
Edric melihat ke arah kaca spion, ia menyadari semenjak tadi mobil polisi yang tengah berpatroli selalu mengikuti kemanapun mobilnya melaju. Apakah ia terlihat mencurigakan? Rasanya Edric tidak melanggar peraturan lalu lintas.
Cih! Apakah Daniel yang memanggil polisi-polisi itu sebelum ia datang ke rumahnya. Seharusnya tadi Edric membunuh Daniel saja.
Jane pun cukup tanggap bahwa mobil polisi sedang mengikuti mereka. Maka Jane mengompori Edric agar amarahnya tersulut. Jika kekasih yang ada di sampingnya ini mencoba melukainya, polisi akan segera melakukan tindakan cepat untuk membekuknya.
"Mengapa kau begitu gelisah saat melihat mobil polisi?"
"Jangan berulah Jane Ainsley.."
"Kau sangat berani ketika menembak temanmu sendiri. Seharusnya kau sudah siap apabila polisi mendatangimu.."
"Kau sedang memancingku sayang?"
Tetapi Edric seolah dapat membaca pikirannya.
"Begitulah, orang bodoh mana yang akan tinggal diam bila dirinya terancam bahaya sedangkan di depan mata kemungkinan ada orang lain yang dapat menolong."
"Baiklah. Mari kita bermain peran polisi dan penjahat."
"Apa maksudmu?"
"Ini maksudku.."
Tiba-tiba Edric membanting setir ke kanan, menaiki trotoar menuju jalan yang berlawanan arah. Tubuh Jane terpanting, ia berteriak kencang. Suara decitan ban terdengar nyaring ditelinga. Disusul dengan bunyi klakson serta serentetan umpatan dari pemilik mobil lainnya.
"Dimana otakmu!!"
"Hei! Sinting! Turun dari mobil!!"
"Kau ingin mati?!!"
Edric justru tertawa terbahak-bahak mendengar semua makian itu. Kakinya menginjak pedal gas lebih dalam untuk mempercepat laju mobil. Dengan lihai mobilnya meliuk-liuk menghindari kendaraan yang berjalan berlawanan arah.
Adrenalin Edric justru terpacu. Apakah ini yang dirasakan para penjahat saat melakukan tindakan menyimpang? Rasanya sangat menyenangkan. Selama ini Edric selalu hidup lurus, mematuhi setiap norma-norma sosial. Berperilaku sesuai tata krama seperti aristokrat. Sekarang ia merasa begitu bebas.
Jane memejamkan matanya rapat-rapat. Perutnya terasa mual. Jane akui ia ketakutan. Ingatan kecelakaan maut yang dialami dirinya bersama orang tua Jane ketika masih kecil terus membayangi benaknya seperti film yang di putar ulang.
__ADS_1
"Bukankah ini terasa begitu mengasyikkan Jane? Dimana keberanianmu yang tadi kulihat?"
Edric tertawa mengejek Jane.
Disisi lain Rene Wynford berusaha mengikuti mobil Edric. Terpaksa ia harus menghubungi rekan yang lain untuk mencegahnya di titik ruas jalan yang lain.
"Jadi mobil yang kita ikuti memang bermasalah?" tanya Mike rekan sejawat Rene Wynford yang sekarang satu mobil dengannya.
"Apa kau perlu bertanya setelah melihat kejadian barusan? Jika memang dia tak bersalah, dia tak mungkin kabur dari kita."
"Yah, kali ini kau benar Rene Wynford."
Aksi kejar-kejaran pun tak dapat di hindari. Suara sirine polisi menguar, pengendara lain segera menepikan mobilnya untuk memberikan jalan. Tetapi Edric Harisson tidak ada tanda-tanda akan menghentikan laju mobilnya.
"Layangkan tembakan peringatan!"
"Tunggu, dia membawa seorang tawanan, kita harus lebih berhati-hati!"
Seluruh polisi yang di kerahkan saling mengordinasi. Mereka akan melemparkan ranjau paku.
"S14L!"
Persetan!
Edric pun berbelok arah. Ia sempat menyerempet mini bus hingga bumpernya rusak. Tetapi ia tidak peduli, mobil Edric terus menerjang ke semak belukar. Medan jalan yang di lalui menjadi terjal. Setidaknya Edric berhasil menjauhkan diri dari kejaran para polisi untuk sementara waktu.
"Plat EH-428, memasuki hutan."
"Terus ikuti! Yang lain berjaga di pinggiran hutan."
"Siap!"
"Sekarang biarkan aku yang menyetir mobilnya Mike!"
Rene Wynford bertukar posisi dengan temannya, kini ia yang memegang kemudi karena memang diantara yang lainnya Rene Wynford lah yang paling lihai menyetir dalam keadaan apapun. Jalanan terjal seperti ini akan dengan mudah ia kuasai. Mari kita buktikan keahliannya!
Rene Wynford bermanuver. Sedapat mungkin ia tidak membiarkan ban mobilnya tergelincir di jalanan yang licin apalagi mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Ternyata mobil Edric sudah jauh masuk ke dalam hutan. Pencahayaan yang minim semakin mempersulit pencarian walaupun sudah menyalakan lampu penerangan sekalipun. Rene Wynford mengikuti jejak mobil Edric di jalanan yang sedikit berlumpur. Tapi bagaimana pun juga pada ahkirnya Rene Wynford berhasil mengejar mobil Edric.
"Arah barat, jarak dari sini sekitar dua belas meter, aku melihat cahaya lampu mobil."
"Lebih mendekat!"
Edric sendiri justru menemui jalan buntu. Di depan terdapat pagar pembatas dari kayu dilengkapi dengan papan peringatan bertuliskan "Hati-hati tanah rawa dan sungai."
"Menyerah sajalah Edric, terima hukumanmu.." gumam Jane lirih.
"Menyerah?" tanya Edric.
Lebih tepatnya ia sedang bertanya pada dirinya sendiri apakah keputusan tersebut memanglah pilihan terbaik. Beberapa menit kemudian Edric memundurkan mobilnya perlahan. Jane pun terkejut. Apakah Edric benar-benar akan mengalah? Rasanya itu tak mungkin, mengingat perangaian Edric.
Benar saja dugaan Jane.
Edric memundurkan mobilnya hanya untuk mengambil ancang-ancang. Kemudian tanpa ragu ia menerobos pagar pembatas serta papan peringatan yang terpasang hingga hancur. Mobil Edric meluncur bebas ke depan. Sebelum mobilnya jatuh terperosok ke dalam sungai Edric sempat berkata..
"Lebih baik kau tidak di miliki oleh siapapun dan mati bersamaku Jane Ainsley."
Kecelakaan terjadi begitu cepat. Jane berusaha keluar dari mobil yang mulai terendam air. Tetapi nyatanya membuka pintu mobil di dalam air amatlah sulit.
"Dasar B4j1ng4n kau Edric! Pergilah ke neraka sendirian!!"
Jane berteriak frustasi. Air sungai perlahan menenggelamkan mobil Edric. Sisa udara yang terperangkap perlahan menjadi buih buih air. Tangan Jane menggapai-gapai putus asa. Ia dapat merasakan paru-parunya mulai terisi air. Yang lebih mengerikan Edric di sampingnya hanya tersenyum seolah menikmati detik-detik kematian mereka bersama.
Jane tak ingin mati dengan cara seperti ini, tetapi nampaknya Tuhan berkata lain?
***
NB:
Maaf sekali saya telat update, karena sibuk persiapan hari lebaran 🥲
__ADS_1
Saya juga ingin mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri para pembaca 🙏🏻 Mohon maaf bila author telah berbuat salah sengaja maupun tidak 😭
Semoga liburannya menyenangkan 🙆🏻♀️