Dendam Jane

Dendam Jane
Peresmian Proyek Hotel-Mall


__ADS_3

Malam yang panjang, Edric dan Jane berbagi selimut bersama. Baru saja sepasang 'kekasih' itu melakukan perc1ntaan yang panas. Tak ada sehelai benang pun yang melekat ditubuh mereka.


Jane berada dalam dekapan Edric. Mereka terlarut dalam pikiran masing-masing karena esok adalah hari peresmian proyek Hotel-Mall.


Setelah acara peresmian selesai Edric berniat untuk mengumumkan hubungan mereka di depan khalayak umum lalu ia akan melamar Jane Ainsley. Tidak peduli ayahnya akan setuju atau tidak, anggap saja ini sebagai bentuk apresiasi kerja kerasnya selama ini.


Edric juga sudah memesan sepasang cincin pernikahan yang berhiaskan batu berlian dilapisi dengan platinum.



Sungguh rasanya Edric tidak sabar untuk memiliki Jane Ainsley seutuhnya! Ia akan menyandang nama belakang miliknya menjadi Jane Harisson.


Tetapi apa yang dipikirkan Jane tidak seindah keinginan Edric. Semua rencana telah ia siapkan.


Layaknya peluru pada pistol, Jane siap menembaknya ke arah Edric.


Semoga saja 'pelurunya' ini mengenai bagian yang vital hingga Edric benar-benar tak berdaya.


"Tidurlah besok adalah hari pentingmu.."


"Ya, kau benar besok adalah hari yang kutunggu.."


Edric mencium puncak kepala Jane.


"Selamat malam, sayang.."


***


Hari peresmian proyek Hotel-Mall telah tiba. Para karyawan perusahaan Harisson bahu-membahu menyusun acara tersebut. Tidak ada yang tidak sibuk, pagi-pagi buta mereka sudah berlalu lalang mempersiapkan ini dan itu.


"Ini kopi untukmu dan kemarikan barang itu biar aku membantumu membawakan dokumen ini kesana.."


"Terimakasih Jane. Aku baru benar-benar disibukan dengan acara peresmian ini. Bahkan semalaman aku tidak tidur!"


Chara sekertaris Edric yang baru menerima kopi pemberian Jane. Sikapnya lebih ramah daripada Samantha. Wanita yang berpenampilan sederhana bahkan Chara sepertinya tak tertarik untuk mengenakan perhiasan sekecil apapun itu di tubuhnya.


Jane sudah mengakrabkan diri semenjak pertama kali Chara masuk ke perusahaan Harisson. Dan ia tidak menaruh curiga kepada Jane.


Oh! Maafkan aku Chara, mungkin sesungguhnya akulah tokoh antagonis dalam cerita ini hingga menempatkan mu pada posisi yang tak mengenakan nantinya..

__ADS_1


Jane tidak langsung menuju ke tempat dimana barang ini seharusnya di letakkan. Ia sengaja melewati tangga darurat walaupun hal itu melelahkan. Sekali lagi Jane memastikan tak ada orang yang hendak masuk kemari, kemudian dengan cepat Jane menukar flashdisk yang sama persis dengan kepunyaan Edric.


Flashdisk asli milik Edric akan ia bakar setelah ini lalu sisa dari pembakaran tersebut akan di buang ke dalam lubang WC.


Jane melirik ke arah jam tangannya masih ada waktu tiga jam sebelum acara peresmian dimulai. Acara dilangsungkan sekitar pukul sepuluh pagi. Jane memutuskan untuk berganti pakaian.


***


Leon Kaelee terpaksa pulang ke kota Louisiana atas permintaan dari Jane Ainsley. Tiga hari sebelum acara peresmian proyek Hotel-Mall Jane menghubungi Leon yang sedang berada di kota Venezuela.


"Hai Leon bagaimana kabarmu? Sekarang kau ada dimana?"


"Jane!!Aku sedang berada di Venezuela. Dan seperti yang kau dengar, aku baik-baik saja di sini.."


"Tampaknya kau betah di sana. Selanjutnya kota mana yang akan kau kunjungi?"


"Mungkin aku akan menyebrangi benua menuju ke Maroko.."


Mereka saling bertukar cerita terlebih dahulu, melepas kerinduan satu sama lain, kemudian ditengah percakapan tiba-tiba Jane Ainsley mengajukan sebuah permintaan yang membuat dahi Leon berkerut dalam.


"Leon bisakah kau pulang kemari Lusa ini?"


"Mungkin permintaanku terdengar konyol ditelingamu, tapi kali ini aku memohon bisakah kau datang ke acara peresmian proyek terbaru Edric Harisson?"


Hening. Leon sedang mencerna kata-kata dari Jane hingga Jane mengira Leon telah mematikan sambungan teleponnya.


"Leon? Kau masih di sana?"


"Jane, seperti katamu tadi, permintaanmu memang konyol. Kau orang yang paling tahu bahwa aku sangat membenci Edric Harisson."


"Kali ini penting, aku akan membayar tiket pesawatmu.."


"Sebenarnya ada masalah apa? Apakah pria Br3ngs3k itu menganggumu?"


Jane tak bisa membayangkan reaksi Leon jika ia tahu bahwa Jane menjalin hubungan dengan musuh terbesarnya. Mungkin Leon akan langsung membencinya.


"Aku tidak dapat menceritakannya untuk saat ini. Kau akan tahu setelah hadir di acara peresmian itu."


Leon menimbang permintaan dari Jane.

__ADS_1


"Aku memohon kepadamu Leon.."


Jane benar-benar serius, sebenarnya ada apa dengan acara peresmian proyek Edric Harisson?


"Jika kau orang lain, mungkin aku sudah menolaknya mentah-mentah.."


"Apakah berarti jawabanmu adalah iya?"


"Tak perlu ku perjelas lagi."


"Terimakasih Leon, aku akan memesankan tiket pesawat untukmu.."


Dan disinilah sekarang Leon Kaelee berada di tengah-tengah kerumunan orang yang akan melihat peresmian proyek Hotel-Mall perusahaan Harisson. Acara di laksanakan di luar ruangan. Banyak pedagang makanan atau minuman juga ikut meramaikan suasana dengan mendirikan stand di sepanjang sisi jalan.


Tetapi Jane Ainsley justru sulit dihubungi padahal ia ingin melihat keadaan Jane terlebih dahulu. Tentunya orang tua Leon juga akan hadir disini sebagai tamu. Leon memilih untuk datang sendirian dan tidak memberitahukan mereka bahwa ia sudah pulang ke kota Louisiana.


Suara dengingan mikrofon terdengar dari atas panggung disusul dengan sapaan akrab dari dua orang pembawa acara pria dan wanita menandakan bahwa acara peresmian ini akan segera dimulai.


Tak berapa lama sambutan pun di lakukan.


"Mari kita sambut pemilik dari proyek Hotel-mall Tuan Edric Harisson, waktu dan tempat kami persilahkan.."


Edric Harisson dengan setelan jas terbaiknya masuk ke dalam panggung terlihat begitu angkuh di mata Leon Kaelee. Kehadirannya di sambut dengan riuh tepuk tangan.


"Terimakasih.."


Edric melemparkan senyum dan melambaikan tangan. Cih! Leon mendengus kesal. Rasanya ia ingin segera pulang.


Edric memberikan pidato singkat sebelum memperkenalkan proyek Hotel-Mall. Layar proyektor dinyalakan oleh sekertaris Edric.


"Mari kita kenali lebih dalam proyek Hotel-Mall ini.."


Awalnya tidak terjadi keanehan apapun. Edric menjelaskan dengan lihai sekaligus mempromosikan proyek tersebut. Leon pun mulai merasa bosan dibuatnya.


Apakah Jane sedang mengerjaiku? Ini bukan hari April Mop bahkan hari ulang tahunku masih jauh..


Tiba-tiba layar proyektor menjadi gelap, para hadirin bergumam lirih mengira mungkin itu adalah kesalahan teknis. Sedetik kemudian suara rekaman suara percakapan seseorang terdengar dari pengeras suara.


Semua yang ada di tempat terkesiap tak terkecuali Edric Harisson.

__ADS_1


__ADS_2