
Suara rekaman percakapan antara Edric dan Mrs Nolan terus berputar. Sangat terdengar jelas suara Edric Harisson yang penuh akan ancaman dari pengeras suara. Inilah rekaman yang diberikan Mrs Nolan kepada Jane tempo lalu. Disusul dengan rekaman suara kesaksian orang-orang yang merasa di tekan untuk menjual tanah dan rumahnya. Tentu bagian suara Jane sudah dihilangkan terlebih dahulu.
"Apa yang kau lakukan?! Cepat matikan!!"
Gil Harisson berteriak kepada Chara sekertaris Edric. Chara terlihat sangat panik ia langsung mencabut flashdisk Edric dari laptop. Suara rekaman langsung berhenti.
"Apa itu?"
"Bukankah tadi suara Edric Harisson?"
Beberapa orang mulai berspekulasi sendiri. Tapi percuma saja mencabut flashdisk tersebut, Jane telah menyematkan 'Card Reader' pada alat proyektor itu.
Layar proyektor kembali menyala, kini yang ditampilkan adalah foto Tuan Lark salah satu investor terbesar proyek Hotel-Mall. Di bawah foto tersebut terdapat sepenggal tulisan..
Lark Wayes , Direktur Utama perusahan W-Mall telah menanam saham pada proyek pembangunan Hotel-Mall Harisson, dana tersebut diambil dari penggalangan dana sosial untuk anak yatim piatu pada bulan Agustus tahun lalu kiranya sebanyak 40% atau setara 150 juta jika dihitung dengan nominal uang.
"Ada apa lagi?"
"Benarkah itu?? Jika benar keterlaluan sekali!"
"Sialnya aku ikut berdonasi di acara itu!!"
"Kalaupun aku tahu akan digunakan untuk keuntungan pribadi aku tak sudi menyumbangkannya pada pria tua itu!!"
Wajah Tuan Lark menjadi merah padam, ia menatap sengit kepada Edric dan Gil Harisson. Bagaimana bisa rahasia perusahaan yang harus di sembunyikan kini terpampang di layar proyektor lalu di saksikan ribuan orang?
Apakah perusahaan Harisson sudah tak mau bekerja sama lagi dengan perusahaan W-Mall dan ingin menumbangkan pesaingnya dengan cara seperti ini?
Tentu Tuan Lark tidak akan tinggal diam. Tuan Lark berdiri dengan kasar hingga kursi yang ia duduki ikut bergeser.
"Tak ada gunanya aku di sini lagi."
Tuan Lark melenggang pergi diikuti dengan dua orang pengawal dan satu sekertarisnya.
Para Wartawan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Warga lokal pun ikut mengabadikan moment itu di akun sosialnya masing-masing. Mereka berlomba-lomba merekam kejadian tersebut. Lampu blitz, berkedip-kedip menyilaukan mata. Beberapa ada yang berani melontarkan pertanyaan.
__ADS_1
"Apakah benar begitu Tuan Lark?"
"Mohon beri klarifikasi Tuan Lark!"
Tuan Lark diam membisu, ia cukup sadar jika sedikit saja Tuan Lark salah berucap hal tersebut akan menjadi bumerang baginya. Ia berniat akan menyewa pengacara sebagai juru bicaranya nanti. Yang jelas Tuan Lark juga akan menggugat perusahaan Harisson karena telah mencemarkan nama baiknya.
PATS!
Layar proyektor kembali padam, sekarang Gil Harisson mencabut seluruh kabel yang terhubung dengan proyektor. Edric membuka suara.
"Maaf, perangkat kami telah di sabotase, dengan terpaksa acara kami hentikan."
Namun sebagian orang telah terpengaruh akan rekaman suara itu dan menunjukkan keberatannya.
"Hei! Mengapa kau langsung mematikan proyektornya dan terkesan ingin kabur? Apakah semua rekaman itu benar adanya!?"
"Rekaman itu memang benar! Ia menekan keluargaku untuk menjual tanah dan rumah! Aku berani bersumpah!"
"Ya aku juga! Kami terlalu takut untuk bicara tapi sekarang kebusukannya telah terungkap di depan umum, Aku pun mendapatkan keberanian untuk mengungkapkannya!"
"Kembalikan uangku juga! Seharusnya aku mendapat keuntungan dari proyekmu itu bila digunakan untuk menanam saham!"
Sebenarnya seminggu sebelum peresmian proyek Hotel-Mall, Jane Ainsley tidak hanya menelepon Leon Kaelee saja tetapi ia juga menghubungi Mrs Nolan dan orang-orang yang telah menjual tanahnya secara terpaksa kepada perusahaan Harisson.
Kurang lebih Jane mengirim pesan seperti ini dengan menggunakan nomor asing..
"Tuan/Nyonya bila Anda berkenan hadirlah pada acara peresmian proyek Hotel-Mall perusahaan Harisson. Percayalah Anda tidak akan menyesal datang kesana karena Anda akan melihat pertunjukan yang anda nantikan."
Sebagian mengabaikan pesan Jane Ainsley karena terdengar aneh dan sebagian lagi merasa penasaran akan pertunjukan yang di maksud. Dan sekarang mereka telah membuktikannya secara langsung lalu merasa bersyukur karena telah datang.
Orang yang mulanya ragu untuk datang setelah melihat berita yang menghebohkan di media sosial ikut menyusul ke lokasi kejadian.
Lihatlah usaha Jane tidak sia-sia untuk menggiring massa! Orang-orang itu telah menjadi sumbu, keadaan pun semakin tidak kondusif dan sedikit ricuh. Kemarahan yang terpendam bertahun-tahun seketika meledak karena ada pemicu.
"Turun kau dari sana!"
__ADS_1
"Cepat ganti uang yang telah kalian gelapkan!!"
Bahkan seseorang nekad melempar botol minumnya ke arah Edric. Para petugas keamanan segera turun tangan.
Untuk pertama kalinya Mrs Nolan dapat tersenyum kembali, walaupun waktu itu Jane meneleponnya dengan menggunakan nomor asing, ia tetap dapat menebak bahwa itu adalah Jane Ainsley.
"Natali! Cepat ambil gunting rumput!"
"Untuk apa?"
"Tentu saja memotong rumput yang panjang di pekarangan rumah!"
Natalia menaikkan sebelah alisnya karena heran, namun ia tetap menuruti perkataan ibunya. Perasaan gembira tak dapat dicegah, Entahlah Mrs Nolan meyakini bahwa Jane akan berhasil.
Tidak hanya itu Mrs Nolan menyuruh Natalia untuk membersihkan rumah. Mungkin setelah ini akan banyak tamu berdatangan kemari..
Sekarang wanita paruh baya itu menyaksikan keributan dari kejauhan ditemani dengan Natalia, putrinya.
Anak itu tidak bermain-main dengan perkataannya..
Ini belum seberapa, masih ada satu lagi kejutan untuk Edric Harisson.
Tak dapat di pungkiri kemajuan teknologi sudah berkembang pesat, banyak jejaring sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat seperti insta, f-book, witter dan lainnya. Jane memanfaatkan semua itu. Ia membuat akun kosong lalu mulai mengikuti grup grup yang ramai akan anggotanya. Jane juga membuat blogger.
Sekarang waktunya membuat kehebohan di dunia maya. Jemari Jane menekan tombol kirim atau share.
TING!
Leon menerima pesan dari nomor orang yang tak dikenali. Kala itu ia akan menghindar dari sekelompok orang yang membuat keributan. Tapi setelah membuka pesan file yang dikirim, ia mengurungkan niat tersebut. Leon berlari dan bergabung dengan mereka dengan amarah meledak-ledak. Ia terus menyeruak bahkan memaksa naik ke panggung.
Bersamaan dengan itu selebaran kertas berhamburan dari atas gedung menimbulkan efek dramatis. Semua orang yang ada di sana mengadah ke langit lalu memungut kertas tersebut.
Tertulis sebuah artikel beserta foto scan buku diary dan hasil USG Vivian Kaelee. Artikel tersebut juga yang di sebarkan Jane melalui media sosial.
Edric Harisson adalah pemicu utama aksi bunuh diri Vivian Kaelee karena peselingkuhan yang dilakukanya bersama sekertarisnya yang bernama Samantha Francieli hingga mengalami depresi berat. Kemudian ia mengubur mendiang istrinya dengan keadaan masih mengandung darah dagingnya sendiri.
__ADS_1
"Membusuklah kau di neraka Edric Harisson!!"