
Rene Wynford tak mempercayai apa yang ia lihat baru saja, ia bergegas menghampiri mobil Edric.
"Mike! Pasangankan pengait dan tali!!"
Rekan sejawatnya pun cepat tanggap. Rene Wynford melepas sepatunya, kemudian ia mengambil sebongkah batu yang cukup besar untuk memecah kaca mobil.
"Segera panggil yang lain kemari!"
Di cuaca yang dingin seperti ini tanpa ragu Rene Wynford melompat ke sungai. Bukankah ini memang tugas seorang polisi yaitu menyelamatkan nyawa orang lain? Untunglah mobil belum sampai menyentuh dasar sungai. Rene Wynford cepat-cepat memasang tali pengait pada mobil Edric lalu ia naik ke permukaan untuk mengambil nafas sejenak.
"Aku sudah memasangkannya!"
Tak berapa lama tim kepolisian yang lain datang. Beberapa ada yang ikut bergabung dengan Rene Wynford masuk ke dalam sungai untuk mengevakuasi korban yang masih berada di dalam mobil. Mereka harus menyelamatkan Edric dan Jane terlebih dahulu sebelum terlambat.
Air yang keruh sedikit menghambat penglihatan di dalam air. Semua polisi bahu membahu memecahkan kaca jendela dan menarik pintu mobil.
Astaga pemandangan yang mengerikan! Edric benar-benar membawa seorang tawanan! Tampaknya wanita yang ada di sampingnya itu berusaha untuk keluar dari mobil, dilihat dari tangannya yang menggantung pada pegangan pintu mobil. Sedangkan Edric sendiri tetap duduk di kursinya dengan sabuk pengaman masih terpasang.
Sebenarnya apa yang ada di pikiran pemuda seumuran putranya ini? Jika Edric selamat, ia patut di periksa kesehatan jiwanya secara mendalam.
Setelah tubuh Jane dan Edric di keluarkan, barulah para polisi berupaya mengeluarkan mobil dari dalam sungai.
Dan ternyata mereka masih hidup, namun detak jantungnya sangat lemah. Mereka terlalu banyak menelan air. Sedapat mungkin Rene Wynford melakukan pertolongan pertama sampai tim medis datang. Rene Wynford memberikan nafas buatan pada Jane kemudian menekan dadanya agar sebagian air yang ada di dalam tubuhnya keluar.
Cara itu memang berhasil, air keluar dari mulut dan hidung Jane, tetapi ia masih tak sadarkan diri. Selanjutnya biar tim medis yang bertindak. Jane dan Edric perlu penanganan khusus untuk mengeluarkan sisa-sisa air sungai pada organ tubuhnya. Semoga saja wanita itu masih dapat di selamatkan.
***
"Jane Ainsley..."
Dahi Jane berkerut dalam, dengan perlahan ia membuka kelopak matanya yang terasa berat. Cahaya lampu begitu menyilaukan. Jane langsung menyipitkan mata menyesuaikan pengelihatannya.
"Syukurlah.."
Nenek Lindsay duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan Jane erat-erat. Tak terasa air matanya menetes. Hampir satu bulan lamanya Jane Ainsley terbaring di ranjang rumah sakit. Ia cukup kaget mendengar cerita dari Rene Wynford.
__ADS_1
Nenek Lindsay mengutuk orang yang berusaha mencelakai Jane Ainsley. Sudah cukup ia kehilangan putra dan menantunya akibat kecelakaan waktu itu. Mengapa Tuhan tidak mengambil nyawa seorang wanita tua renta seperti dirinya saja? Jalan hidup Jane Ainsley masih panjang.
Kepala Jane berdenyut nyeri ketika mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya terakhir kali. Sekelebat bayangan melintas, bagaimana ia tenggelam bersama Edric. Hal itu sudah dapat membuat nafasnya sesak kembali.
"Tenanglah, aku sudah memanggil dokter kemari.."
Sesuai perkataan Nenek Lindsay, dokter yang menangani Jane pun datang dan langsung memeriksa keadaan Jane.
"Anda masih membutuhkan istirahat total dan tidak boleh melakukan pekerjaan berat. Tunggu hasil lab keluar, apakah Anda sudah diperbolehkan pulang nanti."
"Baik."
Setelah dokter pergi meninggalkan ruangan, Nenek Lindsay menyuruh Jane untuk berbaring lagi.
"Jika aku tahu pria yang datang bertamu ke rumahku waktu itu adalah pria yang berbahaya, aku akan memukul kepalanya dengan rolling pin!"
Jane tersenyum mendengar penuturan Nenek Lindsay. Sulit dipercaya ia selamat. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah Edric Harisson juga masih hidup?
Pertanyaan Jane segera terjawab ketika Daniel Wynford datang menjenguk bersama ibunya Rene Wynford.
"Mom, jangan membuatku malu.."
Jane tidak mengenali Rene Wynford, yang jelas wanita yang diperkirakan masih berumur sekitar empat puluhan tahun itu merupakan seorang polisi, hal itu dapat dilihat dari seragam yang ia kenakan saat ini. Dan dia adalah ibu Daniel Wynford.
"Maaf aku belum memperkenalkan diri sehingga kau kebingungan, Aku Rene Wynford polisi yang bertugas menangkap Edric Harisson sekaligus ibu Daniel Wynford."
Seolah mengerti isi pikiran Jane, Rene Wynford segera melakukan perkenalan pada Jane.
"Aku Jane Ainsley.."
"Kau tak perlu cemas, Edric Harisson sudah diamankan, namun setelah kau benar-benar pulih, terpaksa aku harus merepotkanmu kembali untuk menjadi saksi.."
"Haruskah aku melakukannya?"
"Ya. Apakah kau keberatan?"
__ADS_1
Tentu saja. Jane masih tak ingin bertemu dengan orang yang mencoba untuk membunuhnya. Tapi di sisi lain Edric Harisson juga harus di adili.
Ini yang terakhir. Mari selesaikan sampai tuntas Jane Ainsley..
"Aku akan mengabarimu jika aku sudah siap.."
"Keputusan yang tepat."
Hari pun cepat berlalu, kesehatan Jane berangsur-angsur memulih. Ia sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
Setelah insiden tenggelamnya mereka berdua, Edric sama seperti Jane ditemukan dalam keadaan tidak sadar, namun ia yang lebih cepat siuman. Kata pertama yang Edric ucapkan ketika terbangun adalah nama Jane Ainsley.
Edric melihat tempat di sekitarnya, ternyata beberapa polisi sudah berada di ruang rawat inap Edric. Para polisi segera melaporkan kondisi Edric kepada tim medis serta atasan mereka untuk memutuskan tindakan selanjutnya.
Ahkirnya Edric dipindahkan ke rumah sakit kepolisian agar mendapat pengawas ketat. Sesuai saran dari Rene Wynford Edric juga akan di tes kejiwaannya.
Hasilnya cukup mengejutkan Edric mengidap skizofrenia. Tetapi bila di perhatikan tingkah laku Edric setelah kecelakaan memanglah tampak berbeda. Ia sering bergumam tidak jelas. Matanya tampak waspada melihat orang-orang di sekitarnya. Terkadang Edric memanggil nama Jane sambil menyeringai.
Gil dan Anna Harisson sendiri merasa syok. Mengapa putranya menjadi seperti ini? Di tambah dengan datangnya gugatan dari Jane Ainsley, nama seorang wanita yang sering di sebut oleh anak lelakinya.
Sebelum sidang diselenggarakan, Gil Harisson mencoba menemui Jane Ainsley secara pribadi. Ia memberi penawaran agar gugatannya kepada Edric dicabut. Sebagai gantinya Jane akan diberikan uang ganti rugi dengan jumlah yang lumayan besar.
Mendengar permintaan dari Gil Harisson, Jane hanya melempar senyum. Beginikah orang yang memiliki kekayaan lebih menghargai sebuah nyawa?
Jane menolak dengan tegas tawaran Gil Harisson.
"Kau yakin nona? Aku tidak akan meminta uangku kembali, jika perlu kau bisa bekerja sama dengan ku dalam mengembangkan bisnis, mengingat kinerjamu di perusahaan ku dulu cukup mumpuni."
"Maaf Tuan, untuk sementara aku ingin beristirahat sejenak dari dunia kerja."
"Semoga kau tak menyesal kelak."
Memang nominal uang yang di sodorkan cukup fantastis. Apabila Jane menggunakannya dengan tepat, ia tak perlu pusing memikirkan masa tuanya nanti. Tetapi Jane sudah membulatkan tekad.
Ia ingin melihat Edric Harisson hancur, sehancur-hancurnya. Walaupun kemungkinan Gil Harisson akan mempersulitnya karena membela anaknya, Jane tidak peduli.
__ADS_1