
Semenjak insiden 'penumpahan kopi panas Samantha', banyak desas-desus tidak mengenakan kian merebak. Bahkan ada beberapa karyawan yang berani menunjukkan ketidaksukaannya kepada Jane secara terang-terangan. Dan mereka semua melakukan itu ketika Edric tidak ada di dekatnya.
Jane tak habis pikir. Ini adalah lingkungan bekerja, sudah pasti mereka semua adalah orang dewasa. Namun kenapa mereka masih bertingkah layaknya anak remaja.
Ternyata tidak hanya di sekolah, senioritas juga ada di lingkungan kerja. Jika karyawan baru tidak dapat menyesuaikan diri dengan pegawai yang sudah lebih lama bekerja di sini, maka bersiap saja untuk dijadikan buah bibir. Tak peduli ia memiliki kemampuan lebih unggul sekalipun.
Jane telah menunggu datangnya hari ini tiba. Berminggu-minggu ia rela begadang hingga kantung matanya menghitam. Mengorbankan tenaga mengunjungi setiap pasar. Membuat PPT sebaik mungkin untuk presentasi.
Pukul sepuluh pagi Edric Harisson memerintahkan setiap divisi berkumpul di ruang meeting membahas proyek yang akan dikerjakan pertengahan tahun.
Tim desain interior terdiri dari lima orang. Tim lama bernama Olivia, Hana, Yael, dan Hilda lalu yang kelima adalah Jane Ainsley sendiri si karyawan baru. Jika ia masih dianggap dalam satu tim.
Selama divisi yang lain menjelaskan, Jane mencatat hal-hal penting. Hingga pada ahkirnya tim desain interior mendapatkan giliran untuk menerangkan konsep yang akan di terapkan.
Sebenarnya Jane merasa aneh. Mereka tak pernah berdiskusi. Setiap kali Jane mengajak berkumpul selalu saja ia menerima alasan penolakan. Entah mungkin tim desain yang lama memiliki materi sendiri dan berdiskusi bersama tanpa adanya Jane.
Awal pembukaan persentasi berjalan lancar, hanya saja Edric dapat menangkap ada sedikit perbedaan pendapat antara Jane dengan timnya sendiri. Dahi Edric kian berkerut saat membaca portofolio milik mereka.
"Berhenti."
Semua langsung terdiam. Mereka tahu ada yang tidak beres.
"Mengapa dalam satu tim ada dua portofolio yang berbeda? Bukankah kalian mengatakan berdiskusi bersama?"
Kapan aku mengatakan itu? Apakah tim lama mengaku kepada Edric bahwa mereka sudah berdiskusi bersama?
Benar dugaan Jane tim lama memiliki materi sendiri dan mereka tidak memberitahukan apa pun kepadanya.
"Apa yang menjadi pembeda? Mungkin kami belum mengoreksinya.."
Jane mencoba bertanya.
"Di dalam portofolio yang kau tulis, ada beberapa supplier yang kau ubah. Sedangkan yang satu masih tetap menggunakan supplier yang lama. Bisa kalian jelaskan?!"
Hana angkat bicara.
"Ya. Kita sudah memberitahu Jane bahwa perusahaan Harisson bertahun-tahun bekerja sama dengan supplier A. Tetapi ia bersihkeras merubahnya. Kami tidak menyetujuinya."
Jane tersenyum miring.
Jadi, mereka semua sedang menyudutkanku?
Edric memandang ke arah Jane. Ada apa dengan dia?
Jane berdeham lalu mulai menjelaskan.
"Aku merubah supplier A dengan yang baru karena memiliki pertimbangan. Sebagai contoh untuk harga wallpaper dinding, supplier A memberikan harga 105 ribu setiap meternya lalu supplier B 85 ribu dan supplier C 70 ribu permeter."
__ADS_1
"Supplier C memang memiliki harga paling murah, namun kualitas barang juga tidak terlalu bagus. Kemudian saya melihat barang supplier B, ternyata kualitas barang sama persis dengan supplier A. Harganya pun juga lebih murah. Anda dapat melihat sampel yang saya tempelkan di portofolio dari masing-masing supplier."
Tidak sia-sia Jane berkeliling pasar hingga kakinya pegal-pegal. Kali ini Hilda angka tangan.
"Interupsi.."
Apa lagi?
"Menurut saya mengganti supplier yang lama adalah tindakan gegabah. Kita sudah lama menjalin relasi dengan supplier A. Perusahaan Harisson akan memiliki citra yang buruk dan juga kehilangan kepercayaan lagi."
Dari sini sudah sangat terlihat jelas, Jane Ainsley di tentang oleh timnya sendiri. Bukankah mereka adalah satu divisi?
Divisi lain pun mulai berbisik-bisik, menilai mana yang benar dan mana yang salah.
"Aku akan menjawab lagi.."
Jane menekan tombol 'next' untuk menggulirkan slide PPT berikutnya.
"Itu memang sudah resiko. Tetapi saya sudah memperhitungkan kerugian yang diterima perusahaan Harisson selama ini.."
Dengan teliti Jane menjelaskan berapa persen kerugian jika membeli bahan di supplier A lalu membandingkan dengan supplier B.
Selama bertahun-tahun perusahaan ini menanggung kerugian hingga 32%. Sepintas terlihat kecil namun dana dari kerugian itu dapat di belikan material lain jika mereka mau mengganti supplier.
Semua terdiam. Edric tersenyum. Penilaian nya tak akan salah. Inilah wanita nya. Semua wajah tim desain interior yang lama menjadi pucat pasi. Mereka tidak dapat berkata-kata. Olivia langsung melirik ke arah Samantha. Namun wanita itu berpura-pura tidak melihatnya.
"Setelah rapat selesai semua tim desain interior menghadap ke ruanganku." perintah Edric.
"Lanjutkan presentasi nya."
Sisa rapat dilanjutkan oleh Jane. Setelah ini pasti sebagian besar karyawan perusahaan Harisson memiliki pandangan yang berbeda terhadap Jane Ainsley.
***
Jane menyaksikan keempat orang dari tim desain interior yang lama mendapatkan amukan dari Edric hingga mereka terancam di keluarkan dari perusahaan.
"Bagaimana bisa kalian mengaku telah berdiskusi bersama?! Kalian begitu lalai dan terlalu malas mengevaluasi pekerjaan!"
"Beri kami kesempatan sekali lagi.."
"Kami mengaku salah.."
Edric menekan keningnya. Ia ingin mendapat penghibur dari Jane, tapi Edric mengingat janjinya untuk menyembunyikan hubungan mereka.
"Aku akan memberikan keputusan di hari Jumat apakah kalian masih pantas bekerja di sini. Sekarang keluar dari ruangan!"
__ADS_1
Dengan berat hati mereka satu persatu meninggalkan ruangan. Jane yang paling terahkir.
"Jane Ainsley, aku ingin bicara dengan mu sebentar."
Langkah Jane terhenti.
"Baik Tuan Edric."
Begitu hanya tinggal mereka berdua, Edric berpindah tempat duduk di atas sofa untuk menerima tamu. Ia menepuk tempat kosong di samping nya.
"Kemarilah.."
"Tuan Edric ingat tentang perjanjian kita? Bagaimana jika ada orang lain masuk kemari?"
"Kunci pintu nya sebentar.."
Jane bergeming.
"Hanya sebentar.."
Jane pun mengunci pintu ruang kantor Edric setelah itu ia duduk di dekatnya. Edric langsung menyenderkan kepalanya di atas pangkuan Jane.
"Aku lelah.."
"Tidurlah sebentar.."
Jane mengelus rambut Edric dengan perlahan seperti akan menidurkan anak kecil. Edric menangkap tangan Jane lalu menciumi telapaknya.
"Mengapa kau tak pernah menceritakan masalah timmu kepadaku?"
"Aku pikir aku masih bisa mengatasi masalah pekerjaanku sendiri.."
"Kita begitu mirip satu sama lain."
"Begitu kah?"
"Ya, dan kau adalah milikku."
Jane hanya tersenyum.
Tetap dalam khayalan mu Edric Harisson, sedikit demi sedikit kau mulai luluh padaku..
Setengah jam lamanya Jane menghibur Edric. Kemudian ia berpamitan karena masih ada hal yang harus ia kerjakan.
Dengan langkah pasti Jane menuju ke suatu tempat. Bukan kantor tempat dia bekerja, tetapi ruangan tim desain interior yang lama.
Jane masih belum puas membalas mereka. Ada hal yang harus di luruskan lagi.
__ADS_1
"Hai! Aku tahu kalian tidak suka jika aku ada disini. Tapi kita perlu bicara!"