
BRUK!!
Samantha meletakan setumpuk dokumen di atas meja kerja Jane. Pemilik meja tersebut langsung melihat ke arahnya.
"Selesaikan ini juga! Batas waktunya hingga minggu depan!"
Are you kidding me??
Sudah empat hari Jane Ainsley bekerja di perusahaan Harisson, tetapi ia mulai menemui masalah baru. Samantha terus menerus memberikan tugas, padahal pekerjaan kemarin pun masih setengah ia garap. Yang lebih aneh dimana semua tim Desainer Interior perusahaan ini?
Edric pernah mengatakan bahwa tugasnya yang utama adalah mengajarkan tim lama menggunakan metode kerja yang biasa Jane kuasai. Lalu haruskah Jane mengerjakan ini semua?
Huft! Oke! Sabar Jane Ainsley! Cari tahu dulu akar permasalahannya. Memang semua dokumen yang di berikan nenek sihir itu berkaitan dengan job desknya. Yang menjadi pertanyaan besar, apakah semua tugas ini tidak di bagi dengan tim yang lain?
Dan tampaknya Jane di hindari oleh karyawan lama. Mengapa?
Pertanyaan Jane segera terjawab. Jika ingin mendapatkan informasi terkini di perusahaan pergilah ke kamar mandi wanita, karena biasanya mereka menyebar rumor di tempat itu.
Tidak ada yang tahu Jane Ainsley sedang berada di dalam toilet. Kebetulan sekali ada orang yang membicarakan dirinya.
"Kau tahukan pegawai baru yang bernama Jane Ainsley, Desainer Interior itu?"
Begitu ada yang menyebut namanya Jane langsung pasang telinga.
"Aku tahu, dia sedang menjadi pembicaraan hangat.."
"Katanya dia sengaja merayu Tuan Edric agar dapat bekerja disini.."
"Kalau di pikir lagi sepertinya memang benar. Tim Desainer Interior tidak kekurangan orang lalu dia juga diberi ruangan tersendiri.."
"Tim yang lama pun sengaja menjauhinya.."
"Lagipula apa yang dapat diandalkan darinya jika masuk ke perusahaan dengan cara curang."
"Ya benar. Dia adalah wanita bodoh, hanya dapat memanfaatkan kecantikannya saja."
Jane mendengus kesal. Ia memang sengaja merayu Edric, tapi Jane tidak pernah meminta untuk dimasukan ke perusahaan ini! Seharusnya mereka memprotes Edric Harisson!
BRAKK!!
Jane membanting pintu. Seketika semuanya menoleh ke arah Jane.
"Sedang membicarakan ku? Tampaknya seru sekali."
Jane berjalan mendekat memecah kerumunan. Sekarang ia berada di tengah-tengah para wanita penggosip itu.
"Eh..Jane.."
__ADS_1
"Kenapa kau tak periksa semua toilet terlebih dahulu.."
"Apakah dia mendengar semua percakapan kita.."
"Bagaimana kalau dia mengadu kepada Direktur.."
Mereka berbisik bisik.
Hei!! Aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kalian!!
"Aku..aku ada perlu, kalian lanjutan saja.."
"Aku juga harus menelepon seseorang.."
Satu persatu dari mereka mulai meninggalkan kamar mandi dengan alasan masing-masing.
Dasar pengecut!
Sejak kapan rumor-rumor itu menyebar? Jadi ini alasan mengapa ia di jauhi? Apakah Jane benar-benar akan mengadu kepada Edric?
Jane tidak akan membenarkan semua ucapan mereka. Ia harus menunjukkan taringnya. Lagipula Jane sudah biasa bekerja sendiri. Ini bukanlah apa-apa.
Walaupun tujuan utamanya adalah menghancurkan Edric, tetapi Jane juga tak mau diremehkan. Selain untuk meraih kepercayaan Edric sepenuhnya, Jane akan membuktikan kemampuannya.
Lihat saja nanti aku akan membungkam mulut mereka!
***
Waktu istirahat telah tiba Edric hendak mengajak Jane makan siang bersama. Ia pun menghampiri ruang kerja Jane. Lalu apa yang Edric dapati? Hanya ruangan kosong tanpa penghuni.
Tidak hanya satu hari saja, namun hari berikutnya ia tak menemui Jane lagi. Edric merasa janggal. Untuk mencari tahu Edric bertanya pada tim Desain Interior yang lama.
"Sst! Pak Direktur datang!"
"Bagaimana ini?"
Kedatangan Edric di ruang tim desainer interior membuat suasana menjadi tegang.
"Dimana Jane Ainsley?"
Mata Edric menyapu seluruh ruangan, ia masih tak menemukan sosok kekasihnya.
"Mm, kami tidak tahu.."
"Bagaimana kalian tidak tahu padahal satu Tim?"
"Sa.. saya tahu pak.."
__ADS_1
Edric menatap tajam pada Desainer Interior lama yang bernama Olivia. Wanita berkacamata itu tak berani menatap langsung atasan nya.
"Dia sedang pergi mengunjungi supplier untuk perbandingan harga barang.."
"Mengapa kalian tidak ikut?"
"Jane..Jane mengatakan ia ingin pergi sendiri, setelah selesai barulah kita berdiskusi bersama.."
Pegawai lain yang bernama Hana menyahut. Edric terdiam. Mengapa Jane tidak meminta bantuan kepada mereka? Jane juga tak mengatakan apapun kepadanya.
Ahkirnya Edric meninggalkan ruangan tim Desain Interior. Para tim lama menghela nafas panjang.
"Mengapa kau berbohong?! Aku tak mau tahu jika ketahuan Direktur Utama!"
"Aku tidak sepenuhnya berbohong dia sedang menemui supplier. Tapi tidak dengan diskusi bersama kita.."
"Sudahlah ini demi kebaikan kita. Lagipula aku yakin presentasi Jane akan kacau balau.."
"Kenapa kau yakin sekali?"
"Bisakah karyawan baru itu menyelesaikan semua portofolio dalam waktu dua minggu sendirian?"
"Betul juga. Kita akan membuatnya malu di hadapan yang lainnya termasuk Tuan Edric saat persentasi tiba.."
"Seperti kata Samantha wanita itu terlalu sombong. Ia menilai tinggi kemampuannya sendiri!"
Mereka yang berada di ruang desain interior menghujat serta mentertawakan Jane Ainsley. Karena posisi mereka juga terancam dengan hadirnya Jane. Kebencian mereka semakin menjadi membenarkan semua ucapan Samantha.
***
Jane memang sedang pergi keluar untuk menemui para supplier yang bekerja sama dengan perusahaan Harisson. Walaupun hal ini melelahkan, di luar jauh terasa lebih menyenangkan. Ia tak perlu mendengar gosip murahan di kantor. Anggap saja Jane sedang berjalan-jalan sekaligus bekerja.
Meninjau langsung ke pasar maupun supplier adalah hal yang sangat penting bagi Desainer Interior untuk keperluan membeli furniture dan bahan lainnya. Jane harus benar-benar teliti membandingkan harga dan kualitas barang.
Seperti saat ini, Jane cukup kaget melihat harga wallpaper dinding yang di tawarkan terlalu mahal. Padahal jika membeli di toko B akan jauh lebih murah dengan kualitas yang sama persis.
Berapa lama perusahaan Harisson berlangganan di tempat ini? Jane mulai menghitung seberapa besar kerugian yang di peroleh.
Jane tidak hanya mengunjungi satu tempat. Seharian penuh Jane berkeliling ke pasar mencatat data yang di perlukan. Hingga tak terasa jam kerjanya telah habis. Jane harus kembali ke kantor untuk keperluan absensi.
Ternyata Edric telah menunggunya.
"Betapa sulit menemuimu nona.."
Edric berjalan mendekat menutup jarak diantara mereka.
"Tuan Edric Harisson.."
__ADS_1