul benar-benar mengarang cerita. Dia terkikik menahan tawa saat terlihat ekspresi iba di wajah temannya itu.
"Kasihan ya... tuan Bagas... " Ucap mereka yang percaya kebohongannya.
"Dulu ditinggal tunangannya, sekarang ditinggal istrinya..." Komentar mereka.
Nurul menutup mulutnya dengan telapak tangan menahan tawa yang hendak meledak. Pas saja, matanya menangkap sosok mbok Darmi, yang melangkah melewati ambang pintu. Jadi tawanya benar-benar menguap.
Nurul yakin, mbok Darmi mendengar bualannya, karena kemudian Mbok Darmi memberinya tatapan penuh peringatan, membuat Nurul seketika tersadar kalau dirinya bisa membuat kekacauan dengan berita bohong itu.
Seketika dia menangkup kan telapak tangan di depan hidungnya ke arah mbok Darmi, bermaksud meminta maaf atas kelancangannya. Tapi dia sama sekali enggak ingat untuk klarifikasi kebohongannya itu. Karena setelah itu, dia asik membuat konten untuk tik tok bersama teman-temannya.
* * *
Alhamdulillah, perkenalan singkat kedua keluarga berjalan lancar. Kesepakatan untuk pelaksanaan akad nikah ulang juga tidak ada masalah.
Bagas akhirnya memutuskan untuk menunda keberangkatannya ke Tiongkok karena setelah ditimbang-timbang, dia memang membutuhkan seseorang untuk mendampinginya disana. Seseorang yang bisa melayaninya secara pribadi.
Tentu, dia bisa membayar orang untuk melakukan itu... atau meminta Santi untuk menyertainya. Tapi tentu saja, perlakuan mereka tidak akan se-pribadi perlakuan seorang istri. Karena itu, rencana pernikahan ulang itu akan disegerakan pelaksanaannya.
Satu minggu lagi.
Ya, mereka sepakat, satu minggu lagi akad nikah itu dilangsungkan. Mengenai dokumen persyaratan nikah, bagi Bagas enggak ada masalah, karena proses pembuatan surat nikah mereka sebenarnya sudah berjalan. Hanya saja untuk dokumen atas nama Nurul yang masih harus menunggu proses pembuatan KTP dulu.
__ADS_1
Sayang sekali.. pembuatan KTP atas nama Nurul itu sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena dalam pernikahan itu nanti dia akan menggunakan identitas atas nama Widiana Yudhistira.
Dengan menggunakan nama belakang Yudhistira, segala sesuatu bisa dipastikan berjalan dengan mudah. Jangankan satu minggu. Kalaupun mau besok sekalipun akad itu disahkan, bukan hal yang mustahil untuk seorang Yudhistira. Hanya saja bagi Yudhistira masih ada beberapa pertimbangan soal ini...
Yudhistira sendiri setuju dengan waktu satu minggu karena dia tidak tahu, apa saja yang sudah terjadi antara Bagas dan anaknya.
Dia takut, jika Nurul sudah menjadi istri sepenuhnya untuk Bagas. Dan kalau sudah seperti itu, tentu tidak baik untuk terlalu lama mereka dipisahkan. Kalau sewaktu-waktu ternyata anaknya itu hamidun gimana?
Kalau saja dia tahu, kalau Bagas belum unboxing istrinya itu, sepertinya Yudhistira bakal meminta waktu lebih lama untuk proses akad nikah. Sejujurnya, dia belum rela untuk menyerahkan anaknya pada lelaki manapun.
Bagas mengantar Nurul hingga kesamping mobil mewah Yudhistira. Ayahnya itu yang memutuskan kalau dia harus ikut bersama di dalam mobil itu. Sofia harus berlapang hati menerima keputusan itu. Padahal Sofia sendiri masih ingin selalu berdampingan dengan putrinya.
"Kamu duduk di belakang bersama bunda. Biar ayah yang duduk di depan." Putus Yudhistira sambil masuk ke bangku depan.
Mobil mewah Yudhistira itu memang dibuat sangat nyaman, tapi sayang jok nya sudah didisain hanya untuk dua orang setiap baris. Karena itu, Yudhistira menyuruh Nurul duduk bersama Retno, sementara dirinya di depan bersama sopir.
"Mas... saya pamit dulu..." Ucap Nurul pada Bagas. Bagas mengangguk.Ya... mau enggak mau, mereka memang harus berpisah dulu untuk beberapa waktu. Tidak disangka, ternyata kebersamaan mereka beberapa hari belakangan ini membuat hati mereka berat untuk berpisah dari satu sama lain.
Nurul mengangguk, tidak tahu apa yang harus dia katakan. Bagas juga gitu. Begitu banyak hal yang ingin diucapkan untuk menyatakan keengganan mereka untuk berpisah, tapi tidak ada satupun kata yang sanggup keluar dari mulutnya. Hingga akhirnya hanya genggaman tangan saja yang bisa menyalurkan kegalauan hati mereka. Dengan genggaman dan pandangan mereka satu sama lain, seakan mereka menguatkan satu sama lain.
"Monggo, pak... bu... " Terdengar suara Sofia berpamitan, menyusul masuk ke dalam mobil mereka. Yoga sudah siap dibalik kemudi, dan Ruswanto masuk terakhir dan duduk di samping anaknya.
Perlahan mobil mulai bergerak meninggalkan halaman rumah Darmawan. Yoga yang menyetir dibelakang masih sempat membunyikan klakson tanda berpamitan. Bibirnya melempar senyum manis yang diarahkan pada seseorang yang berdiri setengah ngelendot di samping ibunya. Seseorang yang langsung mengernyitkan keningnya karena tidak yakin dengan apa yang barusan dia lihat...
* * *
Nurul duduk bersandar setengah melamun. Dia hampir tidak yakin dengan apa yang baru saja terjadi.
Jadi, aku ini Widiana... anak pak Yudhistira... Sebentar lagi mau jadi nyonya Bagas Darmawan... Duh, kok gini amet ya rasanya...
Nurul bermonolog sambil memperhatikan pemandangan malam yang berlarian cepat berlawanan.
__ADS_1
Berbagai perasaan bercampur baur dalam hatinya. Ada bahagia... bingung... cemas... galau... takut... Ah, entahlah. Nurul sendiri sulit untuk mengidentifikasi rasa hatinya satu-satu.
Awalnya, dia sudah terima nasib, jadi seorang Nurul. Seorang pelayan yang beruntung diperistri anak majikannya. Orang bilang dia naik pangkat, dari seorang pelayan jadi calon majikan. Ya, cuma calon, karena selama ini kan statusnya masih dirahasiakan...
Sekarang dia malah jadi anaknya seorang Yudhistira, seorang pengusaha sukses yang kaya raya, sekaligus putri dari seorang ibu yang bersuamikan pemilik bengkel. Orang bilang derajatnya melesat jauh kan? Tapi tetap saja ada rasa gamang menyertai.
Ih, untung juga bisa jadi istrinya mas Bagas... kalo jadi istrinya Rahman? hiih...
Nurul kembali bermonolog, saat teringat pada lelaki itu. Dia bergidik membayangkan kalau dia bersanding dengan laki-laki mesum yang dia temui di rumah sakit itu.
Bagaimana bisa, dia sampai bertunangan dengan laki-laki itu? Masa iya dulu dia suka sama laki-laki model begitu? Nurul enggak habis pikir soal ini...
Mobil terus melaju menembus malam, tidak ada percakapan yang terjadi di dalam mobil itu, hanya ada suara musik yang mengalun dari stereo set mobil.
"Anna, kalau mau tidur sebaiknya jendelanya ditutup saja..." Terdengar suara Retno memberi tahu.
"Heh? Eh iya bunda..." Jawab Nurul yang ditarik dari dunia bayangannya. Nurul lalu kembali memperhatikan jalanan yang tersorot lampu mobil.
Jalanan yang sudah agak jarang rumah. Ada banyak pepohonan di kanan kirinya.... Nurul sedikit mengernyit, dia seperti mengenali jalanan ini...
Tiba-tiba kilasan memori muncul begitu saja di benaknya. Terakhir, dia seperti melihat seraut wajah muncul begitu saja di depan jendela di sampingnya...
AAARGH.....!!!
Nurul berteriak dan dia langsung tak sadarkan diri....
✌✌✌bersambung✌✌✌
Maaf-maaf... author nya mbeling enggak bisa rutin update, karena ada kesibukan di RL... 🙏🙏🙏
Makasih banyak masih setia di sini ya..
__ADS_1