
Leon melayangkan tinju ke arah rahang Edric hingga tubuhnya ikut mundur kebelakang. Bau anyir tercium, Edric mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
"Leon! Apa yang kau lakukan?! Kapan kau pulang??"
"Apakah ayah akan tetap membelanya jika pria Br3ngs3k ini adalah penyebab kematian anakmu sendiri??"
"Apa maksudmu??"
Gil menggeram marah, sebenarnya apa saja yang telah di lakukan putranya selama ini? Ia berusaha tetap tenang dan menengahi suasana yang makin pelik.
"Nak ucapanmu itu sangatlah berbahaya, sebaiknya kita semua berpindah tempat yang lebih pribadi untuk membicarakan masalah ini.."
Kali ini Leon menurut karena ucapan Gil Harisson ada benarnya. Lagipula bagaimana bisa Leon langsung percaya begitu saja pada pesan yang dikirim oleh nomor orang yang tak dikenali? Ia terlanjur tersulut emosi, mungkin karena Leon terlalu membenci Edric Harisson atau ia menjadi sensitif bila menyangkut mendiang kakaknya Vivian Kaelee.
Sebelum keluarga Harisson dan keluarga Kaelee pergi meninggalkan tempat peresmian, Edric melirik ke arah kursi dimana tim desain interior berada.
Tak ada Jane Ainsley semenjak awal acara dimulai.
***
Sekilas Daniel melihat sosok Jane berada di lantai dua saat menghaburkan kertas artikel ke bawah. Ia pun segera berlari menaiki tangga untuk menghampirinya.
Apakah semua ini rencanamu Jane?
Keadaan di tempat peresmian semakin ricuh hingga tim penyelenggaraan acara memanggil polisi untuk mengamankan orang-orang sebelum mereka menjadi lebih anarkis.
Tapi setelah sampai, Daniel tak dapat menemukannya. Apakah mungkin ia salah menghitung lantai? Daniel menyusuri setiap ruangan yang ada di gedung baru ini.
Hasilnya nihil. Jane tidak ada dimanapun. Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Dimana kau Jane Ainsley.."
***
Suasana di dalam ruangan mulai menegang setelah Leon membeberkan isi pesan yang ia terima. Mereka semua masih tidak menyangka bahwa Vivian Kaelee meninggal dan di kubur dalam keadaan masih mengandung.
Vivian hamil?
Edric sendiri seolah tak mempercayai pendengarannya sendiri. Ck! Siapa yang sepatutnya di persalahkan? Edric tidak mengetahui perihal kehamilan Vivian, sedangkan wanita itu memilih mengakhiri hidupnya padahal ia tahu bahwa sedang mengandung.
Jika saja Vivian dapat berpikir lebih jernih, anaknya akan selamat. Setelah itu terserah ia mau bertindak gegabah. Penilaiannya terhadap Vivian tetap sama, wanita itu memang selalu menyulitkan Edric walaupun sudah terkubur di dalam tanah sekalipun.
Gil Harisson juga tak langsung menerima informasi itu mentah mentah. Ia butuh pembuktian karena reputasi keluarganya dipertaruhkan. Sedangkan Lewis Kaelee duduk terdiam di kursinya. Leon lah yang menanggapi setiap ucapan dari Gil Harisson.
Beberapa saat yang lalu Leon menerima pesan kembali dari nomor asing itu.
Leon bertanya-tanya di dalam hati, sebenarnya siapa orang yang ada di balik semua ini? Bagaimana bisa ia mendapatkan buku diary Vivian bahkan mengetahui alamat keluarganya?
Pikiran Leon tertuju pada satu orang yang selama ini cukup dekat dengannya maupun Vivian. Siapa lagi kalau bukan Jane Ainsley. Bermula dari permintaan anehnya yang begitu tiba-tiba, kecurigaan Leon semakin mengarah pada Jane.
Sangat di sayangkan nomor itu sekarang sudah tidak aktif lagi. Anehnya nomor Jane Ainsley juga tidak dapat dihubungi.
Leon bertekad akan mengusut tuntas masalah ini. Ia akan memanggil penyidik untuk memeriksa barang bukti. Lalu keputusan terberat yang harus di lakukan keluarga Kaelee yaitu membongkar kembali pemakaman Vivian Kaelee.
***
Sudah memasuki minggu ketiga semenjak insiden peresmian proyek Hotel-Mall waktu itu, kehidupan Edric bisa dikatakan telah hancur.
Banyak gugatan yang diterima oleh Edric Harisson. Dari kasus penggelapan uang bantuan sosial untuk anak yatim piatu bersama Tuan Lark kemudian sengketa tanah dengan warga demi kepentingan pembangunan proyek dan yang terakhir mengenai kematian istrinya Vivian Kaelee.
__ADS_1
Tak dapat di pungkiri Vivian terbukti masih mengandung saat dirinya meninggal dunia. Ahli forensik menemukan sisa sisa tulang rawan bayi yang baru terbentuk menyatu dengan jasad Vivian. Ditambah kesaksian dari dokter Sulivan, dokter spesialis kandungan yang memeriksa dan memberikan hasil USG pada Vivian.
Johana Kaelee sangat terpukul, sudah berulang kali ia pingsan karena terlalu banyak menangis. Lewis Kaelee pun tak bisa berkata-kata lagi. Orang yang selama ini ia tinggikan tega melakukan hal keji pada putrinya. Yah, penyesalan memang selalu datang terakhir.
Leon berusaha tetap tegar menghadapi semua kenyataan pahit ini. Ia bertekad akan mempelajari bisnis dengan sungguh-sungguh untuk menggulingkan perusahaan Harisson di kemudian hari.
Gil Harisson sendiri sangat kecewa dengan perbuatan putranya itu. Tak segan-segan ia menghajar Edric untuk memberikan pelajaran.
"Aku tak tahu apakah kau masih berhak menyandang nama Harisson? Kau telah mencorengnya sedemikian rupa hingga aku pun malu menunjukan mukaku sendiri ke publik!"
Edric menerima setiap pukulan dari ayahnya, bisa saja ia melawan tetapi ia telah mati rasa. Edric juga sudah terbiasa di perlakukan seperti ini.
Anna Harisson tidak mencoba menengahi, tatapan matanya kosong. Keluarganya sudah tidak tertolong, percuma mengharapkan kebahagian di sini seperti dulu.
***
Keluarga Kaelee akan mengadakan prosesi pemakaman ulang yang lebih layak untuk Vivian dan anaknya.
Berita ini cepat tersebar ke publik dan justru memunculkan sekelompok orang yang membentuk komunitas perlindungan wanita. Komunitas itu ikut berdemo dan mengecam perbuatan Edric serta Samantha.
Samantha pun ikut terkena imbasnya, sosial media Samantha di serang oleh ribuan netizen dengan makian hingga ia menonaktifkan sebagian akunnya. Kemudian ia juga di blacklist oleh beberapa perusahaan karena skandalnya dengan Edric.
Sekarang Edric Harisson menjadi trending topik nomor satu di dunia maya, bukan karena prestasinya lagi namun kasus yang menjeratnya. Terpaksa Gil Harisson mengambil alih kepemimpinan perusahaan dan memberhentikan anaknya sendiri untuk sementara waktu.
Edric disibukan dengan serangkaian pemeriksaan dari kepolisian. Lebih parahnya Tuan Lark salah satu tersangka penggelapan uang, ikut mengajukan gugatan dengan alasan pencemaran nama baik. Pria tua itu berdalih bahwa ia tidak sengaja terseret kasus tersebut. Tuan Lark benar-benar 'cuci tangan' atas kasus penggelapan uang demi keuntungan pribadi.
Lalu dimana Jane Ainsley sebenarnya?
Jane telah menghilang.
__ADS_1