Dendam Jane

Dendam Jane
Kesalah pahaman


__ADS_3

Pekan lalu Jane pernah membaca berita di salah satu surat kabar, munculnya sekelompok perampok mengincar rumah tak berpenghuni untuk mengambil barang atau furniture yang memiliki nilai jual tinggi. Para perampok itu masuk ke dalam rumah dengan cara membobol pintu atau jendela. Lalu sebagian dari mereka ada yang belum tertangkap polisi.


Dan sekarang dihadapan Jane ada pria asing berbadan tinggi sedang membawa linggis di tangannya.


Pikiran negatif segera menghinggapi. Jane memandang skeptis ke arah linggis itu.


Apakah pria ini yang membuka pintu gerbang dengan menggunakan linggis? Jadi dia...


Sontak Jane berteriak.


"Jangan mendekat!!!"


Jane mengaduk-aduk isi tasnya mencari alat perlindungan yang selalu ia bawa kemana-mana.


Daniel sempat tertegun saat Jane menoleh kearahnya.


Holy Sshh1t!! Apa masalah hidupnya? dia terlalu cantik untuk menjadi seorang pencuri..


Barulah Daniel menyadari wanita yang ia anggap pencuri itu alias Jane Ainsley sedang mengambil sesuatu yang ada di dalam tasnya.


Senjata? Sebuah pistol?


"Keluarkan tanganmu!! Atau aku akan memukulmu!"


Daniel mengacungkan linggisnya, Jane semakin panik. Jangan sampai ia mati konyol di sini. Ahkirnya benda sialan itu ketemu yaitu semprotan merica.


"Mundur!!"


Pfft!! Daniel langsung menahan tawa, ia sedikit bernafas lega. Syukurlah bukan senjata yang berbahaya. Pencuri ini cukup amatir. Daniel masih dapat menangkis tangan wanita itu lalu membengkuknya.


Dan lihat tangan wanita itu gemetaran. Apakah ia baru pertama kali melakukan kejahatan?


BUG!!


Daniel menangkis tangan Jane. Semprotan merica nya terpental jauh. Lalu dengan sigap Daniel memelintir lengan Jane ke belakang layaknya polisi yang sedang menangkap penjahat.


Jane meronta-ronta memberikan perlawanan. Ia tidak mau tinggal diam. Jane menginjak kaki Daniel menggunakan sepatu hak tingginya.


Berhasil.


Daniel mengerang kesakitan dan langsung melepas Jane. Baru kali ini ia menemukan pencuri begitu memperhatikan penampilan.


BUK! BUK! BUK!


"Hei?!!"


Jane melemparkan benda-benda yang ada di sekitarnya ke arah Daniel. Dari bantal, guling, pajangan kamar dan kini ia mengambil lampu meja. Jika terus di biarkan Daniel yang akan terluka.


"Cukup Nona!"


Daniel menerjang tubuh Jane kemudian menindihnya.


"Lepaskan aku?!!" Teriak Jane.

__ADS_1


"Tentu, setelah aku memanggil polisi!"


"Seharusnya aku yang melakukan itu?!"


Mereka saling berpandangan. Ada yang janggal. Sepertinya ini sebuah kesalahpahaman.


"Siapa kau?"


"Aku yang akan menempati rumah ini Jane Ainsley, kekasih Edric Harisson!"


Begitu nama Edric disebutkan, Daniel langsung menyingkir dari tubuh Jane. Untuk kedua kalinya Daniel mengumpat di dalam hati.


Sshh1t! sepertinya aku melakukan kesalahan..


Seharusnya ia sadar saat melihat penampilan Jane tidak seperti pencuri, tapi yang membuatnya curiga mengapa wanita ini berjalan mengendap-endap di rumah miliknya sendiri?


"Maaf Nona, aku telah keliru. Nampaknya kita perlu meluruskan sesuatu.."


Jadi pria asing ini bukan perampok? Tubuh Jane merosot ke lantai. Ternyata ia benar-benar ketakutan.


"Anda baik-baik saja Nona? Apakah aku telah melukaimu?"


Daniel mendekat ke arah Jane untuk memeriksa keadaannya.


"Minggir, kau hampir membuatku mati ketakutan Tuan. Orang lain juga akan mengira kau adalah seorang penjahat karena linggis yang kau bawa itu."


Oke, Daniel memang salah. Tapi ia juga harus memastikan lagi, bahwa Jane bukanlah orang yang mengaku-ngaku menjadi kekasih Edric.


"Aku belum memperkenalkan diriku, aku Daniel Wynford orang yang di pekerjaan Edric untuk mengurus rumahnya. Linggis ini kugunakan untuk menggemburkan tanah."


"Bisakah kau tidak menceritakan hal ini ke Edric?"


Daniel mengangkat alisnya.


"Kau bukan penipu yang mengaku jadi kekasihnya kan?"


Pria ini benar-benar pandai membuat kesal orang lain ya!


"Aku punya alasan tersendiri."


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?"


"Aku bekerja sebagai desain interior di perusahaan Harisson, kau bisa mengeceknya sendiri. Mengenai hubunganku dan Edric, kami menyembunyikannya dari yang lain."


Mengapa Jane harus membeberkan rahasianya kepada pria asing ini? Jane tak punya pilihan lain.


"Kuperingatkan sekali lagi, kau tak perlu menceritakan kejadian ini kepada Edric. Jika kau sampai melakukannya, aku akan menerormu!"


Jane merapikan pakaiannya lalu memungut semprotan mericanya lagi walaupun sekarang ia tahu benda itu ternyata tidak berguna sama sekali. Sambil beranjak pergi, Jane memandang sinis ke arah Daniel.


Daniel tersenyum miring.


Apakah wanita itu sedang PMS? Kata orang, wanita yang sedang datang bulan menjadi sangat sensitif dan mudah marah. Lalu dengan cara apa ia akan meneror Daniel?

__ADS_1


Tapi tetap saja Daniel akan memastikan ucapan Jane memang benar adanya. Kalau sampai wanita itu berbohong, Daniel akan melaporkan ke polisi lalu menyarankan Edric untuk memperketat keamanan. Lagipula ia juga sudah lama tidak berkunjung ke perusahaan Harisson. Mungkin hari Senin Daniel akan datang kesana.


***


Suatu pemandangan yang sangat langka seorang direktur utama makan siang di kantin karyawan, hingga membuat para pegawai yang kebetulan makan di sana menjaga sikap sebaik mungkin. Daniel lah yang membujuk Edric untuk makan bersama.


"Masakan di kantin ini lumayan enak.."


Daniel sedang mengunyah ayam goreng dicampur dengan saus pedas.


"Sebenarnya mengapa kau datang kemari?"


"Aku kan masih bekerja untukmu.."


Entahlah Daniel justru menuruti perkataan Jane untuk tidak membeberkan kejadian kemarin. Ia hanya akan mengorek informasi.


"Edric, rumah itu akan kau tempati dengan siapa?"


"Kekasihku."


"Kau tak pernah bercerita bahwa sudah memiliki pacar."


"Apa itu penting untukmu?"


"Aku hanya ingin tahu.."


"Sayangnya dia ingin merahasiakan hubungan kita."


"Mudah saja. Aku akan mengunjungimu jika rumah itu sudah di tempati."


Daniel menyeringai.


"Terserah kau."


Edric tidak peduli, karena ia tahu Daniel tidak akan mengambil foto Jane kemudian di sebar luaskan ke media.


Suara tawa riang terdengar familiar di telinga Edric. Ia pun segera menoleh. Wanitanya sedang berjalan bersama tim desain interior yang lain menuju ke salah satu meja kantin. Jika tahu Jane sering makan disini, tentu kedepannya Edric juga akan mengikuti.


"Siapa karyawan yang baru saja datang itu?Dia terlihat cantik.."


"Apa?"


"Karyawan yang duduk di sana. Aku tak pernah melihatnya sebelum ini."


Daniel menunjuk kearah Jane Ainsley.


BRAK!


Edric menggebrak meja hingga peralatan makan diatasnya bergeser dari tempat semula.


"Siapa yang kau tunjuk?"


Terbukti, ternyata wanita itu tidak berbohong. Edric terlihat sangat marah ketika Daniel menunjuk ketertarikan terhadap Jane. Yang masih menjadi pertanyaan, mengapa wanita itu diam-diam menggeledah rumah barunya dan tidak ingin diketahui oleh Edric?

__ADS_1


Pikirkan nanti saja. Sekarang bagaimana caranya meredakan emosi temannya ini?


__ADS_2