Dendam Jane

Dendam Jane
Fakta Mengejutkan


__ADS_3

Kopi yang di pesan Jane tak tersentuh sama sekali, seolah ikut mendengarkan ia bercerita. Jane mengungkapkan semua, tidak ada satu pun yang terlewat. Dari ia mengalami kecelakaan bersama orang tuanya lalu diadopsi oleh keluarga Kaelee hingga Vivian dan Jane menjadi akrab seperti saudara kandung sendiri.


Tubuh Jane bergetar hebat menahan tangis, saat ia mengingat kematian Vivian yang sangat mendadak dengan cara yang tak semestinya. Begitu ia mulai bercerita hari dimana Jane menemukan buku diary sahabatnya, raut wajah yang semula tampak sedih berubah menjadi kemarahan.


Tangan Jane mengepal erat, sorot matanya menajam, mulutnya terus bergerak membeberkan isi dari buku diary Vivian.


Perlakuan buruk Edric Harisson..


Perselingkuhan..


Kehamilan..


Keputusasaan..


Berujung Depresi.


Dan yang membuat Daniel Wynford sulit mempercayai cerita Jane sekaligus terkejut akan fakta yang terungkap adalah Vivian Kaelee dikubur bersama bayi yang masih ada di dalam kandungan tanpa ada satu pun orang yang tau.


Untuk masalah perselingkuhan Daniel tidak begitu kaget, karena semasa kuliah tidak jarang Edric bergonta-ganti teman kencan termasuk dirinya. Mengenai kematian Vivian juga Daniel tak dapat berkomentar, karena terbukti oleh pihak kepolisian Edric tidak mendorongnya secara langsung. Hasil olah TKP mengatakan hal itu murni karena kecelakaan.


Tapi persoalan bayi yang terkubur, itu akan menjadi berita besar apabila terendus oleh publik bahkan juga dapat menjatuhkan Edric.


Jadi kesimpulannya, Jane ingin membalas dendam karena menganggap Edric turut andil dalam kematian sahabatnya.


Cerita yang cukup rumit. Daniel juga tak akan menelan informasi ini mentah-mentah. Ia tak tahu apakah benar Vivian Kaelee yang menulis buku diary itu? Tetapi hasil foto USG tercetak jelas atas namanya.


Lalu apa yang harus Daniel lakukan?


Mrs Nolan Merdiez hingga saat ini masih dalam pengawasan perusahaan Harisson karena dianggap sebuah ancaman. Kemana pun wanita itu berada perusahaan Harisson akan segera mengetahuinya. Dan kebetulan sekarang Mrs Nolan Merdiez tinggal disatu komplek yang sama dengan Daniel. Bisa dikatakan mereka bertetangga walaupun berjarak kurang lebih enam rumah.


Dunia sesempit ini.


Jane sudah selesai bercerita. Mereka saling diam, sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Aku tahu kau adalah teman Edric, memintamu untuk membantuku merupakan hal yang mustahil. Apa kau juga akan menghentikanku jika aku melanjutkan rencanaku sendirian?"


"Mengapa kau yang harus membalas perbuatan Edric? Dia akan menerima karmanya nanti. Tidak hanya Edric, tanpa sadar kau juga akan melukai dirimu sendiri.."


Jane tersenyum miring.


"Dari jawabanmu sudah jelas kau tak akan membantuku. Orang tak akan berempati bila ia tidak berada di posisi korban. Sampai di sini saja. Anggap kita tak pernah bertemu."


Jane pergi meninggalkan Daniel, ia tidak membawa serta kopi yang ia pesan. Daniel termenung melihat sosok Jane yang kian menjauh.


Ayolah! Jangan sampai aku mencampuri urusan orang lain lagi!

__ADS_1


Walaupun hatinya berkata demikian, kaki Daniel bergerak cepat mengejar langkah Jane.


Dulu Daniel pernah melerai sepasang suami istri yang tengah bertengkar hebat. Suami tersebut hendak memukul istrinya yang sudah tidak berdaya. Daniel berusaha menengahi tetapi suami tersebut sudah gelap mata dan memukul Daniel. Merasa tidak terima, Daniel membalas pukulnya. Siapa sangka suami itu langsung jatuh tersungkur dengan hidung mengeluarkan darah. Si istri merasa panik, tidak hanya menelepon ambulans tetapi ia juga melaporkan ke polisi.


Ibu Daniel sangat marah, ia menasehati Daniel agar tidak pernah mencampuri urusan orang lain lagi di kemudian hari. Namun ia juga memuji anaknya bahwa Daniel pria yang berjiwa besar. Dari sekian banyak orang yang hanya menonton aksi kekerasan, Daniel yang paling berani bertindak mencegahnya.


"Tunggu!"


Daniel menarik tangan Jane hingga berpaling kepadanya.


"Aku akan membawamu ke rumah Mrs Nolan."


Jane memicingkan matanya. Apa yang merasuki Daniel hingga dapat merubah pikiran dalam sekejap?


"Ini demi bayi yang tak berdosa di dalam kubur. Ia juga perlu keadilan bukan?"


"Kau seperti superhero dalam animasi yang kutonton.."


"Jangan mengejekku. Sekarang aku yang akan menyetir."


Daniel benar-benar mempertaruhkan hubungan pertemanannya bersama Edric untuk seorang wanita yang baru saja ia kenal.


***


Jane sempat mengira rumah yang sedang dikunjunginya sudah tidak berpenghuni. Rumput ilalang sengaja dibiarkan tumbuh lebat di pekarangan. Cukup lama mereka berdiri di teras menunggu ada yang membukakan pintu.


Sekali lagi Jane memencet tombol pintu yang terdengar nyaring memekakkan telinga.


"Apakah pemilik rumah ini sedang pergi?"


Daniel mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi. Jane menghela nafas panjang, mungkin hari ini ia tidak dapat bertemu dengan Mrs Nolan. Jane akan mencari waktu lain.


"Sudahlah, aku akan kemari bes~"


KLEKK!!


Tiba-tiba pintu terbuka. Seraut wajah mengintip dari balik pintu. Bukankah Mrs Nolan wanita yang sudah cukup berumur? Tapi yang dilihat Jane adalah wanita yang mungkin seumuran dengannya.


"Apakah Anda Mrs Nolan Merdiez?"


"Ada perlu apa?"


"Ada hal penting yang ingin saya bicarakan kepada Anda.."


"Katakan saja di sini."

__ADS_1


"Bolehkah kami masuk ke dalam terlebih dahulu?"


"Apakah kalian orang-orang dari perusahaan Harisson atau mungkin wartawan?"


"Tidak! Kami bukan wartawan, kami memang bekerja di perusahaan Harisson tapi tujuan kami kemari tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan Harisson."


"Pulanglah!"


Wanita itu hendak menutup pintu tapi Jane segera menahannya.


"Kumohon dengarkan kami dahulu!"


Aksi tarik menarik pintu tidak dapat di elakan.


"Jane sebaiknya kita tak memaksanya.."


"Tidak! Aku harus berbicara pada Mrs Nolan sekarang!"


Jane bersihkeras, ia memegangi pinggiran pintu erat-erat.


"Biarkan dia masuk, Natalia.."


Sebuah suara menyahut dari dalam rumah. Ternyata wanita ini bukan Mrs Nolan Merdiez.


"Tapi mom, mereka mengaku dari perusahaan Harisson!"


"Buka saja pintunya, aku ingin tahu mengapa mereka mencariku.."


Wanita yang bernama Natalia itu melepaskan rantai pengait agar dapat membuka pintu lebih lebar. Ia tidak dapat membantah perintah ibunya.


Begitu masuk ke dalam rumah, pandangan Jane langsung terfokus pada wanita paruh baya, tengah duduk di kursi roda mengenakan topi rajut. Hampir seluruh tubuhnya terdapat luka bakar yang cukup parah hingga ke wajah. Mata kirinya juga mengalami kerusakan sedangkan mata kanannya masih terlihat normal dengan tatapan yang dingin.


Mungkin jika anak kecil melihatnya, mereka akan berlari ketakutan sambil berteriak histeris dan memanggilnya monster.


Apakah dia Mrs Nolan Merdiez?


"Kau merasa risih dengan kondisiku?"


"Maaf saya telah lancang. Perkenalkan nama saya Jane Ainsley dan ini temanku Daniel Wynford.."


"Duduklah. Tapi jangan harap aku akan menjamu kalian dengan baik."


"Terimakasih.."


Jane dan Daniel segera duduk di sofa ruang tamu yang terlihat usang.

__ADS_1


"Langsung saja katakan, aku tidak suka berbasa-basi. Mengapa kau mencariku?"


__ADS_2