
Liburan musim panas telah tiba. Waktu itu Jane Ainsley masih berumur 9 tahun. Jane merupakan anak tunggal.
Kedua orang tuanya mengajak berlibur mengunjungi rumah nenek nya yang berada di new orleans. Mereka membutuhkan dua jam lebih dari tempat Jane tinggal menuju kesana.
Jalanan tampak ramai hingga terjadi kemacetan, karena ini libur panjang.
Matahari bersinar terik. Jane mulai merasa haus.
"lbu aku ingin minum.." Jane meminta minum kepada Ibunya. Mauren Ainsley.
Mauren segera mengambilkan sebotol jus jeruk di dalam pendingin lalu menyerahkan pada Jane.
Belum sempat Jane menerimanya, tiba-tiba botol itu melayang.
"Nath!!" Mauren berteriak memanggil nama suaminya.
BRAKKKK!!!
Sedetik begitu cepat, mobil yang mereka tumpangi terguling. Sebuah truk bermuatan menabraknya dengan keras hingga terpental.
Suara decitan besi beradu dengan aspal begitu memekakkan telinga di iringi dengan pecahan kaca.
Terjadi kecelakaan beruntun dikarenakan rem truk bermuatan rusak hingga menabrak beberapa mobil.
Dengan posisi terjepit Mauren sempat memeluk anaknya agar selamat. Darah segar keluar dari tubuh Mauren. Menetes mengenai pipi Jane.
Jane mengerjapkan matanya melihat ke arah Mauren yang tampak kesakitan. Ia masih bingung dengan apa yang telah terjadi.
Jane tidak dapat melihat sosok ayahnya karena mobil rusak parah.
"Ibu.."
"Syuk..ur lah.. kau..selamat Jane.." dengan susah payah Mauren berbicara.
Tetapi itu adalah perkataan terahkirnya.
__ADS_1
***
Jane kecil yang malang kedua orang tuanya meninggal disaat kecelakaan waktu itu.
Seluruh koran, surat kabar dan acara berita telivisi menampilkan berita kecelakaan maut tersebut yang sudah menewaskan beberapa orang termasuk keluarga Jane.
Beruntung dari perusahaan truk yang menabraknya bertanggung jawab penuh atas kecelakaan tersebut, memberikan santunan pada Jane hingga ia dewasa dan dapat hidup sendiri.
Perusahaan itu milik ayah Vivian Kaelee.
Jane dan Vivian seumuran. Mereka selalu sekolah ditempat yang sama hingga mereka menjadi akrab.
Vivian tulus berteman dengan Jane, sering kali ia membantu Jane jika mengalami kesulitan dan suka mengajak Jane pergi bersama. Jane yang awalnya pemurung karena terlalu sedih atas kepergian orang tuanya merasa terhibur akan kehadiran Vivian.
Jane pun sudah menganggap Vivian seperti kakak kandungnya. Mereka bersahabat hingga dewasa. Walaupun watak mereka sangat bertolak belakang.
Jane yang sedari kecil berusaha tidak mau bergantung pada orang lain segala sesuatu nya ia hadapi sendiri. Walaupun ia memperoleh bantuan biaya, Jane harus tetap hidup mandiri. Itulah yang membentuk karakter Jane menjadi wanita yang tangguh dan keras kepala.
Sedangkan Vivian anak dari presdir sebuah perusahaan material, sejak kecil segala kebutuhanya terpenuhi dan di layani. Menjadikan ia wanita yang sedikit manja, tapi hati dan sikapnya lemah lembut karena Vivian tidak pernah merasakan keras nya hidup.
Dengan latar belakang yang sangat berbeda, tidak membuat mereka saling menjauhi. Mereka tumbuh dewasa bersama.
***
Delapan belas tahun kemudian.
Suasana ahkir pekan Kota Louisiana tampak hingar bingar. Suara musik dari caffe terdengar hingga di jalanan. Lampu bar bergemerlap menyilaukan mata.
Jane baru saja pulang dari pekerjaannya menuju ke apartement tempat ia tinggal. Saat ini Jane bekerja sebagai desain interior.
Malam nanti Jane akan pergi kerumah Vivian karena hari ini ulang tahunnya.
Dihari sebelumnya Vivian sudah membelikan gaun dengan warna senada.
"Lihat Jane!! Gaun yang indah bukan! Aku sengaja membeli warna yang senada untuk kita! pasti sangat serasi!! " Vivian tampak antusias saat memperlihatkan gaun itu.
__ADS_1
"Yeah! Aku menurut saja dengan tuan putri." Jane memutar kedua bola matanya.
Vivian sudah biasa membelikanya barang mahal dan bermerk untuknya. Sebenarnya Jane tak enak hati, ia tak mau jika orang lain salah mengira bahwa Jane memanfaatkan kebaikan Vivian.
Pernah Jane mencoba menggantinya dengan uang, justru Vivian akan marah kepadanya hingga tak mau berbicara beberapa hari kedepan. Terpaksa Jane harus menuruti kemauan sahabatnya itu.
Kado untuk Vivian sudah dipersiapakan berupa gelang Swarovski berhiaskan permata dibungkus dengan kotak kecil merah muda diberi pita. Cukup menguras dompet Jane. Tetapi ia tulus demi sahabatnya . Ini tidak sebanding dengan apa yang diberikan Vivian selama ini. Jadi ia harus memberikan yang terbaik.
Setelah Mandi Jane mengenakan gaun yang telah disiapakan. Gaun terusan berwarna hijau gelap berbelahan hingga selutut menampilkan kakinya yang jenjang. Memberikan kesan anggun. Rambutnya ia gelung kecil menampilkan lehernya. Tidak lupa Jane memakai anting berwarna senada. Sentuhan terahkir Jane menyemprotkan parfum tepat di tengkuk dan nadinya.
Jane telah siap berangkat ke pesta ulang tahun Vivian.
***
Pesta ulang tahun Vivian tampak lebih ramai dari acara ulang tahun sebelumnya. Banyak pebisnis dan beberapa artis datang ke pesta. Biasanya Vivian hanya mengundang teman dan keluarga besar nya saja.
Keheranan Jane terjawab di saat kedua orang tua Vivian mengumumkan bahwa Vivian Kaelee akan bertunangan dengan Edric Harisson pengusaha kaya Real Estate dan Apartement.
Suara riuh tepuk tangan para tamu menggema di dalam ruangan. Jane mengernyitkan dahinya dan masih merasa heran.
Sejak kapan Vivian dekat dengan Edric Harisson? Ia tidak pernah bercerita sebelumnya kepada Jane? Apakah ini perjodohan antara pebisnis?
Nanti jika acara selesai Jane akan menuntut penjelasan dengan Vivian.
Siapa yang tidak kenal dengan Edric Harisson pria tinggi kurus berkharisma itu memiliki perusahaan Real Estate dan Apartement yang sedang berkembang. Tidak jarang ia kerap muncul di majalah khusus pebisnis.
Dan kabarnya Edric Harisson adalah salah satu pria yang paling dicari serta banyak di gandrungi para wanita di kota ini.
"Hai Jane! kau terlihat sangat cantik.." suara Vivian membuyarkan lamunannya.
"Kau lah yang tercantik malam ini! Selamat ulang tahun Vivian! Aku punya hadiah untukmu!" Jane menyodorkan kotak kecil perhiasan itu.
"Terimakasih Jane!!" Vivian memeluk tubuh Jane erat-erat. Ia tampak merasa senang.
"Kau berhutang penjelasaan padaku mengenai pertunanganmu yang sangat tiba tiba!"
__ADS_1
"Baiklah. Malam ini menginaplah dirumahku, bantu aku membuka kado dan aku akan menceritakan padamu."
Jane menyetujui, karena besok hari libur kerjanya. Malam ini ia akan menginap dirumah Vivian dan mendengarkan ceritanya.