Dendam Jane

Dendam Jane
Tindakan tak terduga


__ADS_3

Episode ini mengandung konten dewasa diperuntukkan usia 18 tahun keatas. Mohon pembaca bijak menyikapinya.


***


"Tapi pekerjaanku belum selesai!"


"Sama denganku."


Edric melonggarkan ikatan dasinya kemudian melepaskan jas yang ia kenakan agar lebih leluasa bergerak.



"Ulurkan kedua tanganmu.."


Jane pun menuruti permintaannya, Edric langsung melilitkan dasi ke pergelangan tangan Jane.



"Rasakan setiap sentuhanku.."


Edric tidak sepenuhnya melucuti pakaian Jane, ia hanya membuka seluruh kancing kemeja tanpa melepasnya dan menanggalkan penghalang diantara kaki Jane, kemudian ia menyimpan penghalang itu di saku celananya sendiri.


Tanpa menunggu lama Edric langsung menelusuri jengkal demi jengkal tubuh Jane tanpa terlewat sedikit pun. Ia juga meninggalkan bekas gigitan merah di beberapa kulitnya yang mulus.


Jane menggeliat tetapi tangannya telah terkunci, ia tidak dapat meraih Edric. Siksaan yang membawa kenikmatan. Jane hanya dapat menggigit bibirnya kuat-kuat.


Setelah puas memberikan pemanasan, Edric membalikan tubuh Jane. Sekarang posisi Jane memunggungi Edric, tangan dan sikunya bertumpu pada meja.


Edric pun mulai membenamkan dirinya. Jane tidak kuasa menahan teriakan karena dengan posisi seperti ini hujaman Edric sangat terasa.


Semoga saja tak ada orang yang mendengar suaranya dari luar walaupun pintu telah di kunci.


Edric bergerak dinamis, semakin lama semakin cepat hingga ia mencapai pelepasannya sambil mencengkram erat pinggiran meja.


Tubuh Jane sendiri telah ambruk dan bersandar sepenuhnya pada meja.


"Kau lelah?"


"Seperti yang kau lihat.."


"Tidur lah sebentar disini."


Edric mengecup punggung Jane, barulah ia melepaskan diri. Setelah itu Edric mengambil sapu tangan untuk membersihkannya sisa-sisa perc1ntaan mereka di sela-sela kaki. Ia menggendong tubuh Jane menuju ke samping bilik tempat dirinya biasa untuk beristirahat jika merasa terlalu lelah.


"Ruang kerja atasan memang berbeda.." celetuk Jane.


"Kau karyawan pertama yang ku perbolehkan tidur di sini saat jam kerja.."


Setelah membaringkan Jane di atas ranjang kecil, Edric kembali bekerja di mejanya seolah-olah tidak terjadi apapun.


Huh?! Apakah dia robot yang menyamar jadi manusia? Darimana ia mendapatkan semua stamina itu?


Jane membutuhkan waktu kurang lebih tiga puluh menit untuk memulihkan tenaganya. Barulah ia berpamitan kembali menuju ruang kerjanya sendiri.

__ADS_1


"Jane kau darimana saja? Aku mencarimu untuk membahas bahan baku marmer dan keramik lantai.."


Jane berjengit kaget mendengar teriakan Yael. Dia tidak melihatnya keluar dari kantor Edric kan?


"Oh yah, aku..aku baru saja ijin keluar untuk membeli sesuatu. Ayo masuk keruanganku!"


Jane tampak salah tingkah.


"Tunggu, kau baik-baik saja? Apakah pinggangmu sakit?"


Tentu saja sakit! Jane baru saja berc1nt4 di atas meja kayu yang keras berlapis dengan kaca!!


"Kau tahu, masalah wanita yang datang setiap bulannya, hari ini adalah hari pertamaku."


Yael menganggukkan kepalanya tanda memahami situasi Jane.


"Aku mengerti. Jangan-jangan kau keluar untuk membeli pembalut?"


"Ya tepat!"


"Mengapa kau tidak bilang, Olivia atau Hana selalu membawa persediaan."


"Aku sungkan untuk meminta.."


"Lain kali katakan saja jika membutuhkannya.."


Setidaknya Yael tidak curiga terhadapnya. Tiba-tiba langkah Jane terhenti.


"Ada apa lagi?"


"Tidak apa-apa hanya lupa meminta uang kembalianku di kasir."


"Hahaha kau ada-ada saja Jane Ainsley!"


Sebenarnya yang Jane lupakan adalah meminta kembali c*l4na d*l4mnya yang masih tersimpan di saku celana Edric.


Ingin rasanya Jane membenturkan kepalanya ke dinding saat ini juga!


***


Tidak sampai di situ, lagi-lagi Jane di buat terkejut oleh tindakan Edric yang tak terduga.


Sebenarnya setan apa yang sedang merasukinya?


Yang pertama tidak perlu di jelaskan lagi, Edric mengajaknya berc1nt4 di tengah jam kerja yang padat. Lalu sekarang...


Edric datang ke apartemennya dan dia tidak datang sendirian tetapi bersama dengan beberapa tukang pengangkut barang.


Jane seperti sedang berhadapan dengan lintah darat karena hutang yang menumpuk kemudian para debt kolektor menyita semua barang-barangnya.


"Tampaknya kau salah menghitung hari? Bukankah masih tersisa dua hari lagi untuk berpindah rumah?"


"Lupakan. Aku ingin segera tinggal bersamamu secepatnya."

__ADS_1


Untunglah Jane sudah menyimpan buku diary Vivian berserta bukti yang lain di bank khusus penyimpanan barang berharga atau bisa disebut safe deposit box.


Ambil sisi positifnya saja dengan tinggal satu atap bersama Edric, Ia lebih mudah mengakses barang pribadi miliknya.


Selagi para pekerja yang di sewa Edric mengangkut dan memindahkan barang ke rumah baru mereka. Edric mengajaknya pergi menikmati angin malam.


Kota Louisiana merupakan kota yang cukup dekat dengan lautan. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit mereka sudah sampai di tepian laut. Pemandangan kapal feri yang melintas serta pantulan lampu hias di jembatan penghubung memberikan efek yang dramatis. Edric dan Jane menikmati bir sambil berbincang.



"Kau ingat, pernyataanku waktu itu?


"Ya?"


"Setiap hari aku semakin yakin pada perasaanku."


Jane diam membisu, ia tidak berani melihat ke arah Edric dan sibuk mengamati pendaran lampu hias di atas permukaan air laut. Sedangkan Edric secara terang terangan menatap wajah Jane dari samping.



"Kuharap kau tidak mengkhianatiku di kemudian hari."


Tubuh Jane menegang. Perkataan Edric bagaikan belati yang di lempar tepat sasaran. Apakah Edric mulai menyadari niatnya?


Jane menenggak habis bir yang tinggal setengah botol.


"Mengapa kau dapat berpikiran seperti itu?"


"Tidak. Aku hanya asal bicara."


"Bagaimana jika aku benar melakukannya?"


Raut wajah Edric mendingin suaranya merendah bahkan menjadi datar.


"Aku tidak akan membiarkanmu."


"Kau yakin sekali."


"Kau akan tahu bila itu benar terjadi."


"Oh Edric?! Jangan merusak suasana, okay?"


Jane beranjak dari tempat duduknya, ia menepuk-nepuk celananya membersihkan debu yang menempel kemudian berjalan menuju mobil.


"Lebih baik kita pulang saja dan mengawasi para pengangkut barang untuk menata rumah."


Saat ini berpura-pura marah untuk menghindari percakapan adalah langkah yang tepat.


***


Maaf telat update karena sesuatu.. 😶


Mau tanya kalian selain NT/MT , baca novel dimana lagi?

__ADS_1


__ADS_2